Ini Yang Akan Dirasakan Penghuni Surga (tafsir Surat Al Ghaasyiah)

pintu surga

 

 

Bersama: Dr.H.Aam Amiruddin M.Si  

 

PERCIKANIMAN.ID – – Secara umum kehidupan manusia kelak akhir berakhir yang sangat jauh berbeda yakni di surga ( beruntung) dan di neraka (celaka). Amal shalih, pahala dan dosa serta karena rahmat-Nya lah yang menyebabkan seorang manusia menjadi penghuninya. Sebelum memasuki kehidupan tersebut akan diawali dengan peristiwa hari khiamat kemudian hari berbangkit yang dilanjutkan dengan hari pembasalan yakni penghitungan pahala dan dosa. Kondisinya kelak seperti tergambar dalam Surat Al Ghaasyiah berikut ini tafsirnya:

1

Sudah datangkah kepadamu berita hari pembalasan?

Kalimat ini menggunakan gaya bertanya. Namun, kalimat ini bukan untuk dijawab dengan kata-kata, tapi susunan kalimat seperti ini mengajak kita untuk berfikir mendalam, merenung secara sungguh-sungguh, atau bisa juga menggambarkan kedasyatan peristiwa yang menjadi objek pembicaraan.

 

Al Ghasyiah artinya menutup secara rapat. Hari kiamat atau pembalasan disebut Ghasyiah (penutup yang rapat), karena peristiwa ini bisa membuat tertutupnya akal dan kesadaran manusia. Hal ini dijelaskan pada ayat berikut.

promo oktober

”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya goncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar. Pada hari kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (Q.S. Al Hajj 22: 1-2)

 

Ayat ini menggambarkan dasyatnya goncangan kiamat. Pada hari itu wanita yang menyusui akan meninggalkan anak yang sedang disusuinya. Para wanita hamil akan mengalami keguguran. Orang-orang seperti mabuk padahal sebenarnya tidak. Itulah sebabnya hari kiamat disebut Al Ghosyiah artinya peristiwa yang menutupi akal sehat.

2

Banyak muka pada hari itu tunduk terhina

 

Pada hari pembalasan, ada wajah-wajah yang tunduk terhina karena seluruh amal busuknya terbongkar, tidak ada sedikit pun yang terlewatkan, semuanya akan dihisab secara detail dengan perhitungan yang seadil-adilnya.

”Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang di dalamnya, dan mereka berkata, ’Aduh kami celaka, catatan  apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada catatannya. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.” (Q.S. Al Kahfi 18: 49)

 

”Pada hari (pengisaban) ini, Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Q.S. Yaasin 35: 65)

 

Karena itulah wajahnya tertunduk malu, terhina, dan sangat ketakutan menghadapi pembalasan yang sudah nampak di pelupuk matanya. Pada hari kiamat, manusia tidak akan bisa mengelak dari penghisaban yang akurat.

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan pahalanya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (Q.S. Al Anbiyaa’ 21: 47).

3

Bekerja keras lagi kepayahan,

Maksudnya, pada waktu di dunia bekerja keras mencari kenikmatan dunia, namun melupakan bekal kehidupan akhirat. Karenanya, di akhirat mereka merasa payah.

Sesungguhnya Islam tidak melarang bekerja keras mencari harta sebanyak-banyaknya, menggali ilmu sedalam mungkin, mencari kedudukan setinggi mungkin, dan menikmati hasil keringat. Namun, jangan lupa bahwa semua itu merupakan perhiasan dunia, kita tidak akan membawanya pada kehidupan akhirat. Kita harus berusaha menyisihkannya. Agar menjadi bekal akhirat. Inilah yang diingatkan Allah swt. dalam ayat berikut.

”Dan gunakanlah apa yang telah diberikan Allah kepadamu untuk  kehidupan akhirat, dan janganlah melupakan bagianmu dari duniawi dan berbuatbaiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Al Qashah 28:77)

 

Dalam ayat ini Allah swt. menyuruh agar kita menggunakan hasil kerja keras di dunia untuk kehidupan akhirat. Artinya, kita diperbolehkan menikmati kesenangan dunia namun jangan melupakan kehidupan akhirat. Sebab kalau kita melupakannya, dikhawatikan  masuk dalam kelompok bekerja keras lagi kepayahan. Artinya bekerja keras di dunia tapi mengalami kepayahan di akhirat. Bagaimana bentuk kepayahan tersebut?

4

Memasuki api yang sangat panas  

 

Inilah gambaran kepayahan yang akan dialami oleh orang-orang yang tidak berbekal diri untuk akhirat. Seberapa hebat  panasnya? Ayat berikut menjelaskannya.

Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Q.S. Al Kahfi 18: 29).

 

Na’udzubillah, jangankan apinya, uapnya saja bisa menghanguskan wajah. Parahnya, kulit yang sudah terbakar hangus itu akan kembali normal. Tentu saja ini semakin menambah penderitaan. ”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. An Nisa 4: 56).

 

Penghuni neraka bukan hanya dibakar, tapi juga akan mendapatkan makanan dan minuman yang mengerikan.

 

Diberi minum  dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

 

Inilah gambaran mengerikan yang akan dialami ahli nereka, yaitu mereka yang tidak mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Segala usahanya hanya ditujukan untuk mendapatkan kesenangan sesaat, menghalalkan segala cara demi harta dan kedudukan.

 

Pada ayat lain Allah swt. memberi gambaran tentang minuman dan makanan ahli neraka. ”Dan tiada pula makanan sedikit pun baginya kecuali dari darah dan nanah.” (Q.S. Al Haqqah 69: 36). “Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. Ia  sebagai kotoran minyak yang mendidih dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas.” (Q.S. Ad-Dukhaan 44: 43-46).

 

Penghuni neraka akan berteriak minta tolong, namun tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allah swt. “Janganlah kamu berteriak minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami.” (Q.S. Al Mu’minun  23: 65).

 

Sesudah Allah swt. menjelaskan akibat yang akan dirasakan oleh orang-orang yang tidak percaya pada kehidupan akhirat, kemudian dijelaskan imbalan bagi orang-orang yang berusaha menyisihkan sebagian waktu, tenaga, fikiran, dan harta untuk kehidupan akhirat. Mereka bekerja keras mencari kenikmatan dunia, namun tidak menghalalkan segala cara karena mereka yakin bahwa segala perbuatannya harus dipertanggungjawabkan di pengadilan yang Maha Adil, yaitu akhirat.

 

Kalau kita cermati ayat-ayat Al Quran, sering Allah swt. menggunakan pendekatan komparatif (studi banding). Setelah dijelaskan penghuni neraka, lalu dijelaskan pula penghuni surga atau sebaliknya. Ini merupakan cara agar manusia mampu membandingkan dan mengambil kesimpulan yang paling benar dari studi perbandingannya itu.

 

Begitu halnya pada ayat yang sedang dibahas ini. Pada bagian awal, Allah menjelaskan penghuni neraka, pada penggalan ayat berikut ini dijelaskan penghuni surga. Seperti apakah imbalan yang akan mereka dapatkan ?

8

Banyak muka pada hari itu berseri-seri

Ini adalah ungkapan yang sangat indah. Allah menggambarkan kebahagiaan ahli surga dengan memberi gambaran keceriaan pada wajahnya karena wajah adalah bagian dari tubuh manusia yang paling menjadi perhatian. Saat kita bertemu atau melihat seseorang, yang pertama kali kita perhatikan biasanya adalah wajahnya. Nah, pada ayat ini Allah menggambarkan bahwa penghuni surga itu wajahnya berseri.

 

9

Merasa senang karena usahanya

Wajah mereka berseri bukan tanpa usaha, tapi hasil dari kerja yang sungguh-sungguh, tanpa mengenal lelah. ”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali Imran 3:142).

 

Kita akan menghadapi berbagai ujian hidup untuk bisa mendapatkan surga Allah. ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan, ’Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar keimanannya dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta keimanannya.” (Q.S. Al Ankabut 29: 2-4).

 

Apabila berbagai ujian itu bisa kita lewati secara baik dan elegan. Sudah dipastikan Allah akan memberikan kenikmatan abadi yaitu,

 10

Dalam surga yang tinggi

Surga adalah simbol kenikmatan abadi. Allah swt. menyediakan surga sebagai imbalan bagi orang-orang yang mampu melewati berbagai ujian, baik ujian kenikmatan ataupun ujian penderitaan.

 

Apabila Allah swt. memberikan berbagai kemudahan, berupa kemudahan dalam mendapatkan harta, jodoh, anak, ilmu, kedudukan, dan pengikut, sesungguhnya ini merupakan ujian  kenikmatan. Hati-hati dengan ujian macam ini, betapa banyak orang yang akhirnya terlena, misalnya Fir’aun yang menjadi penguasa zalim dan takabur serta Qarun yang menjadi hartawan kikir.

 

Banyak orang yang tidak lulus dengan ujian kenikmatan, namun tidak sedikit mereka yang tidak lulus dengan ujian penderitaan, berupa ketakutan, kekecewaan, kekurangan harta, jiwa, dan lain-lain. ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqarah 2: 155)

 

Allah swt. hanya akan memberikan surga-Nya kepada orang-orang yang mampu melewati ujian kenikmatan ataupun kepahitan. Manusia diciptakan untuk diuji, siapa di antara mereka yang paling baik amalnya. ”Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. Al Mulk 67: 2).

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Allah rido terhadap mereka dan mereka pun rido kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan  bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (Q.S. Al Bayyinah 98: 6-8).

 

Apa yang akan dirasakan ahli surga ?

 

 

Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas yang terletak 111213141516di dekatnya), bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.

 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Betapa indahnya gambaran surga. Semoga Allah memberikan kenikmatan ini pada kita. Semoga kelak kita menjadi penghuni surga yang digambarkan tersebut. Amin ya Rabbal A’lamin. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 13 times, 7 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment