Wanita-Wanita Mulia Dambaan Surga

Musafir Muslimah

PERCIKANIMAN.ID – – Secara umum  ada lima wanita utama dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, yaitu Hawa, Sarah, Maryam, Khadijah dan Fatimah. Secara umum juga, dalam al-Qur’an dibuat karakter secara analitif bagi wanita-wanita pejuang, wanita suci, wanita pengkhianat, dan wanita penggoda.

 

Simbol wanita pejuang ada pada diri Khadijah istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Khadijah yang mengusap air mata Rasulullah ketika sedih dan memberinya harta untuk membantu beliau dalam berdakwah. Seorang wanita diutamakan bukan karena perawan atau tidaknya, tapi suci atau tidak sucinya. Sebab, ada yang masih perawan tapi tidak suci dan ada juga yang suci tapi tidak perawan, seperti para janda yang menjaga dirinya.

 

Potret wanita suci ada pada diri Maryam. Wanita pengkhianat ada pada istri Nabi Nuh ‘Alaihis Salam dan istri Nabi Luth ‘Alaihis Salam. Seorang istri yang tidak shalihah walaupun suaminya seorang Nabi, biasanya anaknya bejat. Akan tetapi, walaupun lakinya sekelas Fir’aun dan wanitanya suci, maka lahirnya dua anak yang hebat di tangan Asiah, yaitu Musa dan Masyitha. Peran ibu memang sangat strategis dalam mendidik anak. Sedangkan simbol wanita penggoda itu adalah Imra’atu Fir’aun.  Walaupun Zulaikha adalah tipe penggoda yang disebutkan dalam al-Qur’an, akan tetapi, ia bertaubat akan semua kesalahannya itu.

 

Seorang wanita itu mempunyai sesuatu yang berbahaya bagi laki-laki, yaitu mental Muraawadhah (dalam surah Yusuf) atau mental servisis yang baik dan mampu membuat laki-laki jatuh hati. Oleh sebab itu, nikmat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin  untuk lebih memperat tali keluarga, jangan sampai para istri kalah telak Muraawadhah-nya oleh sekretaris-sekretaris di kantor. Kelemahan laki-laki adalah mudah tergoda. Untuk itu wahai para wanita! Alokasikan potensimu itu (muraawadhah) karena Allah, sehingga membuat suamimu “berlutut” kepadamu dan merasa tidak perlu melirik sekretarisnya di kantor. Kekuatan wanita lainnya adalah kelembutan, kesetiaan dan kepasrahan.

 

Laki-laki itu tidak bisa hidup tanpa perempuan, tapi perempuan bisa hidup tanpa laki-laki. Agar lebih memahami wanita-wanita dambaan Qur’an, maka perlu kita membahas beberapa wanita yang telah dijadikan al-Qur’an sebagai simbol kemuliaan.

donasi perpustakaan masjid

 

  1. Hawa (Wanita tercantik di dunia)

 

Hawa, dia adalah wanita yang paling cantik  sedunia, cantik fisik dan hati.  Karena diciptakan langsung oleh tangan Allah Subhanahu wa Ta’aala. Hawa adalah pendamping setia Nabi Adam ‘Alaihis Salam dalam suka dan duka. Wanita dengan kelembutan, kesetiaan dan kepasrahannya mampu menaklukkan laki-laki manapun, sehingga ini menjadi senjata pamungkas bagi perempuan yang harus pintar dikendalikan.

 

Hawa terlahir sebagai wanita surga, dalam al-Qur’an dijelaskan;

 “Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”.( QS. Al Baqarah : 35 )

 

Sejak awal Allah Subhanahu wa Ta’aala telah memuliakan nenek moyang manusia dengan terlahir sebagai penghuni surga dan memberikan fasilitas surgawi. Memulai rumah tangga dengan kesuciaan dan ketaatan sehingga mendatangkan kemuliaan dan rezeki yang berlimpah.

 

Dalam rumah tangga pasti ada dinamikanya. Justru dinamika itu yang menjadi pemanis. Jangan terlalu fokus pada musibah, karena tipe wanita itu paling susah melupakan orang yang menyakitinya dan wanita biasa berpura-pura tidak tau kalau ia telah menyakiti.

 

Surga pertama kali yang ditempati oleh Nabi Adam masih ada ujian, yaitu “Jangan dekati” . Jangan dekati apalagi berfikir untuk mencoba. Hal ini tentu pada hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’aala. Karena, ketika sudah mendekat godaannya akan semakin besar dan sangat susah untuk dihindari. Contoh, ketika jalan-jalan ke mall, melihat diskon besar-besaran pasti mengundang rasa keinginan yang besar, ketika mendekat, bisa ditebak apa yang akan terjadi?

 

 

Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan

 

Di dalam rumah ada jin khusus bagi pasangan suami istri yang bertugas untuk memecah hubungan dan jin itu tidak suka dengan keluarga yang harmoni. Jika tidak mempan disaat sadar, maka saat tidur dikasih mimpi, mimpi yang menjelek-jelekkan suami, sehingga menumbuhkan ketidaknyamanan istri kepada suaminya. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Hai Adam, sesungguhnya iblis itu adalah musuh bagimu dan juga musuh bagi istrimu”. Tentu Adam melindungi Hawa dan sebaliknya Hawa melindungi Adam. Mereka saling menjaga dan saling mempercayai satu sama lain.

 

Akan tetapi, Adam dan Hawa menjadi korban pertama tipu muslihat Iblis, karena mereka tidak sungguh-sungguh menjadikan iblis sebagai musuh utama. Amarah menakutkan itu tidak pernah berhenti terngiang di telinga Adam dan Hawa, ada rasa getir dan menyesal yang bercampur aduk menjadi satu. Karena telah menganiaya diri sendiri sehingga tetesan air matanya tidak pernah berhenti mengalir.

Buku 66 Muslimah Pengukir Surga 2a

Nabi Adam ‘Alaihis Salam tidak larut dalam kesedihannya sehingga menyalahkan Tuhan, namun ia menangis dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala:

 

 

“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Al-A’raf: 23)

 

Inilah sekelumit potret perjalanan Hawa yang dilukiskan dalam al-Qur’an. Dari suci kemudian tergoda, terlempar ke bumi, tapi kemudian diberikan lagi tempat yang mulia karena bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala.

Berikutnya adalah adalah Sarah dan Fatimah…..

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 1 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment