Kriteria Suami Sholeh

suami istri

Assalamu’alaykum. Pak Aam, insya Allah awal tahun depan saya akan menjadi seorang suami. Saat ini saya sedang menyiapkan diri baik dengan ilmu rumah tangga maupun spiritualnya. Apa kriteria suami yang saleh itu menurut Islam? Bagaimana cara mencapainya? Mohon nasihatnya. ( Kiki by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Kang Kiki dan sahabat-sahabat sekalian, tentu kita turut gembira dengan rencana Anda yang akan segera menikah tahun depan. Niat Anda untuk menjadi suami yang shalih insya Allah sudah menjadi modal yang sangat berharga buat Anda dalam membangun keluarga. Secara umum kriteria suami yang shaleh adalah suami yang selalu berusaha melaksanakan seluruh kewajiban secara baik dan bertanggung jawab terhadap istri dan rumah tangganya.

Apabila Anda bisa melaksanakan kewajiban-kewajiban berikut, insya Allah Anda akan menjadi suami yang shaleh. Adapun kewajibankewajiban tersebut adalah

  1. Memberikan nafkah lahir berupa sandang, pangan, dan papan sesuai kemampuan

Hal ini sebagaimana fi rman Allah Swt.,

“…Kewajiban ayah, yaitu memberikan nafkah dan pakaian kepada mereka dengan ca ra yang baik…” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 233)

promooktober1

Dalam ayat lain Allah Swt juga menjelaskan tentang kewajibab memberikan kehidupan yang layak baik pangan (makan minum sehari-hari), papan (rumah / tempat tinggal) maupun sandang (pakaian / asesoris).

Tempatkanlah para istri di tempat kamu bertempat tinggal sesuai kemam puanmu dan jangan kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hatinya…” ( Q.S. Aţ-Ţalāq [65]: 6)

  1. Memberikan nafkah batin

Salah satu kebutuhan manusia adalah terpenuhinya hasrat biologis. Hubungan biologis akan menjadi perekat pernikahan apabila dilakukan atas dasar saling membutuhkan dan dilakukan dengan penuh cinta, tulus dan keikhlasn. Allah Swt. menetapkan bahwa suami berkewajiban memenuhi nafkah batin istri.

Istri-istrimu itu seperti ladang bagimu, maka datangi ladangmu kapan saja dengan cara yang kamu sukai…” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 223)

Ayat ini sifatnya perumpamaan, Allah Swt. mengumpamakan istri bagaikan kebun tempat bercocok tanam sementara suami diumpamakan sebagai orang yang akan menanam benih, maka datangilah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja kamu kehendaki.

Ayat ini menegaskan bahwa dalam melakukan hubungan intim, gaya apa pun boleh dilakukan asal keduanya (suami-istri) merasa nyaman. Yang dilarang hanya dua, yaitu tidak boleh melakukan hubungan intim lewat dubur (anal seks) dan dilarang berhubungan intim saat istri sedang haid sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ahmad dan Ash-Shabus Sunan dari Abu Hurairah.

Terlaknatlah laki-laki yang mendatangi perempuan pada duburnya.”

  1. Memberi bimbingan pada keluarga.

Suami mempunyai status sebagai pemimpin dalam keluarga, karenanya ia berkewajiban memberi nafkah lahir, batin, dan memberi bimbingan agama kepada istri dan anak-anaknya.

Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian laki-laki atas perempuan dan karena laki-laki telah menafkahkan sebagian har ta mereka…” ( Q.S. An-Nisā’ [4]: 34)

Perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya…” ( Q.S. Ţā Hā [20]: 132)

  1. Memperlakukan istri secara baik dan menjaga perasaannya.

Rasulullah Saw. menilai bahwa suami terbaik yaitu yang paling baik pada istrinya.

Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang palingbaik akhlaknya, dan sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepadaistrimu.” ( H.R. Tirmidzi)

“…Bergaullah dengan mereka menurut cara yang pantas…” ( Q.S. An-Nisā’ [4]: 19)

Hendaklah kamu (suami) memberi makan istri apabila engkaumakan, dan engkau beri pakaian kepadanya bila engkau berpakaian,dan jangan engkau pukul mukanya, dan jangan engkau jelekkan dia, danjangan engkau jauhi melainkan di dalam rumah.” ( H.R. Ahmad, AbuDaud, Nasa’i, dan yang lainnya)

Apabila empat kewajiban ini Anda kerjakan dengan sebaikbaiknya,insya Allah Anda akan menjadi suami yang ideal bagi istridan menjadi ayah yang jadi kebanggaan anak-anaknya. Apa yang Anda lakukan saat ini dengan belajar adalah sangat baik.

Nah sebagai informasi, bagi sahabat-sahabat baik ikhwan atau akhwat atau mojang-mojang sekalian khususnya yang hendak menikah, Anda dapat mengikuti acara pelatihan atau seminar pra nikah yang bertema “ INSYA ALLAH SAYA SIAP MENIKAH” tanggal 2 Desember 2017 ini. Kebetulan saya juga menjadi pembicaranya. Selama sehari kita akan belajar tentang persiapan menikah, tips memilih pasangan, cara menyelesaikan problematika rumah tangga dan berbagai hal.

Selain saya juga ada dari kalangan psikolog Ibu Alva Handayani dan motivator Kang Arif Rahman Lubis juga sehingga materinya insya Allah akan lengkap.  Semoga, nanti setelah mojang-mojang mengikuti pelatihan dapat ilmu dan kemantapan dalam mengarungi rumah tangga dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Wallahu A’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 9 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment