Menikah Siri atau Rahasia, Apa Hukumnya?

mnikah

Pak Aam, saya mau bertanya. Saya seorang janda cerai mati, suami saya sudah meninggal dan pernikahan kami berlangsung selama 22 tahun.  Sewaktu anak-anak saya masih kecil, saya tidak terpikir untuk menikah lagi. Sekarang muncul keinginan untuk menikah lagi, akan tetapi saya jatuh hati pada suami orang lain yang dulu pernah menjadi pacar saya. Keluarga saya tidak setuju menjadi istri kedua. Karena ia melihat kondisi saya dan keluarga, ia bersedia untuk menikahi saya sebagai istri siri atau rahasia. Apa yang harus saya lakukan? (Vira via email)

 
Anda tentu boleh menjadi istri kedua, akan tetapi jangan secara siri atau rahasia. Karena yang namanya pernikahan itu perlu diketahui, minimal oleh si istri pertama. Seringkali, pernikahan poligami bermasalah, ketika caranya itu disembunyikan, itu yang salah sebenarnya. Jadi, kalau suami punya istri lagi itu tidak apa-apa menurut surat An-Nisa. Yang bermasalah adalah ketika suami tidak jujur pada istrinya dan anak-anaknya, itu adalah hal yang tidak sehat.

Jadi, kalau Anda diajak menikah siri dan istrinya tidak mengetahui, itu caranya saja sudah tidak benar. Kalau caranya saja sudah tidak sehat, tunggu saja masalah-masalah yang akan bermunculan. Di sini pernah ada yang mengeluhkan kalau poligami itu melelahkan. Tentu saja poligami akan melelahkan kalau ada kebohongan. Tapi kalau tidak ada kebohongan dan istri pertama tahu, anaknya tahu, maka tentu tidak akan ada masalah.

Jadi menurut hemat saya, poligami itu ada dua, ada yang salah dari awal yaitu dengan sembunyi-sembunyi ada yang tenang-tenang saja karena terbuka dengan pernikahannya. Yang melakukan nikah siri dengan sembunyi-sembunyi itu adalah kesalahan dan kebodohan.

Karena saya menjamin, mereka yang menjadi istri siri dengan sembunyi-sembunyi itu pasti menderita. Karena apabila pernikahan tersebut dilakukan secara terbuka maka tidak akan ada ketakutan dan kegelisahan. Contohnya, apabila si suami bepergian, maka ia tidak perlu membuat berbagai alasan kebohongan pada istri pertama.

promo oktober

Mungkin kata-kata ini sangat menyakitkan bagi anda yang bertanya. Namun begitulah menurut saya, kalau anda ingin selamat dan bahagia, janganlah ada kebohongan. Anda boleh menjadi istri kedua, ketiga, keempat, selama suami anda bisa adil, nah apabila dari awal ia sudah mau berbohong maka itu merupakan perbuatan yang tidak adil bagi istri pertama. Dan ketidakadilan itu akan berpotensi juga dilakukan pada anda. Ini pun tertera dalam Al-Qur’an,

“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” [Q.S. An-Nisa’: 3].

Wallahu’alam bishawab.

Editor : Candra

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 85 times, 6 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment