Kekuatan Doa Bagi Seorang Muslim

berdoa khusyuk

PERCIKANIMAN.ID  – – Doa menduduki peranan penting dalam kehidupan seorang muslim termasuk dalam membina kerukunan dan keharmonisan rumah tangga. Seperti dikutip dari buku “ Doa Orang-Orang Sukses”, tulisan Dr.H.Aam Amiruddin, M.Si paling tidak, ada tiga peranan dan kekuatan doa bagi seorang muslim, yaitu:

  1. Allah Swt sangat mencintai orang-orang yang rajin berdoa.

Adalah tidak benar anggapan sebagian orang yang merasa malu kalau sedikit ada masalah dalam rumah tangga lantas berdoa dan meminta kepada Allah. Mereka merasa rendah diri di hadapan Allah dan tidak mau “merepotkan” Allah dengan doa-doanya mengingat Dia memiliki banyak hal yang lebih penting untuk didahulukan ketimbang mendengarkan keluh kesahnya. Ya, Allah harus mengurus seisi jagat raya ini dan apalah arti dirinya dan permasalahan hidup yang dihadapinya.

Sungguh, Allah tidak berpendapat demikian. Dia senang mendengar segala doa dan keluh kesah kita kepada-Nya sebagaimana tertuang dalam hadis,

Mintalah anugerah kepada Allah. Sesungguhnya Allah senang untuk diminta.”(H.R. Tirmidzi).

Dan, Allah Swt. justru akan sangat murka terhadap orang-orang yang tidak pernah atau enggan berdoa. Hal tersebut secara jelas tertuang dalam keterangan,

kalender percikan iman 2018

Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.” (H.R. Tirmidzi)

  1. Doa merupakan ekspresi kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Kalau kita rajin berdoa, berarti kita merasa butuh pada pertolongan Allah Swt. Sementara kalau kita tidak pernah berdoa, berarti kita angkuh, seolah-olah seluruh persoalan hidup bisa diselesaikan tanpa kekuatan dan pertolongan-Nya.

Faktanya, manusia itu makhluk lemah yang teramat sangat tergantung pada kuasa dan pertolongan Allah Swt. Satu saja nikmat dari-Nya dicabut, semisal karunia indera pendengaran, maka manusia akan kalang kabut. Dokter spesialis akan mereka datangi untuk mengembalikan atau mengobati pendengarannya yang terganggu itu.

Mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit untuk menebus resep dari dokter tidak akan menjadi masalah selama pendengarannya kembali normal. Dan ya, kebanyakan manusia baru akan menyadari nikmatnya sebuah karunia manakala karunia tersebut dicabut darinya. They don’t know what they have got till its gone.

Karenanya, senantiasalah berdoa, paling tidak sebagai ekspresi syukur dan kerendahan hati atas segala nikmat (dalam hal ini rumah tangga sakinah) yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita. Allah Swt. berfirman,

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan doamu. Sesungguhnya, orang-orang sombong yang tidak mau menyembah-Ku akan masuk Jahanam dalam keadaan terhina.” (Q.S. Gāfir [40]: 60).

Yang dimaksud, “menyembah” pada ayat ini adalah “berdoa”. Artinya, siapa yang angkuh tidak mau berdoa, akan masuk Jahanam. Senada dengan ayat tersebut, Rasulullah Saw. pernah bersabda,

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (H.R. Muslim)

  1. Doa merupakan ekspresi kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.

Orang-orang yang merasa dekat dengan Allah akan sering berdoa, memohon dan meminta. Sungguh, perasaan berada dekat dengan-Nya adalah sebuah nikmat yang tiada terkira. Dengannya, kita akan terhindar atau terlindungi dari bujuk rayu setan untuk berbuat maksiat, semisal perselingkuhan atau semacamnya. Tanpanya, kita akan dengan mudah teperdaya ajakan setan dan hal tersebut akan menjauhkan kita dari hidayah-Nya yang pada gilirannya akan semakin memperburuk keadaan rumah tangga kita yang tengah bermasalah.

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 186)

Ayat ini mengisyaratkan dua hal. Pertama, Aku dekat, kalimat ini menunjukkan bahwa kalau kita berdoa, sebaiknya tanpa memakai perantara, tapi langsung saja kepada Allah Swt. Kedua, hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, kalimat ini mengisyaratkan bahwa orang-orang yang berdoa akan mudah dikabulkan doanya apabila memenuhi aturan-aturan Allah dan mengimani-Nya. Kita jangan hanya rajin berdoa, tapi juga harus tekun beribadah dan rajin menjauhi maksiat. [ ]

buku doa orang-orang sukses

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 97 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment