Kisah Sumayyah binti Khayyath, Syahidah Pertama Dalam Islam

Mujahidah Islam 2

PERCIKANIMAN.ID – – Sumayyah Ummu Ammar bin Yasir, ibunya adalah budak milik Hudzaifah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi. Sedangkan Yasir adalah seorang yang berada di bawah perlindungan Haudzaifah, lalu dia dinikahkan dengan Sumayyah, hingga lahirlah ‘Ammar yang kemudian dimerdekakan oleh Abu Hudzaifah. Sumayyah termasuk golongan wanita pertama yang masuk Islam, dia juga termasuk orang yang disiksa di jalan Allah dengan siksaan yang sangat kejam.

Diriwayatkan dari Abu Ishaq, dia mengatakan, “beberapa orang dari keluarga ‘Ammar bin Yasir menceritakan kepadaku bahwasanya Sumayyah disiksa oleh orang-orang dari kalangan bani Al Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum karena keislamannya hingga mereka membunuhnya.” Rasulullah pernah menyaksikan saat ‘Ammar, ibunya, dan ayahnya disiksa di padang pasir Mekah yang sangat panas, maka beliau berseru, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surga.”

Sungguh, Sumayyah adalah wanita pertama yang syahid di dalam Islam, dan dia adalah wanita pertama yang mengumumkan keislamannya secara terang-terangan.

Mujahid mengatakan, “Orang-orang yang menunjukkan keislamannya secara terang-terangan di Mekah ada tujuh: Rasulullah, Abu Bakar, Bilal, Khabbab, Shuhaib, ‘Ammar, dan Sumayyah. Adapun Rasulullah dan Abu Bakar terhindar dari siksaan kaumnya. Sedangkan yang lainnya, ada yang dipakaikan baju besi kemudian dipanggang di bawah terik matahari, sedangkan bagi Sumayyah setelah sebelumnya disiksa dengan kejam, Abu Jahal mendatanginya dan menusuknya dengan tombak pendek hingga terbunuh. Oleh karenanya ketika Abu Jahal terbunuh pada Perang Badar, maka Nabi berkata kepada ‘Ammar, “Allah telah membunuh pembunuh ibumu.”

Demikianlah, kehidupan wanita pertama yang gugur sebagai syahid di dalam Islam. Dialah wanita muslimah pertama yang merelakan jiwanya di jalan Allah. Meskipun dia merasakan segala macam bentuk penyiksaan, namun dia tidak takut dan tidak menyerah, dia tetap pada keislamnnya walaupun menghadapi siksaan yang telah membuat kedua orang  laki-laki terdekatnya (‘Ammar dan ayahnya) melindungi diri mereka dengan menunjukkan kekufuran pada lisan sedangkan hati mereka tetap tenang dalam keimanan. Allah telah memaafkan orang-orang yang dengan kondisi seperti mereka berdua, yaitu melalui firman-Nya:

kalender percikan iman 2018

Kecuali orang-orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa).” (An-Nahl: 106)

Sedangkan Sumayyah, dia tetap berpegang teguh pada kesabaran dan menanggung siksaan serta menolak memenuhi permintaan kaumnya untuk kembali kufur setelah beriman, sehingga mereka menghilangkan nyawanya, dan dia menjadi wanita pertama yang syahid dalam Islam.

 

BACA JUGA : Kisah Ummu Hakim, Wanita Calon Penghuni Surga

Wahai saudariku, apakah kita sanggup menanggung segala sesuatu di jalan Allah? Ataukah kita akan mundur karena lemahnya keimanan kita dan lemahnya ketergantungan kita terhadap Allah? Akan tetapi, semoga barisan –barisan kalimat yang sedikit jumlahnya namun sangat agung faedahnya itu akan menjadi sebaik-baik petunjuk bagi kita pada jalan menuju Allah. Semoga, para muslimah masa kini dapat hidup dengan hati mereka bersama para wanita mukminah terdahulu, serta melalui lembaran-lembaran sejarah ini, mereka dapat hidup dalam perjalanan keimanan yang mengantarkan mereka pada pengetahuan tentang romansa para muslimah terdahulu.

Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu wahai Sayyidah Sumayyah, wahai orang yang telah menetapkan jalan pengorbanan dengan jiwanya di jalan Allah agar menjadi pelajaran bagi seluruh muslimah pada masa-masa yang akan datang. [ ]

 

Buku 66 Muslimah Pengukir Surga 2a

 

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment