Anak Keracunan Makanan? Begini Tanda dan Pencegahannya

Anak Makan 3

Oleh: Dr. Eddy Fadlyana, SpA(K)., M Kes*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Keracunan makan merupakan hal biasa di Indonesia namun hendaknya tidak disepelekan. Sebab, jika tidak ditangani segera dapat menimbulkan hal yan lebih buruk bahkan hingga kematian. Keracunan makanan juga sering terjadi pada anak-anak. Salah satu sebabnya adalah kurangnya kebersihan atau tempat jajanan anak-anak sekolah yang tidak terkontrol. Untuk itu para orangtua perlu mewaspadai dan memperhatikan makanan buah hatinya.

 

  • Penyebabnya

 

Keracunan makanan merupakan sejenis penyakit saluran cerna yang disebabkan oleh makanan yang telah dicemari racun, biasanya bakteria. Jika makanan telah dicemari bakteria, bakteria akan menghasilkan racun yang dikenal sebagai toksin. Toksin memberi dampak langsung pada lapisan usus dan menyebabkan peradangan. Ada pelbagai jenis bakteria yang menyebabkan keracunan makanan, tetapi yang paling sering ialah salmonella, shigelia, staphylococcus, dan E.coli. Penyebab lain keracunan makanan yaitu bahan kimia, racun serangga, dan beberapa jenis tumbuhan.

 

Makanan yang berpotensi tercemar yaitu makanan yang sudah basi, makanan mentah terutama daging, telur, dan sea food, juga makanan yang dimasak setengah matang atau makanan yang matang tetapi tercemar oleh kuman. Produk-produk makanan ini bisa tercemar pada saat penyimpanan sebelum dimasak, proses pembuatan, atau penyimpanan setelah makanan tersebut siap saji.

 

  • Gejalanya

 

Setelah mengonsumsi makanan yang terkena racun, biasanya antara 3-24 jam akan timbul gejala yang bervariasi tergantung dari kuman yang mencemari. Gejala umum yang terjadi yaitu mual, muntah, diare, serta rasa keram pada perut dan kadang disertai demam. Jika hal ini berlangsung terus, pasien akan kekurangan cairan (dehidrasi) juga kekurangan elektrolit. Apabila keadaan ini terjadi pada pasien yang sudah mempunyai penyakit kronis lain, tentu dapat berakibat fatal.

promo oktober

 

  • Penanggulangan

 

Penanganan awal, di rumah atau di tempat kejadian, yang terpenting adalah menggantikan cairan yang keluar secara adekuat (rehidrasi). Korban keracunan tidak boleh jatuh dalam keadaan dehidrasi. Cairan untuk rehidrasi yang tebaik yaitu jika ada larutan elektrolit atau oralit. Jika tidak tersedia, tentunya larutan gula dan garam juga dapat diberikan. Pasien segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Penggunaan obat-obat anti muntah, anti diare, dan penetral racun sebaiknya atas anjuran dokter.

 

  • Upaya Pencegahan

 

Beberapa anjuran untuk mencegah keracunan makanan.

  1. Hindari makanan yang sudah basi dengan cara mengenali bentuk maupun rasanya. Jangan mencicipi makanan yang diduga telah rusak.
  2. Pada saat belanja di pasar atau swalayan, ambil dahulu belanjaan selain makanan, kemudian bahan makanan yang dikemas atau kalengan, dan yang terakhir baru makanan segar seperti daging, sayur, dan telur.
  3. Periksalah bahan makanan kalengan, jangan mengambil jika kemasan terlihat rusak, menggelembung, penyok dan sebagainya, periksalah tanggal kadaluarsanya.
  4. Jangan minum susu, makan telur, atau ikan mentah, apalagi jika menderita sakit atau mempunyai kelainan pada sistem imunitas (kekebalan) tubuh.
  5. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penyimpanan makanan dalam lemari es:
    • Segera simpan daging, sayur, susu, telur, dan bahan makanan segar lainnya ke dalam lemari es.
    • Buanglah makanan yang sudah disimpan terlalu lama.
    • Seringlah periksa apakah lemari bekerja baik atau pada temperatur yang sesuai.
    • Periksalah dan jangan biarkan air daging mentah menetes dan mengenai makanan lainnya di lemari es.
    • Jangan biarkan makanan menumpuk, seringlah memilih makanan dan buang segera jika sudah ada tanda-tanda rusak atau berjamur.
  6. Jangan biarkan makanan hangat atau dingin pada suhu kamar terlalu lama.
  7. Masaklah ikan sampai matang. Lebih baik ikan dimakan segera setelah matang.
  8. Jangan sampai makanan sisa lebih dari tiga hari di lemari es.
  9. Melelehkan makanan beku harus dengan air dingin biasa, jangan diamkan pada suhu kamar.
  10. Selalu memanasi makanan sampai sedikitnya bersuhu 165oF atau 75o
  11. Benar-benar cuci bersih semua alat masak, termasuk talenan, setelah dipakai, terutama setelah memotong daging ayam.
  12. Jangan memotong sayuran di talenan bekas memotong daging sebelum talenan dicuci. Perlu diingat bahwa talenan kayu lebih dapat terkontaminasi oleh bakteria dibandingkan dengan talenan terbuat dari plastik. Walaupun begitu, cuci bersih semua talenan dengan sabun setelah dipakai.
  13. Cuci tangan sebelum dan sesudah memotong daging, apalagi daging ayam. Jangan mengerjakannya bila terdapat luka pada tangan.
  14. Cuci dan simpanlah semua alat masak termasuk pembuka kaleng, parutan, ataupun ulekan dalam keadaan bersih. Mesin penghalus daging, bumbu, atau bahan makanan lain juga harus dicuci segera sehabis dipakai.
  15. Jangan menaruh daging matang pada piring bekas menaruh daging mentah.
  16. Cuci bersih semua buah dan sayur dengan air mengalir. Semoga bermanfaat. [ ]

 

 

*Penulis adalah Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment