Dua Upaya Ini Bisa Dilakukan Jika Buah Hati Tak Kunjung Hadir (bag. 1)

keluarga

PERCIKANIMAN.ID – – Kala kehamilan tak kunjung hadir dalam waktu lebih dari satu tahun, suami istri tentunya akan merasakan kegundahan. Namun, kegundahan itu sama sekali takkan bermanfaat bila tidak memacu daya ikhtiar serta kemauan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Ikhtiar yang dimaksud tentunya berupa upaya yang tidak menyimpang dari tuntunan Islam.

 

Hal ini perlu diperhatikan, karena biasanya bila seseorang tengah panik, kadang upaya yang dilakukan menjadi tak terarah dan cenderung serabutan. Ibarat seseorang yang terpeleset di tepi tebing, ia akan menggapai apa saja yang ia lihat dan ada di dekatnya, walaupun hanya sejumput rumput liar. Secara logis, jelas ia tahu bahwa rumput itu takkan mampu menopang berat badannya, namun tetap ia gapai.

 

Dalam pencapaian keinginan, seseorang biasanya suka terbawa arus dalam melakukan ikhtiar. Misalnya saja Yani yang hampir dua tahun menikah dan belum juga hamil. Ia minta pada Yadi, suaminya, untuk diantar ke Mbah Yayat. ”Kata Ibu Shelly, tetangga kita yang baru pindah minggu kemarin itu, kakak iparnya langsung hamil setelah tiga kali dibawa ke Mbah Yayat. Pengobatannya juga mudah, cuma diurut dan dikasih air putih,” paparnya meyakinkan suaminya.

 

Beruntung Nunung dan suaminya, Mukhlis. Mereka tetap melakukan ikhtiar dalam koridor yang benar, walaupun mereka belum juga memiliki momongan setelah lima tahun menikah. Desakan orang tua dan mertua mereka untuk segera ”menghadiahi’ cucu, mereka hadapi dengan bijak, walau tak jarang Nunung menangis di dalam kamar, karena mertuanya cemberut seharian setelah menimang-nimang Akbar, cucunya Pak Ali, tetangga sebelah rumah.

 

Kalau sudah begitu, untuk menenangkan hatinya yang sedang gundah, ia mengambil Wudlu dan shalat dua raka’at, kemudian berdoa meminta jalan yang terbaik bagi dirinya dan juga suaminya. ”Ya Allah, aku sangat ingin memiliki anak. Bila itu baik untuk kami, karuniakanlah ia kepada kami ya Allah. Namun, bila tidak, maka Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik menurut Ilmu-Mu.” Demikian doanya sambil berurai air mata.

promooktober1

 

Dari sisi medis, ada sejumlah upaya yang dapat dilakukan dalam rangka ikhtiar mengatasi infertilitas. Upaya ini dapat dibagi menjadi dua bagian, Pertama adalah upaya yang dapat dilakukan sendiri (berdasarkan arahan dan bimbingan dokter, tentunya). Kedua adalah upaya yang menuntut campur tangan ahli medis.

 

Berbicara mengenai ikhtiar memperoleh keturunan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengetes kesuburan. Secara sederhana, hal ini dapat dilihat dari siklus menstruasi. Karenanya, biasakanlah mencatat tanggal menstruasi, dari awal hingga akhir. Ciri dari siklus yang subur adalah siklusnya teratur dengan jumlah hitungan hari sama dari satu periode ke periode selanjutnya.

 

Tentu saja, hal ini tidak lepas dari pengaruh sejumlah faktor. Faktor tersebut bisa berupa faktor fisik maupun psikis. Sakit, kelelahan, stres, atau minum obat-obatan tertentu dapat memengaruhi siklus menstruasi seorang wanita. Hal ini juga tidak boleh luput dalam pencatatan, karena sangat diperlukan untuk mengetahui alasan apabila terjadi kekacauan pada siklus menstruasi. Tapi tetap, dalam keadaan normal siklus yang teratur menjadi patokan untuk mengetahui adanya satu sel telur yang keluar pada tiap siklusnya.

 

Dalam satu siklus subur, sel telur yang dikeluarkan akan hidup selama 24 jam. Apabila tidak terjadi pembuahan dalam waktu 24 jam tersebut, sel telur akan mati, dan dalam waktu 14 hari akan terjadi menstruasi. Jadi, untuk menentukan tanggal subur adalah 14 hari sebelum mens yang akan datang. Kalau seseorang siklus –jarak dari satu siklus ke siklus yang akan datang— menstruasinya teratur 28 hari, maka hari subur adalah 28 dikurangi 14 hari.

 

Jadi, masa suburnya jatuh pada hari ke-14, dihitung dari hari pertama mensturasi. Kalau siklusnya 32 hari, masa suburnya adalah 32 dikurangi 14, yaitu hari ke-18. Perhitungan ini hanya dapat dilakukan bila siklus menstruasinya teratur. Yang dimaksud teratur adalah siklusnya sama sekitar 3 – 6 bulan secara berturut-turut.

 

Salah satu ciri ketidaksuburan adalah menstruasi yang tidak teratur. Pada kondisi seperti ini, pola menstruasi yang terjadi adalah with drawal bleeding atau perdarahan destrowel. Maksudnya adalah perdarahan yang disebabkan oleh pelepasan sebagian endometrium atau lapisan dalam rahim yang disebabkan karena masalah hormonal.

 

Banyak sedikitnya jumlah darah mens menggambarkan kondisi di dalam dinding rahim. Makin banyak darah, berarti makin tebal endometriumnya atau rongga rahim yang meluas seperti pada keadaan pembengkakan rahim. Kalau darah yang keluar sedikit, harus diwaspadai, jangan-jangan endometrium terbentuk sangat tipis atau rahim mengecil atau bisa juga ada perlengketan sebagian rongga rahim sehingga sebagian endometrium tak terbentuk.

 

Hal ini menyebabkan janin tidak bisa menempel sehingga kehamilan tidak dapat terjadi. Darah mens yang sedikit juga bisa mengindikasikan ukuran rahim yang kecil. Hal ini dapat terjadi karena perkembangannya tidak sempurna atau karena ada perlengketan-perlengketan yang menyebabkan sel-sel endometrium yang masih berfungsi menjadi sedikit.

 

Demikianlah. Pada wanita, menstruasi dapat dijadikan indikasi kesuburan. Mens yang baik, yang menunjukkan kesuburan, biasanya ditandai dengan sedikit perdarahan pada hari pertama, menjadi banyak pada hari kedua dan ketiga, dan kembali sedikit sampai berhenti pada hari kelima atau ketujuh.

 

Untuk mengetes kesuburan pada pria dibutuhkan pemeriksaan kualitas dan kuantitas sperma. Dalam upaya pengetesan ini, diupayakan tiga hari sebelum pengetesan tidak melakukan aktivitas hubungan intim dengan istri, sehingga memungkinkan mendapatkan sperma dengan kualitas yang baik dan kuantitas yang memadai.

 

  1. Upaya yang Dapat Dilakukan Sendiri

 

Banyak hal yang dapat dilakukan, baik sebagai upaya preventif (pencegahan) agar tidak terjadi infertilitas, maupun kuratif (penanggulangan) bila selama satu tahun pasangan suami istri tak kunjung mendapatkan momongan.

A. Upaya Preventif

Upaya preventif yang dapat dilakukan di antaranya:

  1. Membiasakan pola hidup sehat, yaitu dengan cara makan secara teratur dan tidak berlebihan, cukup istirahat, serta melakukan olah raga secara teratur.
  2. Memperteguh ketahanan mental agar terhindar dari stres. Tak ada cara yang lebih ampuh untuk mendapatkan ketahanan mental yang prima selain keyakinan yang bulat bahwa hanya kepada Allah seluruh makhluk bergantung, hanya kepada Allah pula semuanya memohon pertolongan, dan kepada Allah segala urusan akan kembali.
  3. Menghindari berbagai hal yang dapat menimbulkan penyakit yang berhubungan langsung dengan alat-alat reproduksi, misalnya:
    • Selalu menjaga kebersihan celana dalam dengan menggantinya minimal sehari dua kali. Hal ini harus lebih diperhatikan bila datang bulan. Tidak terjaganya kebersihan di ”wilayah” kelamin dapat menyebabkan keputihan jangka lama, gatal, berbau, dan terasa perih. Keputihan seperti ini dikhawatirkan masuk ke dalam rahim sehingga dapat menyebabkan infeksi dan perlengketan di saluran telur.
    • Untuk laki-laki, hendaknya tidak terlalu sering memakai celana yang ketat dan terbuat dari bahan yang panas, karena suhu ruangan yang panas di sekitar scrotum (kantung buah pelir) dapat mengganggu kualitas hidup spermatozoa yang diproduksi oleh testis. Hendaknya tidak pula berlama-lama dalam ruangan yang panas.

    B. Upaya Kuratif

    Adapun upaya kuratif yang bisa dilakukan antara lain:

    1. Mengatur jadwal sanggama. Jadwal yang baik adalah 3 hari sekali. Dalam tempo tiga hari, produksi spermatozoa yang dihasilkan testis relatif cukup baik. Hari pertama setelah ejakulasi, kualitas sperma kurang baik. Hari kedua agak membaik. Dan hari ketiga baik sekali. Selain itu, dalam jangka waktu 3 hari spermatozoa masih mungkin melakukan pembuahan, sehingga spermatozoa akan selalu siap untuk membuahi sel telur yang matang. Sebenarnya, sperma mampu hidup sampai tujuh hari di dalam rahim, tetapi kemampuan bergerak dan membuahi menurun tajam setelah hari ketiga di dalam rahim.

    2. Berhubungan intim dengan gaya konvensional, yaitu istri telentang di bawah dan suami ”mendatangi” dari atas. Posisi ini akan lebih memungkinkan seluruh sperma yang keluar tertampung dalam liang sanggama sehingga cukup banyak spermatozoa yang berenang menyeberangi leher mulut rahim. Upayakan cairan sperma selama mungkin berada dalam liang sanggama.

    3. Posisi yang terbaik adalah suami berdiri dan istri telentang di tempat tidur. Caranya, dekatkan tempat tidur ke dinding. Beri jarak yang cukup agar suami dapat berdiri di antara dinding dan tempat tidur. Posisi istri menghadap suami dengan pinggul dan pinggang diganjal bantal cukup banyak, sehingga kelamin suami dan istri sama tinggi. Bila telah terjadi ejakulasi, suami melepaskan kelaminnya lambat-lambat sambil melihat adakah sperma yang tumpah. Bila masih ada yang tumpah, berarti posisi pinggul istri kurang tinggi. Tambahkan lagi bantal untuk mengganjal pinggul. Kemudian suami bergeser sambil meletakkan kaki istri ke dinding. Pertahankan posisi ini selama mungkin. Bahkan sampai pagi bila memungkinkan. [ bersambung…. ]

     

    Disarikan dari buku ”KEHAMILAN YANG DIDAMBA karya Dr.H. Aam Amiruddin dan dr. Hanny Rono Sp.OG.

     

     Buku Kehamilan Yang Didamba 1

    Red: admin

    Editor: iman

    Ilustrasi foto: pixabay

     

    (Visited 5 times, 1 visits today)

    REKOMENDASI

    Leave a Comment