Saat Anak Bertanya, Mengapa Harus Baca Al Quran? Ini Jawabannya

0
310

PERCIKANIMAN.ID – – Membaca apalagi menghafal Al Quran adalah amal sunnah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak sebagai pembiasaan yang baik sehingga ketikan dewasa mereka akan menjadi terbiasa. Bagi sebagian anak-anak mungkin akan susah untuk mengajaknya membaca Al Quran, sebab mereka belum tahu manfaat atau keutamaannya. Jika mereka bertanya, mengapa kita harus membaca Al Quran?. Berikut ini jawaban yang bisa memberinya motivasi:

 

iklan
  1. Agar selalu dalam posisi golongan sebaik-baik manusia

 

Manusia adalah makhluk yang lemah dan bisa dikatakan serba kekurangan. Lihatnya saat kita lahir mempunyai apa. Demikian juga saat meninggal dunia kita membawa apa. Sebab secara duniawi terdapat banyak kekurangan kita harus berusaha menjadi manusia terbaik menurut Allah Swt. Bagaimana agar hidup yang hanya sekali ini, dengan modal pas-pasan tadi bisa memperoleh tempat terbaik di sisi Allah Swt?.  Salah satunya dengan membaca Al Quran. Hal ini seperti yang dipesankan Rasulullah Saw,

 

Diriwayatkan dari Utsman r.a., Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.”

 

  1. Perintah Allah Swt.

 

Hal lain yang memotivasi kita mengajarkan kepada anak-anak sampai mengantarkan mereka khatam Al-Quran sejak dini (balita) serta mendorong dan mendukung mereka untuk menghafal Al-Quran setelahnya, adalah ketika kita mengingat sabda Rasulullah Saw,

 

Didiklah anak-anak kalian tiga perkara, cinta nabinya dan ahlul bait serta cinta membaca Al-Quran” (H.R. Ad-Dailamy dari Imam Ali)

 

 

  1. “Menjaga” Allah Swt.

 

Dari Ibnu Abbas r.a., “Suatu hari saya dibonceng Rasulullah Saw Beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, saya akan ajarkan kepadamu beberapa kata, yaitu jagalah Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan mendapati-Nya di depanmu.”

 

Mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak sampai mengantarkan mereka khatam sedini mungkin dan sesering mungkin adalah salah satu cara agar mereka kelak secara mandiri cinta membaca Al-Quran. Inilah salah satu usaha kita  dalam “menjaga” Allah Swt.

 

  1. Utamakan hak Allah, pasti Allah akan mengutamakan hak-hakmu di dunia

 

Jika kita perhatikan lagi hadits-hadits, sesungguhnya menjadi hak Allah sekaligus kewajiban kita sebagai hamba- Nya ketika kita melakukan perintah-Nya. Apa pun itu, termasuk mendidik putra-putri kita agar menjadi cinta Al-Quran. Marilah menjadi bagian dari orang-orang yang mengutamakan hak Allah agar Allah pun mengutamakan kita dalam memenuhi “proposal-proposal”.

 

  1. Ingin segera mendapatkan pahalanya

 

Dari Sa‘ad bin Hisyam r.a., dari Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah Saw bersabda, ‘Orang yang pandai membaca Al-Quran bersama malaikat yang mulia, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dan dia terbata-bata lagi susah, maka baginya dua pahala.”

 

Jika pahala itu dapat diraih sejak dini mengapa harus ditunggu hingga dewasa?. Itu lah salah satu motivasi para orangtua dalam mendorong dan mengajarkan Al Quran kepada anak-anaknya.

 

  1. Mendapat manfaat dari Al Quran

 

Penelitian modern telah membuktikan bahwa membaca dan menghafal banyak sekali manfaatnya baik bagi tubuh maupun mental (jasmani dan rohani). Sungguh, Allah banyak sekali memberikan hal-hal indah dan baik bagi hamba-Nya yang berimanan dan bertakwa. Inilah salah satu keajaiban Al-Quran yakni mampu menenangkan saraf.

 

  1. Menghidupkan dan meneruskan sunnah Rasul serta tradisi orang-orang shaleh

 

Sudah bukan rahasia lagi bahwa para ulama salafussalih, para cendikiawan muslim yang berjaya di masa lalu maupun di masa sekarang menapaki jalan ini (membaca dan menghafal Al-Quran) sebelum jalan keilmuan yang lainnya.

 

Lihatlah ulama-ulama zaman keemasan Islam, seperti Alkindi (perintis ilmu persandian atau analisis kriptologi), Al-Khawarizmi (penemu istilah pecahan atau desimal yang juga Bapak Aljabar), Ibun Sina (para dokter sampai hari ini mengambil ilmu beliau), Ibnu Haitsam (pakar fisika yang hidup 600 tahun sebelum Galileo), Imam Syafi‘i (hafal Al-Quran ketika umurnya 7 tahun), dan para imam ilmu-ilmu agama, baik hadits, fikih, tafsir, dan lain-lain. Atau, ulama zaman sekarang, seperti Syekh Yusuf Al-Qardhawi yang hafal Al-Quran sebelum usia 10 tahun (beliau dengan bangga meletakkan salah satu judul bukunya “Ana ibnul kuttab/saya produk anak pesantren hafal Al-Quran”), Hasan Albana, Bintu Syati’ (ahli tafsir perempuan), dan masih banyak lagi. Dengan ini tentunya kita ingin anak-anak kita menjadi bagian dari generasi emas berikutnya.

 

*Disarikan dari buku “Alhamdulillah, Balitaku Khatam Al Quran “ karya Dr. Sarmini

Buku Balitaku Khatam Al Quran 1a

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay