Hukum Cerai Lewat Telepon

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saat ini teknologi internet dan media komunikasi sudah menjadi bagian dari hidup kita termasuk sarana untuk menceraikan istri. Nah, bagaimana kalau hal ini terjadi? Sahkah perceraiannya? Mohon penjelasannya. ( Nira by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya teh Nira dan sahabat-sahabat sekalian. Apa yang Anda tanyakan memang sudah terjadi. Silakan baca harian The Jakarta Post, sekira bulan Mei 2000 silam, dengan judul Is It Time for Diforce by E-mail?. Pada harian tersebut disebutkan bahwa seorang pria warga negara Amerika keturunan Arab mengirimkan e-mail pada istrinya, warga negara Saudi, yang menyatakan dia menceraikannya.  Pria itu juga memberitahukan bahwa dirinya telah menikah lagi. Kemudian pengadilan Dubai memproses perceraian tersebut dan akhirnya mensahkannya.

Persoalannya, apakah perceraian lewat media elektronik seperti itu sah? Pernyataan cerai itu sah apabila dinyatakan oleh suami tanpa emosi, tapi penuh kesadaran dan tanpa paksaan siapa pun. Adapun masalah media, apa pun bisa dipakai, yang penting pernyataan talak suami itu dipastikan sampaipada istri. Ditinjau dari segi  aspeknya, e-mail statusnya hanyalah sebuah media, tidak berbeda dengan surat biasa. Kalau menceraikan istri bisa sah lewat surat, tentu menggunakan e-mail pun hukumnya tidak berbeda.

Coba kita perhatikan sebuah hadits yang disampaikan Abu Hurairah ra, dimana  Rasulullah  Saw bersabda,

Ada tiga perkara, seriusnya dianggap serius, dan berguraunya dianggap serius: nikah, talak, dan rujuk.” (HR. Abu Daud  dan Turmudzi)

Ulama muhaditsin atau para ahli hadits, khususnya ulama empat madzhab sepakat bahwa kalimat talak yang sharih yakni yang disampaikan secara tegas maka statusnya adalah sah tanpa melihat niat suami yang mengucapkannya.

Nah, ini menjadi nasihat khususnya bagi para suami agar tidak main-main dengan kata-kata ‘cerai’ atau ‘aku ceraikan kamu’. Sebab, jika ini diungkapkan berulang kali misalnya saat bertengkar atau marahan dengan istri maka bisa jatuh talak. Mungkin maksud suami hanya sekedar menakut-nakuti istri saja namun jika diucapkan secara serius apa lagi berulang-ulang maka hukumnya menjadi sah.

Ini barangkali yang menjadi alasan mengapa pengadilan di Dubai ketika itu menetapkan sah perceraian tersebut, sebagaimana dikutip The Gulf News.

Kesimpulannya, cerai lewat telepon , email atau media sosial lainnya apakah itu sms, WA, bbm, fb atau ig dan sebagainya hukumnya sah apabila dilakukan suami dengan penuh kesadaran, tanpa emosi, dan tanpa paksaan siapa pun.

 

Nah sebagai informasi, bagi sahabat-sahabat baik ikhwan atau akhwat atau mojang-mojang sekalian khususnya yang hendak menikah, Anda dapat mengikuti acara pelatihan atau seminar pra nikah yang bertema “ INSYA ALLAH SAYA SIAP MENIKAH” tanggal 2 Desember 2017 ini. Kebetulan saya juga menjadi pembicaranya.

 

iklanseminarheader

 

Selama sehari kita akan belajar tentang persiapan menikah, tips memilih pasangan, cara menyelesaikan problematika rumah tangga dan berbagai hal lainnya. Selain saya, ada juga dari kalangan psikolog yakni Ibu Alva Handayani serta inspirator dan motivator kang Arif Rahman Lubis, sehingga materinya insya Allah akan lengkap.  Semoga, nanti setelah mojang-mojang mengikuti pelatihan dapat ilmu dan kemantapan dalam mengarungi rumah tangga dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Wallahu A’lam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

965

(Visited 29 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment