Hukum Menanyakan Tanggal Baik pada Orang Pintar

tanggal

Saya berusia 25 tahun, ada rencana menikah di tahun ini. Saat ini hubungan saya dan dia, bahkan keluarga saling mendukung satu sama lain. Namun ibu dari calon istri saya mengatakan bahwa tanggal perkawinan dan hari pindah rumah kita harus ada tanggal baiknya. Beliau menanyakan hari lahir saya dan orang tua saya, sampai akhirnya untuk tanggal pernikahan sudah beliau sampaikan, namun untuk tanggal baik untuk pindah rumah belum beliau sampaikan. Terus terang, saya bingung harus berbuat apa pada calon mertua saya, karena dari kecil saya belum pernah mengenal hal-hal seperti itu, dan kedua orang saya memiliki pemikiran yang negatif tentang calon mertua saya. Apakah tindakan calon mertua saya termasuk syirik atau memang tradisi daerah tertentu saja? (Wanda via email)

 

 

Saudara Wanda dan para pembaca yang budiman. Pertama, yang penting anda bukan yang melakukan, itu dulu.  Memang ada sejumlah keyakinan dikalangan kita umat Islam, untuk peristiwa-peristiwa penting, mereka mengenal hari baik dan hari buruk. Perkara pernikahan atau pindah rumah, mereka suka bertanya pada orang yang dianggap mengerti tentang hal itu. Kita harus menyadari kalau sekarang masih ada orang-orang yang seperti ini. Dan orang-orang ini kadang beranggapan itu benar menurut agama, padahal tentu saja hal seperti ini dilarang oleh Islam. Karena Islam mengajarkan pada kita bahwa semua hari dan semua waktu itu bagus, kecuali bagaimana kita mengisinya.

Ada yang bilang kalau malam Jum’at itu bagus, lalu bagaimana dengan yang diisi dengan maksiat? Ada yang bilang hari minggu hari jelek, lalu kalau kita pakai untuk pengajian bagaimana? Jadi sebenarnya Islam mengajarkan yang terpenting bagaimana kita mengisi waktu tersebut. Makanya ayat tentang waktu dalam surat Al-Ashr menyebutkan, “Sesungguhnya manusia itu rugi, kecuali orang-orang yang mengisi waktu dengan iman, amal sholeh dan saling menasehati.” Artinya, waktu dalam Islam itu semuanya sama bagusnya, tinggal bagaimana kita mengisinya, inilah konsep yang benar tentang waktu. Ada lagi yang bilang jika meninggal di hari Jum’at itu bagus, tapi yang terpenting ketika meninggal apakah dia diridhoi Allah atau tidak? Bagaimana dengan penjahat yang ditembak oleh polisi di hari Jum’at? Apakah itu bagus? Jadi sebenarnya meninggal hari apapun tidak ada bedanya, yang menjadikannya bagus atau tidak adalah perbuatan apa yang dilakukan sebelum kita meninggal.

Sama halnya dengan menikah, kapan dan dimanapun itu bagus, selama kita isi dengan kebaikan. Tapi masih ada saja umat Islam sekarang yang selalu menanyakan perihal tanggal baik dan tanggal buruk. Nah bagi kita yang sekiranya sudah sering menghadiri dan mendengar kajian agama, janganlah melakukan hal tersebut. Karena rasul mengatakan, “Barang siapa yang datang ke tukang ramal lalu mempercayai apa yang dikatakan maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.” (HR. Muslim). Karena seseorang tidak akan tahu apa yang akan menimpanya besok. Kita bisa membuat rencana kegiatan untuk besok, tapi hakikatnya yang akan terjadi tidak ada orang yang tahu.Lalu ada orang yang percaya pada orang yang sok tahu (peramal) yang dikatakan bisa mengetahui hal-hal yang akan terjadi, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.

Jadi bagi yang sudah mengerti agama dan suka belajar agama, tinggalkan, jauhi, dan jangan lakukan hal seperti ini, apapun itu namanya, walaupun itu hanya tradisi. Tradisi pun kalau bertentangan dengan agama, maka coret saja dari hidup kita. Meskipun hal tersebut merupakan kebiasaan nenek moyang, justru kebiasaan itu harus dirubah kalau itu mengandung kemusyrikan. Maka orang-orang musyrik pun ketika ditanya, kenapa mereka tidak mengikuti ajaran yang benar, mereka mengatakan, “kami hanya mengikuti kebiasaan nenek moyang kami.” Nah kebiasaan umat Islam saat ini masih seperti itu. Sekali lagi, justru kebiasaan-kebiasaan nenek moyang yang bertentangan dengan akidah dan syariat Islam harus kita rubah dan dihilangkan dari kehidupan kita. Tapi apabila ada kebiasaan leluhur yang senafas dan sejalan dengan ajaran Islam, itu harus dipertahankan.

kalender percikan iman 2018

Itulah elaborasi saya tentang pertanyaan anda. Tetapi kembali lagi pada urusan anda yang keberatan dengan hal itu, dalam hal ini posisi anda adalah sebagai anak. Jika calon orang tua anda seperti itu, anda do’akan saja agar disadarkan dan diampuni oleh Allah. Kemudian ketika anda mengikuti kemauannya, itu hanyalah peran anda menghormati dia sebagai orang tua bukannya percaya pada ramalannya. Jadi menurut saya anda tidak perlu frontal menyatakan ketidaksetujuan anda bahkan sampai tidak jadi menikah.

Sebagai informasi, bagi sahabat-sahabat baik ikhwan atau akhwat atau mojang-mojang sekalian khususnya yang hendak menikah atau sedang mencari pasangan, Anda dapat mengikuti acara pelatihan atau seminar pra nikah yang bertema “ INSYA ALLAH SAYA SIAP MENIKAH” tanggal 2 Desember 2017 ini.  Kebetulan saya juga menjadi pembicaranya. Selama sehari kita akan belajar tentang persiapan menikah, tips memilih pasangan, cara menyelesaikan problematika rumah tangga dan berbagai hal.

Selain saya juga ada dari kalangan psikolog dan motivator dan inspirator sehingga materinya insya Allah akan lengkap.  Harapannya, semoga nanti setelah mojang-mojang mengikuti pelatihan ini Anda dapat ilmu dan kemantapan dalam mengarungi rumah tangga sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Wallahu A’lam

Wallahu’allan bishawab.

 

Editor : Candra

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 927 times, 14 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment