Bolehkah Cucu Dapat Hibah Sementara Anak Sendiri Tidak?

Hibah 2

Assalamu’alaykum. Pak Aam ,ada orangtua yang enggan membagikan harta warisannya sesuai dengan syariat Islam. Malah ada anak dan cucu kesayangannya mendapat harta lebih dengan alasan karena hibah setelah wafat. Apakah ini dibenarkan dalam Islam?Bagaimana pembagian harta waris menurut Islam? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Rizky by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Rizky dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Begini, kalau harta itu sudah ditetapkan akan tetapi didapatkan setelah yang memberinya wafat berarti harta itu bukan hibah tetap harta wasiat. Hal ini jelas tidak boleh dengan berdasarkan pada sabda Rasulullah Saw:

 

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberi masing-masing orang haknya, maka tak ada harta wasiat bagi ahli waris.” [HR. Ibnu Majah].

 

Hal ini perlu dipahami sebagai seorang muslim bahwa warisan itu harta yang kita dapat setelah orangtua meninggal dunia. Kalau sekarang kita mengatakan bahwa ini untuk kakak, ini untuk adik, bahkan ini untuk cucu yang didapat setelah orangtua meninggal maka itu bukan warisan melainkan wasiat. Sementara orangtua itu tidak boleh berwasiat kepada orang-orang (anak-anaknya) yang pasti dapat waris. Orangtua tidak boleh berwasiat kepada anak-anaknya soal hartanya karena sudah pasti akan dapat warisan.

 

Sementara hibah adalah harta yang sudah menjadi milik yang menerima sejak kita hidup. Kalau perlu sertitifatnya harus sudah diurus ketika kita masih hidup. Orangtua menghibahkan tanahnya kepada anaknya harus sudah diurus ketika masih hidup sehingga ketika meninggal tidak menjadi masalah. Dengan demikian hibah adalah harta yang kita dapatkan ketika kita masih hidup dan yang menghibahkan (orangtua) tersebut masih hidup. Selama ini terjadi kekeliruan dikalangan orangtua yang menghibahkan hartanya kepada anaknya tetapi dimiliki ketika orangtuanya sudah meninggal. Hal ini masuk kategori wasiat, sementara hukum berwasiat kepada ahli waris tidak boleh.

kalender percikan iman 2018

 

Namun bagi orangtua yang akan menghibahkan hendaknya memperhatikan pesan Rasulullah,

 

Adil lah kamu kepada anak-anakmu

 

Hal ini menjadi peringatan yang penting. Orangtua tidak boleh pilih kasih sehingga ada istilah anak kesayangan yang akan mendapat harta hibah lebih besar. Ini hal yang keliru dan tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

 

Terkait pembagian waris ini untuk lebih detailnya Anda bisa langsung konsultasi kepada ulama atau ustadz, sebabnya nantinya akan dihitung juga berapa saudara laki-laki dan perempuan serta hal lainnya. Jadi menurut hemat saya Anda lebih baik langsung berkonsultasi. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

(Visited 1 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment