Syarat Rujuk Kembali Setelah Talak 3

cincin, cerai, maskawin

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saudara saya (perempuan) sekira 1,5 tahun lalu mendapat talak dari suaminya namun mendapat surat cerai dari pengadilan karena memang tidak pernah mendaftarkannya. Kemudian suaminya dan istrinya (saudara perempuan saya) sepakat untuk rujuk (kembali) lagi demi anak-anaknya. Apakah saja syarat-syaratnya jika mereka rujuk kembali?.  Meningat sang suaminya selama masa talak tersebut pernah ada niat untuk menikah dengan wanita lain? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Denny by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Deni dan sahabat-sahabat sekalian. Rujuk adalah proses kembalinya suami istri dalam rumah tangga setelah suami mentalaknya atau menceraikannya. Hal ini dibolehkan dalam Islam namun perlu diketahui bahwa rujuk bisa dikatakan sah jika memenuhi syarat berikut ini.

 

Pertama, suami yang hendak rujuk haruslah memenuhi syarat-syarat sebagaimana orang yang hendak menikah, yaitu baligh, berakal, tidak murtad, tidak gila, tidak dalam keadaan mabuk, tidak sedang menunaikan haji atau umrah, serta bukan rujuknya nikah anak. Rujuknya anak kecil sah dengan walinya.

 

Kedua, yang boleh dirujuk adalah talak raj‘i bukan talak ba‘in atau iwadh. Talak raj‘i adalah talak satu atau talak dua yang dijatuhkan suami. Suami berhak rujuk dengan istrinya tanpa akad dan mahar lagi, selama rujuk itu dilakukan pada masa iddah (masa menunggu).

 

Talak ba‘in terbagi pada dua bagian, yaitu pertama, talak ba‘in syugra adalah talak raj‘i yang telah habis masa iddahnya,talak yang dijatuhkan suami pada istrinya yang belum pernah dicampuri, dan talak dengan tebusan (khulu’). Dalam talak ini, suami tidak boleh kembali begitu saja kepada istrinya, akan tetapi harus dengan akad nikah dan mahar baru. Kedua, talak ba‘in kubra adalah talak yang dijatuhkan suami untuk ketiga kalinya.

donasi perpustakaan masjid

 

Ketiga, rujuk dilakukan saat masa iddah, bukan setelahnya.

 

Keempat, istri yang dirujuk adalah istri dari pernikahan yang sah dan sudah digauli (jima’).

 

Kelima, rujuk untuk seterusnya bukan sementara dan tidak disertai dengan syarat-syarattertentu atau untuk waktu tertentu.

 

Keenam, tidak disyaratkan dalam rujuk ini:

a. Kerelaan istri

 

Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt.,

 

“…Sesungguhnya, para suami merekalebih berhak rujuk denganistrinya dalam masa tiga kali quru’ itu jika mereka menghendakirujuk kembali…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 228)

b. Pemberian kepada istri

 

Suami boleh rujuk kepada istrinya tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Rujuk merupakan hak murni suami atas istriyang tidak bergantung pada kerelaan istri, sebagaimana dalam kasus talak. Namun, sebaiknya istri diberi tahu agar dia tidak bermaksud nikah lagi dengan orang lain setelah habis masaiddahnya, atau untuk mencegah terjadi perselisihan antara keduanya.

c. Saksi dan persaksian

 

Saat rujuk, jumhur ulama tidak mensyaratkan adanyasaksi. Namun, kalangan azh-Zhahiriyyah mewajibkan adanya saksi dalam rujuk sesuai dengan firman Allah Swt.,“…dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antarakamu….” (Q.S. Ath-Thalak [65]: 2).

 

Jumhur memandang ayat ini bukan perintah yang bermakna wajib, tetapi sekadar disarankan. Sebab, diriwayatkan bahwa Ibnu Umar menalak istrinya dalam keadaan haid maka Nabi Muhammad Saw. memerintahkannya untuk rujuk, dan tidak memintanya agar ada saksi.

 

Nah sebagai informasi, bagi sahabat-sahabat baik ikhwan atau akhwat atau mojang-mojang sekalian khususnya yang hendak menikah, Anda dapat mengikuti acara pelatihan atau seminar pra nikah yang bertema “ INSYA ALLAH SAYA SIAP MENIKAH” tanggal 2 Desember 2017 ini. Kebetulan saya juga menjadi pembicaranya. Selama sehari kita akan belajar tentang persiapan menikah, tips memilih pasangan, cara menyelesaikan problematika rumah tangga dan berbagai hal. Selain saya juga ada dari kalangan psikolog dan motivator juga sehingga materinya insya Allah akan lengkap.  Semoga, nanti setelah mojang-mojang mengikuti pelatihan dapat ilmu dan kemantapan dalam mengarungi rumah tangga dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Wallahu A’lam. [ ]

5

Seminar Pra Nikah 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

958

 

(Visited 3 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment