Apa Hukumnya Shalat Tahajud Berjamaah ?

Shalat

Assalamu’alaykum, Pak Aam, apakah shalat Tahajud boleh dikerjakan berjamaah? Bukankah ini shalat sunnah yang seharusnya dikerjakan sendiri-sendiri? Apakah Rasulullah pernah memberi contoh? Mohon penjelasannya. ( Rio by email)

 

Wa’alaykumasalam Wr.Wb. Iya pak Rio dan sahabat-sahabat sekalian, betul apa yang Anda sampaikan bahwa shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan dan boleh dikerjakan sendirian(munfarid). Meski demikian shalat Tahajud sekali-kali shalat ini bisa dilakukan secara berjamaah. Hal ini berdasarkan keterangan dari Hudzaifah bin al-Yaman r.a.,

Pada suatu malam aku pernah mengerjakan shalat bersama Rasulullah Saw. Beliau membuka dengan membaca surat Al-Baqarah. Aku berpikir beliau akan ruku pada ayat keseratus. Namun, ternyata beliau terus melanjutkan bacaannya. Aku mengira beliau akan membaca surat Al-Baqarah itu dalam satu rakaat. Beliau pun terus berlalu. Lalu kukatakan (dalam hati) beliau akan ruku dengan bacaan surat Al-Baqarah penuh. Kemudian, beliau membuka surat An-Nisaa dan membacanya kemudian membuka surat Ali Imran dan membacanya. Beliau membacanya secara pelan. Jika melalui ayat tasbih, beliau bertasbih; jika beliau melewati ayat permohonan, beliau memohon; jika beliau melalui ayat ta’awudz, beliau memohon perlindungan ….” (H.R. Muslim)

Selain hadit tersebut, ada hadis lain yang serupa yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud. Dia bercerita pada sahabat lain,

“Aku pernah mengerjakan shalat bersama Rasulullah Saw. pada suatu malam. Beliau memanjangkan bacaan sehingga rasanya aku ingin melakukan hal yang tidak baik.” Ada yang bertanya, “Apa yang hendak kau lakukan?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Aku ingin segera duduk dan meninggalkannya.” (Muttafaq ‘alaih)

promo oktober

Jabir r.a. berkata, Rasulullah Saw. pernah ditanya, “Shalat (malam) bagaimanakah yang lebih baik?” Rasulullah menjawab, “Yang lama berdirinya.” (H.R. Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa shalat Tahajud adalah salah satu penyebab seseorang masuk ke dalam surga. Abdullah bin Salam r.a. bercerita,

Ketika Rasulullah Saw. tiba di Madinah, masyarakat berduyun-duyun mendatangi beliau. Ada yang berkata, ‘Rasulullah datang, Rasulullah datang (sebanyak tiga kali)’. Kemudian, aku menuju kerumunan orang untuk melihat. Setelah melihat wajah beliau, aku baru tahu bahwa wajah beliau bukanlah wajah pendusta. Ucapan pertama yang aku dengar dari beliau adalah, ‘Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambungkan tali silaturahmi, dan kerjakanlah shalat pada malam hari ketika orang-orang sedang lelap, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat” (H.R. Ibnu Majah).

 

Dengan demikian shalat Tahajud ini sesekali boleh dikerjakan bersama-sama atau berjamaah misalnya di masjid. Namun tentu lebih utama atau afdhol jika dikerjakan sendirian.

 

Terkait permasalahan shalat khususnya cara mengerjakan agar shalat bisa khusyuk, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa mengikuti pelatihan yang saya selenggarakan. Insya Allah waktunya hari Selasa, 28 Nopember 2017 di ruang KII Perciktour Jl. Taman Citarum No.9 Bandung. Wallahu’Alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

(Visited 63 times, 19 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment