Hukum Mendatangi Pernikahan Yang Hamil Duluan

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon penjelasannya bagaimana hukum menghadiri pernikahan dimana pengantin perempuannya hamil duluan (married by accident/ MBA)? Teman saya mengatakan dilarang atau haram jika mengetahui dia sudah hamil sebelum menikah. Terima kasih . ( Nenden by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya bu Nenden dan sahabat-sahabat sekalian. Begini, secara prinsip, ajaran Islam mewajibkan kita menjaga ikatan silaturahmi baik dengan teman, saudara, tetangga atau pun orang-orang yang pernah kita kenal. Nah, salah satu cara menjaga hubungan silaturahmi ini adalah menghadiri undangannya, jika kita diundang. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. bersabda,

Apabila salah seorang di antara kamu diundang untuk menghadiri walimah (resepsi) pernikahan, hendaklah memenuhi undangannya” (H.R. Muslim).

Islam tak hanya mewajibkan kita menghadiri undangan pernikahan, tetapi juga undangan-undangan lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam keterangan berikut. Rasulullah Saw. bersabda,

Apabila kamu diundang untuk menghadiri suatu jamuan, hendaklah kamu datang. Jika kamu ingin makan, silakan makan. Dan jika tidak mau, kamu boleh tidak makan” (H.R.Muslim).

promo oktober

Jadi, kita diwajibkan untuk memenuhi undangan pernikahan juga undangan-undangan lainnya, misalnya undangan syukuran rumah, keberangkatan haji, khitanan, dan undangan lain. Namun, kewajiban memenuhi undangan ini bisa gugur karena ada alasan-alasan syar’i (yang dibenarkan agama) misalnya karena sakit, bentrok dengan undangan lainnya, atau waktu yang tidak memungkinkan.

Persoalannya, bagaimana dengan menghadiri undangan yang mengandung unsur kemungkaran, misalnya menghadiri walimah pernikahan yang pengantin wanitanya hamil duluan atau istilahnya MBA (married by accident)? Untuk menjawab masalah ini, silakan cermati hadis berikut.

Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, janganlah duduk di suatu hidangan yang diedarkan khamr (minuman yang memabukkan)” (H.R. Ahmad, Nasa’i, dan Tirmidzi).

Hadis tersebut menegaskan bahwa kita tidak dibenarkan ikut duduk-duduk di tempat yang jelas-jelas memilikiunsur kemungkaran, yaitu diedarkannya minuman yang memabukkan. Hal ini mengisyaratkan bahwa kita pun haram menghadiri suatu pesta atau jamuan yang di dalamnya ada unsur maksiat.

Pernikahan MBA (married by accident) adalah salah satu bentuk pernikahan yang mengandung kemungkaran. Dalam pernikahan tersebut, ada unsur melegalisasi perbuatan dosa yakni zina.

Jika ada perempuan hamil padahal belum menikah, berarti dia pernah berzina. Nah, biasanya untuk menutupi aib, akhirnya dinikahkan dengan laki-laki yang menghamilinya. Berarti, dalam pernikahan MBA jelas sekali terdapat unsur kemungkaran, yaitu melegalisasi hasil perzinaan. Sedangkan dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad Saw. mengharamkan untuk menghadiri jamuan yang mengandung kemungkaran.

Apalagi jika kita kaitkan dengan doa kepada pengantin yang biasa kita ucapkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw,

“Barakallahu laka, wa baraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khayr.” Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.” (HR. Abu Dawud)

Dalam ucapan tersebut terkandung doa kita dan permohonan atau meminta agar Allah Swt memberikan keberkahan dan kebaikan kepada kedua mempelai. Lalu pertanyaannya, bagaimana mungkin Allah memberikan keberkahan-Nya  sementara orang yang kita doakan dalam keadaan berbuat maksiat atau kemunkaran kepada Allah?.  Allah sendiri justru murka atas perbuatan maksiat yang mereka lakukan, sementara kita malah mendoakan.

Dalam status pernikahannya saja sudah bermasalah jika wanitanya hamil duluan. Sebagian ulama mengharamkan mereka melangsungkan pernikahan karena wanita hamil dilarang melakukan pernikahan. Paling tidak tercatat ada Aisyah, Ali bin Abi Thalib, Al-Barra’ dan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhum ajmain.

Mereka mengatakan bahwa seorang laki-laki yang menzinai wanita maka dia diharamkan untuk menikahinya. Begitu juga seorang wanita yang pernah berzina dengan laki-laki lain, maka dia diharamkan untuk dinikahi oleh laki-laki yang baik (bukan pezina).

Memang sebagian ulama ada yang membolehkan mereka melakukan pernikahan namun dengan catatan si wanitanya atau calon pengantin wanitanya telah melahirkan dan mendapat hukuman. Dalam syariat Islam sendiri kan ada hukuman bagi yang melakukan zina yakni dicambuk hingga dirajam.

Nah, bertolak dari analisis ini, menurut hemat saya bahwa haram hukumnya menghadiri undangan pernikahan MBA kalau kita sudah mengetahuinya. Namun, jika kondisinya kita benar-benar tidak tahu, hal tersebut tidak menjadi masalah kita menghadiri pernikahannya alias tidak berdosa.

Sesungguhnya, yang diharamkan itu bukan hanya menghadiri pernikahan MBA saja, tetapi segala jamuan dan undangan yang mengandung kemungkaran, misalnya ada pesta minuman keras ada perjudian dan sebagainya. Sepanjang itu kita ketahui maka haram menghadirinya. Namun jika kita tahu setelahnya ya tidak berdosa.

Nah, sebagai informasi, bagi sahabat-sahabat baik ikhwan atau akhwat atau mojang-mojang sekalian khususnya yang hendak menikah, Anda dapat mengikuti acara pelatihan atau seminar pra nikah yang bertema “ INSYA ALLAH SAYA SIAP MENIKAH” tanggal 2 Desember 2017 ini.

Kebetulan saya juga menjadi pembicaranya. Selama sehari kita akan belajar tentang persiapan menikah, tips memilih pasangan, cara menyelesaikan problematika rumah tangga dan berbagai hal. Selain saya juga ada dari kalangan psikolog dan motivator juga sehingga materinya insya Allah akan lengkap.  Semoga, nanti setelah mojang-mojang mengikuti pelatihan dapat ilmu dan kemantapan dalam mengarungi rumah tangga dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Wallahu A’lam. [ ]

5

 

Seminar Pra Nikah 1

 

985

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 38 times, 7 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment