Lima Pilar Membuangun Keluarga Sakinah

PERCIKANIMAN.ID – – Adakah rumah tangga yang selamanya tentram, adem ayem, dan tidak pernah ada gejolak atau percekcokan barang sedikit pun? Mungkin ada rumah tangga semacam itu. Namun hampir dapat dipastikan bahwa rumah tangga seperti itu sangat jarang kita temui. Faktanya, setiap rumah tangga memiliki permasalahannya masing-masing dan karenanya tidak akan steril dari riak permasalahan.

Jenis permasalahannya sendiri bisa bermacam-macam. Ada yang sekadar selisih pendapat kemudian antara suami istri saling introspeksi dan terjadilah islah. Ada rumah tangga yang senantiasa bermasalah karena perbedaan karakter antara suami istri yang sepertinya selalu bertentangan yang kemudian berujung pada pertengkaran hebat yang membutuhkan orang ketiga untuk mendamaikannya. Ada pula rumah tangga yang bermasalah karena salah satu atau keduanya tidak bisa dipercaya dalam hal kesetiaan dengan terindikasi adanya orang ketiga dalam rumah tangga tersebut.

Untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga tersebut, ada pasangan yang lebih memilih jalan komunikasi dan empati untuk kemudian menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, ada pula yang memilih jalan perpisahan karena merasa bahwa itu adalah jalan terbaik untuk menghindarkan mereka dari berlarut-larut dalam dosa dan kemaksiatan karena menyakiti perasaan satu sama lain.
Pertanyaannya kemudian adalah apakah kita berhak menilai atau bahkan menghakimi setiap rumah tangga yang bermasalah? Jawabannya tentu saja tidak. Karena, yang lebih paham mengenai situasi dan kondisi sebuah rumah tangga adalah pasangan suami istri yang memang menjalani biduk rumah tangga tersebut. Kalau pun kita terusik untuk memediasi sebuah rumah tangga yang bermasalah, posisi kita hanyalah sebagai orang yang memberikan second opinion yang tidak ada keharusan mereka untuk menjalankan pendapat dan masukan kita tersebut.

Ya, bagaimana pun, keputusan untuk menjaga keutuhan rumah tangga atau mengakhirinya sepenuhnya merupakan otoritas pasangan suami istri. Karena, mereka jua lah yang akan mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil berkaitan dengan permasalahan rumah tangganya di depan Allah Swt. Memilih “menikmati” riak dan gelombang permasalahan rumah tangga atau mengakhiri biduk rumah tangga merupakan dua keputusan yang harus dapat dipertanggung jawabkan dan seyogianya dapat memuluskan jalan menuju surga-Nya.

Berkenaan dengan rahasia di balik rumah tangga sakinah, saya berpendapat paling tidak ada lima kekuatan yang menyokongnya. Lima kekuatan ini harus terinternalisasi dalam diri pasangan suami istri kalau mau rumah tangganya aman dari guncangan badai rumah tangga yang semakin lama kita menjalani suatu biduk rumah tangga maka akan semakin kencang saja menerpa.

donasi perpustakaan masjid

Ya, jangan dikira pasangan yang telah berumah tangga hingga puluhan tahun relatif dapat mengatasi permasalahan rumah tangga dengan mudah atau mereka hanya menghadapi masalah rumah tangga yang remeh temeh semata. Karena, cobaan itu cenderung terus meningkat dari satu cobaan ke cobaan rumah tangga yang lain yang fungsinya semata untuk menguji sejauh mana kita mengaplikasikan elemen kekuatan penyokong keluarga sakinah. Dan, berikut lima kekuatan penyokong keluarga sakinah:.

1. Kekuatan agama atau keyakinan

Memang ada alasannya mengapa agama dijadikan salah satu dari empat poin persyaratan seorang mukmin dalam menentukan jodoh atau pasangan hidupnya. Salah satu alasannya adalah karena ujian dalam kehidupan berumah tangga itu sedemikian beratnya sehingga kekuatan agama mutlak diperlukan agar kita tidak terjerumus bujuk rayu setan dalam menyesatkan umat manusia yang salah satu caranya adalah dengan mengusik ketenangan hidup berumah tangga. Ya, setan senantiasa mencari cara untuk menjerumuskan manusia sebagaimana diterangkan dalam satu keterangan berikut.

Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya. Datang kepadanya seorang tentaranya lalu berkata, ‘Aku telah berbuat demikian-demikian.’ Iblis berkata, ‘Engkau belum berbuat sesuatu.’ Dan kemudian salah seorang dari mereka datang lalu berkata, ‘Aku tidak meninggalkan orang tersebut bersama istrinya melainkan aku pecah belah keduanya.’Nabi Saw. Berkata, ‘Lalu iblis mendekatkan prajurit itu kepadanya dan berkata, ‘Sebaik-baik pasukan adalah kamu.’Al A’masy berkata, ‘Aku kira, (Nabi Saw.) berkata: ‘Lalu iblis memeluknya.” (HR. Muslim)

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. telah memeringatkan bahwa pasangan hidup kita bila dia tergoda bujuk rayu setan maka berpotensi menjadi musuh. Hal ini sebagaimana difirmankan-Nya dalah ayat berikut ini.

Hai, orang-orang beriman! Sesungguhnya, di antara pasangan-pasanganmu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. At-Tagābun [64]: )

Dan sekali lagi, hanya kekuatan agamalah yang mampu menguatkan kita dalam menghadapi ujian rumah tangga.

2. Kekuatan Kasih Sayang

Di sini, kita tidak akan berbicara tentang bagaimana cinta dapat menangkal semua coba dan goda dalam kehidupan berumah tangga. Biarlah itu menjadi bagian para novelis untuk menjabarkannya dalam karya fiksi mereka.

3. Kekuatan Doa

Doa menduduki peranan penting dalam membina kerukunan dan keharmonisan rumah tangga. Doa merupakan ekspresi kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Orang-orang yang merasa dekat dengan Allah akan sering berdoa, memohon dan meminta. Sungguh, perasaan berada dekat dengan-Nya adalah sebuah nikmat yang tiada terkira. Dengannya, kita akan terhindar atau terlindungi dari bujuk rayu setan untuk berbuat maksiat, semisal perselingkuhan atau semacamnya. Tanpanya, kita akan dengan mudah teperdaya ajakan setan dan hal tersebut akan menjauhkan kita dari hidayah-Nya yang pada gilirannya akan semakin memperburuk keadaan rumah tangga kita yang tengah bermasalah.

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Ayat ini mengisyaratkan dua hal. Pertama, Aku dekat, kalimat ini menunjukkan bahwa kalau kita berdoa, sebaiknya tanpa memakai perantara, tapi langsung saja kepada Allah Swt. Kedua, hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, kalimat ini mengisyaratkan bahwa orang-orang yang berdoa akan mudah dikabulkan doanya apabila memenuhi aturan-aturan Allah dan mengimani-Nya. Kita jangan hanya rajin berdoa, tapi juga harus tekun beribadah dan rajin menjauhi maksiat.

4. Kekuatan Syukur dan Sabar

Perlu ditekankan di sini bawa wanita atau pria yang kita nikahi bukanlah malaikat yang terbebas dari kekurangan atau kesalahan. Dia adalah manusia biasa yang suatu hari nanti akan berbuat salah dan bukan tidak mungkin hal tersebut akan menyakiti persaan Anda. Ketika saat itu datang, maka buyarlah gambaran sempurna yang selama ini Anda bayangkan dari pasangan Anda. Dan, di sinilah kita membutuhkan dua kekuatan sekaligus, syukur dan sabar.

Ketika kita menemukan kekurangan dalam diri pasangan kita, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah bersyukur bahwa kita dikaruniai pasangan hidup. Di luar sana, banyak sekali lajang yang mendambakan pasangan agar dapat merasakan up and down-nya kehidupan berumah tangga. Ya, mereka ingin merasakan hal tersebut karena meski dirundung masalah, paling tidak mereka menghadapinya bersama orang yang mereka percaya yang mereka pilih sebagai pasangan hidup. Ini jauh lebih baik dari menghadapi segala permasalahan hidup seorang diri tanpa ada yang bisa dijadikan tempat berkeluh kesah atau pun berbagi. Jadi, pahami dan yakini bahwa kita adalah orang yang beruntung dikaruniai pasangan, terlepas dari kekurangan yang ada dalam diri pasangan kita.

Hal selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah sabar. Kita harus senantiasa bersabar menghadapi kekurangan yang dimiliki pasangan kita. Yakinkan dalam diri kita bahwa suatu hari dia akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Harapan tersebut, sedikit banyak akan memupuk kesabaran kita menghadapi tingkah polah pasangan yang terkadang membuat kesal atau sebal.

Perlu diingat bahwa sabar itu tidak berbatas. Kalau pun sabar harus dibatasi, maka batas itu adalah liang lahat kita. Dengan kata lain, selama nadi kita masih berdenyut, selama jantung kita masih berdetak, selama nafas masih bisa keluar masuk dari paru-paru kita, selama itu pula kita harus mengupayakan kesabaran, terlebih demi orang yang kita kasihi dan sayangi.

5. Kekuatan Takwa

Jadikanlah rumah tangga kita sebagai bentuk aktualisasi takwa atau kebaikan. Semua pihak, baik suami mau pun istri, hendaknya harus berjuang menjadikan rumah tangganya sebagai sarana untuk berlomba dalam kebaikan demi menggapai ridha-Nya. Pasangan suami istri yang mengaktualisasikan takwa dalam rumah tangganya adalah mereka yang menjadi lebih bertakwa setelah menikah.

“Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (HR. Baihaqi)

Ya, sudah sepatutnya pernikahan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik, bukan justru sebaliknya. Pada dasarnya, pernikahan adalah sebuah komitmen (yang disaksikan langsung oleh Allah Swt.) untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau lebih bertakwa. Mengapa di sini kita harus menyatakan komitmen takwa, bukan komitmen untuk setia sehidup semati misalnya? Tidak lain karena rumah tangga harus dimaknai sebagai sarana beribadah kalau tidak mau kita frustasi menghadapi permasalahan (rumah tangga) yang sudah pasti akan kita hadapi.

Cinta dan kesetiaan saja tidak cukup untuk survive menghadang badai rumah tangga. Cita-cita menggapai ketakwaan melalui rumah tangga adalah sebuah hal besar yang dapat menandingi cobaan dalam rumah tangga. [ ]

Disarikan dari buku “Insya Allah Sakinah” tulisa Dr.H.Aam Amiruddin,MSi 

 

Buku insya Allah sakinah 1

Red: admin

Editor: iman

ilustrasi foto: pixabay

986

(Visited 23 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment