Shafiyyah binti Abdul Muthalib, Wanita Pertama yang Membunuh Orang Musyrik

Musafir Muslimah

PERCIKANIMAN.ID – – Shafiyyah binti Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf Al-Qurasyiyyah Al-Hasyimiyyah. Bibi Rasulullah, dan ibu dari Az-Zubair bin Al-‘Awwam adalah seorang penolong Rasulullah yang juga saudara kandung Hamzah, Sang Singa Allah.

Shafiyyah merupakan pemilik akal yang cerdas dan pemberani. Dia menyaksikan banyak peperangan bersama Rasulullah, dia termasuk salah seorang mujahidah yang sabar terhadap berbagai ujian. Di antara kisah-kisah yang tercatat dalam sejarah tentang mujahidah tersebut salah satunya adalah kisahnya pada Perang Khandaq, dimana seluruh kaum muslimin keluar untuk berperang bersama Rasulullah dan beliau meninggalkan para wanita dan anak-anak dalam benteng bersama Hassan bin Tsabit di Madinah.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Az-Zubair, dari ayahnya, dia mengatakan, “Shafiyyah binti Abdul Muthalib sedang berada di salah satu sisi yang tinggi dari benteng Hassan bin Tsabit, dia mengisahkan, ‘Saat itu, Hassan berada bersama kami di dalam benteng bersama para wanita dan anak-anak, karena Rasulullah sedang menghadapi Perang Khandaq. Lalu ada seorang laki-laki Yahudi datang mengintai kami dan berkeliling benteng. Sementara itu, Bani Quraizhah juga ikut memerangi kaum muslimin dan memutuskan perjanjian di antara mereka dan Rasulullah, dan tidak ada orang yang melindungi kami dari mereka, karena Rasulullah sedang berada di hadapan musuh dan tidak mungkin kembali kepada kami untuk menolong jika ada orang yang datang kepada kami.’

Shafiyyah mengatakan, ‘Maka aku pun berkata, ‘Wahai Hassan, orang Yahudi itu telah berkeliling benteng sebagaimana yang engkau lihat. Aku tidak bisa menjamin kalau dia tidak akan memberitahukan keberadaan kita kepada orang-orang Yahudi lainnya. Maka turunlah engkau kepadanya dan bunuhlah dia.’ Hassan menjawab, ‘Semoga Allah mengampuni engkau wahai putri Abdul Muthalib. Demi Allah, sungguh engkau telah mengetahui bahwa aku tidak mungkin melakukan ini.’ Shafiyyah mengatakan, ‘Ketika Hassan berkata demikian dan aku melihat dia tidak memiliki senjata apapun, maka aku pun bersegera mengambil sebuah tongkat besi dan turun dari benteng menuju orang Yahudi tersebut, lalu aku memukulnya dengan tongkat sampai aku berhasil membunuhnya, kemudian aku kembali lagi ke dalam benteng.”

Yunus mengatakan, “Dialah wanita pertama yang membunuh laki-laki dari kalangan kaum musyrikin.”

promooktober1

Bayangkanlah wanita yang kuat dan pemberani ini, dialah orang yang merasa takut jika dirinya dan para wanita yang berada bersamanya akan menjadi celah untuk kekalahan Islam, maka dia pun bangkit untuk menutup celah tersebut dengan penuh keberanian dan kekuatan, lalu dia membunuh laki-laki Yahudi itu. Sehingga sejarah pun mencatatkan namanya sebagai wanita pertama yang membunuh lelaki musyrik.

Selain Shafiyyah bertekad untuk menjadi pejuang di jalan Allah dengan jiwanya, dia pun telah menjadikan Az-Zubair, putranya, sebagai pasukan Quraisy yang paling kuat dan paling disegani oleh musuh, sehingga mereka mengenalnya sebagai putra Shafiyyah. Ketika Malik bin ‘Auf dan kaum musyrikin yang bersamanya melarikan diri setelah Perang Hunain, kaum muslimin pun mengejar mereka, dan di antara kaum muslimin yang mengejar itu ada Az-Zubair bin Al-‘Awwam.

Al-Waqidi mengatakan, “Dia berkata (yakni, Malik bin ‘Auf kepada orang-orang yang melarikan diri bersamanya), ‘Apa yang kalian lihat?’ Mereka menjawab, ‘Kami melihat seorang laki-laki berada di antara dua orang laki-laki lainnya, dia memakai ikat kepada kuning dan berjalan kaki di atas tanah serta meletakkan tombaknya di atas pundaknya’.” Malik pun berkata, “Itu adalah putra Shafiyyah, Az-Zubair. Demi Allah dia pasti akan menyingkirkan kalian dari tempat kalian ini.

Demikian wanita pemberani itu telah membentuk seorang pahlawan gagah berani yang mencerai beraikan pasukan musuh, dan mereka mengenalnya dengan sebutan putra Shafiyyah. Keutamaan apakah yang akan dicapai dan diperoleh oleh wanita mukminah yang kuat dan pemberani ini ketika dia membela agama Allah dengan jiwanya sendiri, lalu dia pun melahirkan untuk agamanya salah seorang pahlawan di antara deretan pahlawan Islam, salah seorang pemimpin di antara para pemimpin kaum muslimin, juga salah seorang yang diberi kabar gembira berupa surga. [ ]

 

BACA JUGA: Kisah Mujahidah Pertama Dalam Islam 

 

Red: riska

Editor: iman

ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment