Masjid Jadi Tempat Kegiatan Parpol, Bagaimana Hukumnya?

masjid bani salim, masjid jumat

Assalamu’alaykum. Pa Aam, mohon nasihatnya, di dekat rumah saya ada masjid yang sering digunakan sebagai kegiatan salah satu partai politik, seperti rapat dan pelantikan pengurus. Persoalannya, hampir setengah jamaah masjid jadi segan untuk shalat atau mendengarkan ceramah di masjid tersebut, sebab terkesan aktivis masjid identik dengan parpol tersebut. Bagaimana solusinya? Terimakasih ( Toto by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb.  Iya Pak Toto dan sahabat-sahabat sekalian, begini coba kita perhatikan nasihat dan peringatan dari Rasulullah Saw, dimana menurut hadis sahih, ada dua hal yang tidak boleh dilakukan di dalam masjid. Pertama, mengumumkan kehilangan. Misalnya, seorangpengurus masjid mengumumkan di depan jamaah begini, “Siapayang menemukan sebuah jam tangan merek X, dst …” Ini merupakan perbuatan terlarang, tetapi kalau mengumumkan penemuan itu diperboleh kan, misalnya “Telah ditemukan sebuah kaca mata merek Y, maka dst…” Hal seperti ini diperbolehkan karena bukan mengumumkan kehilangan tapi penemuan. Rasulullah Saw. bersabda,

 

“Barangsiapa mendengar di masjid orang mengumumkan barangnya yang hilang, maka doakanlah, ‘Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikan barangmu, karena masjid tidak didirikan untuk itu.’” ( H.R. Muslim)

 

Kedua, melakukan transaksi jual-beli. Rasulullah Saw. melarang transaksi jual-beli di dalam masjid. Jika transaksi itu dilakukan di luar masjid, (teras atau halaman), hal itu tidaklah terlarang.Rasulullah Saw. bersabda,

 

“Apabila kamu melihat orang melakukantransaksi jual-beli di dalam masjid, maka doakanlah, ‘Mudah-mudahan Allahtidak menguntungkan perdaganganmu!’” ( H.R. Nasa’i dan Tirmidzi)

kalender percikan iman 2018

 

Merunut dua keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa kita boleh melakukan apa pun di masjid selama tidak mengandung unsur dosa, termasuk di dalamnya mengadakan rapat atau pelantikan parpol Islam. Namun tentu saja kita harus berpikir lebih jauh dan bijaksana mengenai dampak sosialnya, mengingat banyaknya parpol Islam di Indonesia dan keberagaman masyarakat khususnya jamaah masjid dalam menyalurkan aspirasi politiknya. Tentu satu parpol Islam tidak bisa mengklaim dirinya paling islami, masing-masing ada plus minusnya.

 

Bila pelantikan parpol dilakukan di masjid, apalagi sampai ada kesan masjid menjadi sekretarita parpol, dikhawatirkan nuansa masjid menjadi sempit, seolah masjid tersebut identik dengan partai tertentu. Tentu ini sangat merugikan kepentingan Islam secara lebih luas, karena mungkin saja ada orang yang menjadi segan untuk datang ke masjid itu. Ia takut diidentikkan atau minimal dianggap simpatisan dengan parpol yang tidak sejalan dengan pilihan politiknya.

 

Memang jika kita baca sejarah zaman dulu masjid menjadi pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, politik bahkan strategi militer termasuk di zaman nabi. Namun ingat, itu dalam rangka membangun kejayaan Islam yang lebih luas dan tidak terikat dengan sebuah partai politik. Menurut saya, kepentingan Islam jauh lebih luas ketimbang kepentingan sebuah parpol. Politik juga adalah dalam Islam  namun sebaliknya Islam jangan dipersempit dengan wadah parpol. Masjid harus kita makmurkan dengan berbagai kegiatan ibadah, dakwah dan sosial namun jangan dipersempit hanya dengan kegiatan parpol saja.

 

Kesimpulannya, secara hukum tidak ada larangan mengadakan rapat atau pelantikan parpol di masjid. Namun alangkah bijaksana apabila hal itu tidak kita lakukan, untuk menjaga fungsi masjid yang netral, sehingga kesatuan umat Islam lebih terjaga, tidak terkotak kotak dalam wadah parpol. Menurut hemat saya, sekalipun ada parpol yang mampu membangun masjid, misalnya di pinggir jalan atau di pusat kota kemudian menjadi sekretariatnya maka sebaiknya itu tidak dilakukan.

 

Terkait solusinya, sebaiknya Anda dan warga atau jamaah musyawarahkan dengan pengurus parpol tersebut. Bicaranya keberatan warga atas aktivitas parpol tersebut di masjid selama ini bahkan imbasnya jamaah masjid menjadi berkurang. Insya Allah kalau pengurus parpol tersebut berbesar hati termasuk memahami fungsi dan cara memakmurkan masjid akan menjadi paham. Wallahu A’lam.[ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 22 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment