Ayo Bantu Masjid Achowatussofa, Benteng Melawan Pemurtadan di Arjasari

PERCIKANIMAN.ID – – Pagi itu matahari belum naik tinggi di wilayah Kota Bandung, udara pun masih terasa dingin. Namun tiga wanita dari Kampung Pamucatan Desa & Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung sudah berbegas menuju lingkungan Masjid Salman ITB.  Mereka harus menempuh perjalanan sekira 40 km menggunakan kendaraan umum dengan tujuan bukan untuk bertamasya.  Melainkan ingin menghadiri kelompok pengajian wanita Masjid Salman.

Pada hari itu di Masjid Salman ITB memang sedang digelar acara pengajian rutin. Usai pengajian, tiga akhwat ini menemui tokoh dan menceritakan maksud dan tujuan datang jauh dari kampung. Salah seorang dari mereka menceritakan bahwa saat ini gerakan misionaris tengah gencar di kampung Pamucatan.

Mereka mengindikasikan ada beberapa warga malah sudah ada yang pindah agama. Untuk itulah, mereka  meminta bantuan kepada kelompok pengajian wanita Masjid Salman ITB untuk dapat mencegah pengaruh misionaris dalam melakukan pemurtadan.

Permintaan tiga akhwat ini langsung direspon positif. Beberapa aktivis pengajian wanita Masjid Salman ITB yang tergabung dalam “Kuliyatul Mubalighah” sepakat untuk menyelamatkan warga kampung Pamucatan dalam bentuk kegiatan dakwah.

6

Itulah sepenggal kisah 31 tahun lalu tentang perjalanan dakwah ibu-ibu yang tergabung dalam Kuliyatul Mubalighah Masjid Salman ITB  dalam menyelamatkan akidah warga Kampung Pamucatan. Saat itu tujuh wanita aktivis Masjid Salman menghimpun daya upaya menyelamatkan akidah warga.

kalender percikan iman 2018

“Alhamdulillah waktu kita berhasil membeli tanah seluas sekira 10 tumbak sebagai modal awal untuk membangun posko atau markas dakwah,”kenang Ibu Hj. Ratnaadi, salah satu dari aktivis .

Tanah seluas itu bukan tanah datar yang terhampar melainkan tanah perkebunan berupa lereng-lereng perbukitan.

“Saat itu kami langsung membangun saung dari kayu dan bambu dengan atap ala kadarnya. Tujuannya sebagai tempat belajar mengaji warga sekitar,”imbuh perempuan yang kini berusia 86 tahun itu.

Selang beberapa bulan, mereka membangun masjid sederhana bernama “Masjid Achowatussofa” sebagai tempat belajar shalat mengaji. Ironisnya, meski penduduk sekitar mengaku beragama Islam namun kebanyakan mereka belum dapat mengaji dan shalat.

“Ya kami tentu sedih sekali mendengar pengakuan mereka yang mengaku beragama Islam namun shalat dan membaca Al Qur’an tidak mereka kerjakan sebab mereka tidak tahu dan tidak ada yang memberi tahu atau mengajarinya,”ujarnya kenang Hj Ratnaadi.

4

Keberadaan Masjid Achowatussofa mendapat sambutan antusias. Pada awalnya pengajian yang hanya diikuti 5 orang kemudian terus bertambah. Kegiatan di Masjid Achowatussofa pun mulai menyebar ke wilayah kampung sehingga mengundang minat warga.

Bangunan masjid yang awalnya sederhana kemudian dibangun secara permanen. Demikian juga luas lahannya berkembang menjadi hampir 100 tumbak. Dalam perkembangannya, bukan hanya para orangtua yang mayoritas petani dan buruh tani saja yang dibina melainkan anak-anak mereka juga mendapat pembinaan.

“Karena di sini masih jauh dari sekolah akhirnya kami berinisiatif untuk membangun madrasah. Jadi para orangtua belajarnya di masjid sementara anak-anaknya belajar di madarasah,”ujarnya Hj.Ratnaadi yang juga anggota legium veteran Wirawati Catur Panca ini.

Pada awalnya, madrasah hanya mampu dibangun 1 kelas. Namun banyaknya permintaan kini menjadi 6 lokal. Madrasah Achowatussofa ini telah meluluskan beberapa almamater dan tergolong cukup berprestasi. Para siswa belajar dari pagi hingga siang sementara waktu sore mereka gunakan untuk belajar mengaji di masjid.

“Saat ini ada 120 santri atau murid kelas 1 hingga kelas 6 dan semua gratis alias tak dipungut biaya apa pun. Demikian juga guru-gurunya tidak ada yang digaji hanya dapat honor ala kadarnya saja. Tapi meski sekolah gratis, semangat belajar mereka luar biasa.  Para gurunya meski honornya tak seberapa namun dedikasinya luar biasa,”ujarnya terlihat terharu.

Perjuangan dakwah para aktivis wanita Masjid Salman ini memang sudah mulai membuahkan hasil.  Namun Hj.Ratnaadi yang sepuh berharap apa yang telah dirintisnya bersama temannya terus berlanjut dan tumbuh berkembang.

“Kami sudah sepuh, para perintis dan pendiri kini tinggal beberapa orang saja, itu pun sudah sepuh dan sakit-sakitan. Meski pun kami nanti sudah tiada, tapi Masjid dan Madrasah Achwatussofa harus terus dilanjutkan,”harapnya.

3

Program Donasi

Perjuangan dakwah di Masjdi Achowatussofa patut mendapatkan dukungan dari umat muslim.  Salah satu bentuk dukungan adalah dengan menghadirkan Perpustakaan Masjid untuk para santri Madrasah.  Insya Allah, “Program Donasi Peduli Pustaka Masjid” selanjutkan akan disaluran ke Masjid Achowatussofa.

Dukungan para pembaca untuk menghadirkan perpustakan akan membantu mencerdaskan warga kampung Pamucatan. Selain itu, kehadiran perpustakaan masjid akan membuat para santri tekun, rajin dan semangat belajar dengan membaca buku.  Salurkan donasi sahabat dalam bentuk paket berikut :

PAKET NILAI BENEFIT (Isi)
A Rp. 300.000; Al Quran terjemah + 5 exp Buku
B Rp. 200.000; Al Quran terjemah + 3 exp Buku
C Rp. 100.000; Al Quran terjemah + 1 exp Buku

 

Semua paket sudah termasuk pengadaan Al Quran, buku dan juga lemari buku. Partisipasi  dalam Program Peduli Perpustakaan Masjid dapat ditransfer melalui *BCA KCP Burangrang Bandung No 4383028020 an. Khazanah Intelektual*. 

Konfirmasi paket transfer  dapat melalui telepon (022) 42822007 atau melalui sms/whatsapp ke nomor 0812-1429-226 (David) dengan format NAMA LENGKAP (SPASI) ALAMAT/KOTA (SPASI) PILIHAN PAKET (PAKET A/B/C/) (SPASI) TANGGAL TRANSFER (tgl/bln/thn) Contoh : Gunawan_Jalan Srimahi No 1 Bandung_ Paket A_25/08/17

Semoga kepedulian kita dalam Program Peduli Perpustakaan Masjid ini menjadi bagian dari upaya meneruskan peradaban Islam dan melahirkan generasi muslim yang cerdas, shalih dan bertakwa. Semoga ikhtiar ini juga mendapat ridho dari Allah Swt, mendatangkan keberkahan dalam hidup kita serta menambah timbangan amal shalih dan kebajikan di akhirat kelak. Wallahu’Alam. [ ]

Penulis :  Iman

Editor : Candra

BACA JUGA  :

Kebahagiaan Warga Kampung Narogtog Pangalengan Miliki Perpustakaan Masjid

 

 

 

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment