Belajar Ilmu Laduni Menurut Islam

Meditasi Ghaib 1

Assalamu’alaykum.Pak Aam, uwa (paman) saya mengaku mempunyai ilmu laduni yang katanya pemberian Allah langsung, padahal menurut keluarganya ibadahnya biasa-biasa saja. Apa yang dimaksud dengan Ilmu Laduni? Apakah kita bisa memilikinya? Mohon penjelasannya. ( Ajeng by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya bu Ajeng dan sahabat-sahabat sekalian, ada dikalangan masyarakat kita yang merasa dan mempercayai tentang ilmu laduni ini. Begini, Ilmu Laduni artinya pengetahuan yang diperoleh seseorang tanpa melalui proses belajar atau tanpa guru. Dalam Buku Ensiklopedi Islam menyebutkan bahwa Ilmu Laduni adalah ilmu batiniah yang bukan merupakan hasil pemikiran; Ilmu Laduni adalah ilmu yang diterima langsung melalui ilham, iluminasi, atau inspirasi dari sisi Tuhan.

 

Dalam kajian Tasawuf dikenal tiga alat untuk berkomunikasi secara ruhaniah, yaitu Qalbu untuk mengetahui sifat-sifat Tuhan, Ruh untuk mencintai Tuhan, dan Sirr untuk musyahadah, yakni menyaksikan keindahan, kebesaran, dan kemuliaan Tuhan secara yakin.

 

Ketiga unsur itu sebenarnya menyatu. Kesatuan itu secara umum disebut qalbu. Jika qalbu tersebut dikosongkan dari segala sesuatu yang buruk dan diisi dengan dzikrullah,  hati akan mencapai pengetahuan yang disebut Laduni.

 

Lalu bagaimana  menurut Islam sendiri apakah ilmu laduni ini ada? Secara khusus memang tidak disebutkan secera jelas, namun dalam Al Quran, terdapat ayat-ayat yang mengisyaratkan Ilmu Laduni yang dikaruniakan Allah kepada Nabi dan Rasul-Nya. Misalnya, ayat-ayat berikut.

promo oktober

 

”Nabi Yusuf a.s. berkata kepada kakak-kakaknya, “Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali  dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku.” (Q.S. Yusuf 12: 93).

 

Perintah Nabi Yusuf ini, dilakukan berdasarkan Ilmu Laduni (ilmu yang Allah berikan tanpa proses belajar), bahwa ayahnya akan melihat kembali apabila bajunya diletakkan pada wajah ayahnya.

 

Kemudian Nabi Ya’qub pun telah mengetahui tentang Nabi Yusuf yang masih hidup melalui ilham (Ilmu Laduni) dari Allah. Sementara anak-anak lainnya tidak mengetahui bahwa Yusuf masih hidup.

 

“Ya’qub menjawab, ’Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Q.S. Yusuf 12: 86).

 

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’qub, lalu kembalilah ia dapat melihat…. ” (Q.S. Yusuf 12: 96)

 

Jadi kesimpulannya menurut saya, Ilmu Laduni hanya diberikan pada nabi dan rasul sebagai mukzijat dan tidak diberikan kepada manusia biasa. Ilmu ini oleh Allah diberikan kepada Nabi dan Rasul sebagai kelebihan dan juga sebagai bekal dakwah untuk menunjukkan kuasa dan kebesaran Allah kepada orang kafir. Dengan demikian para nabi dan Rasul itu dibekali ilmu laduni bukan untuk sombong atau pamer melainkan untuk berdakwah.  

Orang yang mengaku-ngaku mempunyai ilmu laduni apalagi belajar sendiri dengan kondisi spiritual yang lemah, minim atau kurang ibadah maka harus hati-hati karena bisa jadi itu hanya tipu daya jin. Jadi harus diwaspadai tipu daya jin ini yang memberikan seolah-seolah ilmu atau pengetahuan dari Allah, padahal hanyalah tipu daya saja.   Wallahu A’lam.  [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment