Hukum Memegang Alquran Tanpa Wudhu

alquran

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya pernah ditegur kawaan saat memegang Al Quran tapi belum punya wudhu katanya tidak boleh. Benarkah demikian ? Bagaimana hukumnya memegang Qur’an tanpa wudhu?. Mohon penjelasannya. (Richard via email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya pak Richard dan sahabat-sahabat sekalian , tentu tidak apa-apa alias boleh-boleh saja memagang Al Quran tidak berwudhu. Yang harus wudhu itu ketika hendak shalat, tapi untuk baca qur’an tidak harus wudhu. Akan tetapi jika Anda membaca qur’an atau sekedar memegang misalnya untuk memindahkannya tentu ketika punya wudhu, itu afdhal. Karena membaca qur’an adalah bagian dari dzikir. Makanya ada keterangan yang menyebutkan, “setiap orang yang duduk dalam suatu majelis, dia berdzikir pada Allah, maka malaikat akan hadir dan menaungi dengan keberkahannya.” Oleh karena itu kita bisa mengundang malaikat ke rumah kita dengan baca Al-Qur’an atau mengadakan majelis taklim belajar baca qur’an atau mengkaji ayat dan hadist. Walaupun hanya sepuluh menit tapi itu sudah bisa mengundang malaikat.

Jadi membaca Al-Qur’an tidak perlu punya wudhu, akan tetapi kalau berwudhu itu lebih afdhal. Karena suatu kali Nabi ketika akan berwudhu, lalu ada orang yang mengucapkan salam, Nabi tidak menjawab salam tersebut sampai ia menyelesaikan wudhunya. Ketika selesai wudhu Nabi pun menjawab salam itu. Lalu kata Nabi, “aku ingin berdo’a, aku ingin mendo’akanmu dalam keadaan berwudhu.” Ini mengisyaratkan bahwa jika kita membaca qur’an dengan keadaan punya wudhu, itu afdhal. Namun membaca qur’an tanpa wudhu pun tidak apa-apa karena yang diwajibkan berwudhu itu adalah shalat.

Sedangkan terkait dengan mushaf Al Quran, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya atau membacanya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.“ (QS.Al-Wa-qi’ah: 79).

Dalam menafsirkan ayat ini para ulama memaknai  kalimat “orang-orang yang sucikan” artinya suci atau bersih dari semua hadats, junub, najis dan syirik. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 320 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment