Belum Dapat Momongan? Kenali Penyebab Suami Tidak Subur

Suami Istri Berdua 3

PERCIKAIMAN.ID – – Sebelumnya telah dibahas beberapa penyebab wanita atau istri susah hamil atau mengandung. Berikut ini ada hal-hal yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria antara lain:

  1. Kurangnya kemampuan testis (buah pelir) dalam menghasilkan sperma normal.

Hal ini bisa disebabkan antara lain oleh penyakit gondok yang menyerang saat usia di atas 12 tahun atau sejumlah penyakit lainnya seperti varicocele (pelebaran pembuluh darah balik dalam testis). Varicocele akan mengakibatkan saluran sperma berdekatan dengan aliran darah yang suhunya sama dengan suhu tubuh. Akibatnya, sperma menjadi terlalu panas dan tidak bisa berkembang dengan baik.

2. Sperma yang dihasilkan memiliki kualitas yang buruk dan kuantitas yang sedikit.

Hal ini disebabkan oleh: Kebiasaan merokok,mengonsumsi alkohol, mengonsumsi obat-obatan secara tidak terkontrol, terlalu banyak minum kopi. Kafein yang terdapat dalam kopi, bila dikonsumsi terlalu banyak dapat menimbulkan kerusakan pada sperma dan olusi air, tanah, dan udara yang berada di ambang batas aman pun dipercaya sebagai faktor yang turut ”bertanggung jawab” atas buruknya kualitas dan kuantitas sperma.

3. Turunnya kebugaran fisik karena kurang bergerak/olah raga atau kurang gizi dan peningkatan temperatur dalam scrotum (kantung buah pelir).

promooktober1

Bila testis dan sperma di dalamnya tidak lebih dingin daripada suhu badan, kesuburan akan berkurang. Peningkatan temperatur ini dapat terjadi misalnya karena kebiasaan memakai celana dalam ketat dari nilon.

 4. Stres fisik dan/atau psikis.

Stres secara fisik juga akan mempengaruhi kebugaran tubuh dan berdampak pula pada kondisi psikologis. Tubuh dan psikis yang mengalami stres akan membuat hormon bekerja tidak lagi sesuai fungsinya secara maksimal.

 

BACA JUGA: Penyebab Infertilitas Pada Istri

Ada pula penyebab infertilitas yang bisa terjadi pada pria dan pada wanita, stres misalnya. Stres bisa memengaruhi kualitas spermatozoa walaupun tidak dalam bilangan yang ekstrem. Pada wanita, stres dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada waktu penempelan zygote/bakal janin pada endometrium (nidasi). Bakal janin masuk ke dalam rongga rahim sekitar tujuh sampai delapan hari sebelum tanggal menstruasi yang akan datang.

Bakal janin yang berbentuk suatu bangunan yang terdiri atas beberapa puluh sel ini akan berusaha membentuk ”akar” sehingga ia tidak berguling ke sana kemari oleh pergerakan ibunya, juga untuk mengambil makanan dari tubuh ibunya. ”Akar” atau yang kita kenal dengan sebutan plasenta itu akan berkembang cepat mengitari dasar calon janin yang berkontak dengan endometrium, untuk itu dibentuk zat yang dibutuhkan untuk menembus endometrium yang kita kenal dengan nama Beta HCG (Beta Human Chorionic Gonadotropin) yang nantinya dalam kadar sekitar 25 mIU akan dapat dideteksi dalam air seni untuk tes kehamilan.

Sambil bakal janin menyempurnakan plasentanya, ia juga segera tumbuh memanjang ke atas sehingga pada keesokan harinya (tujuh hari sebelum menstruasi) calon janin ini sudah berbentuk suatu pipa panjang dengan plasenta sederhana yang menghubungkannya dengan dasar (endometrium). Hormonal tubuh ibu yang dibentuk karena stres akan merusak dan mengganggu sehingga calon janin ini tidak dapat bertahan hidup dan menstruasi akan kembali setelah beberapa hari. Kejadian seperti ini sebenarnya merupakan suatu bentuk keguguran yang dini.

Faktor penyebab ketidaksuburan seperti diurai di atas, mungkin hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak faktor-faktor lain yang sampai saat ini belum diketahui. Namun, sejumlah faktor tersebut kiranya cukup bagi kita untuk dapat membuka mata bahwa banyak di antara faktor penyebab ketidaksuburan tersebut yang merupakan akibat ulah manusia itu sendiri. Misalnya saja terlalu banyak minum kopi. Mungkin, kelihatannya hal ini sepele.

Namun, kalau kita mau merenungkan, menafakuri, dan memikirkan setiap ayat-ayat Al Quran dengan saksama, kita akan begitu takjub dan tercengang, karena ternyata penemuan-penemuan medis selalu sesuai dengan ayat-ayat-Nya. Kita kembali pada contoh sederhana di atas, yaitu terlalu banyak minum kopi. Dalam Surat Al A’raf (7) ayat 31 disebutkan,

Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.

 

BACA JUGA: Sebab-Sebab Istri Tidak Subur

Dalam ayat lain disebutkan,

 

”Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia”. (Q.S. Thaahaa 20: 81)

Dua ayat di atas, tampaknya cukup mewakili bahwa Allah telah memberikan peringatan (warning) agar manusia tidak bertindak melampaui batas dalam hal makan dan minum. Ternyata, benarlah adanya bahwa pelanggaran terhadap peringatan Allah tersebut akan berdampak negatif pada manusia itu sendiri. Berbagai penemuan medis telah membuktikan hal tersebut. Kita ambil satu contoh lagi yang berhubungan langsung dengan masalah infertilitas. Seseorang yang tidak dapat mengendalikan diri dalam makan dan minum, akan berisiko obesitas atau kegemukan. [ ]

Disarikan dari buku ”KEHAMILAN YANG DIDAMBA” karya Dr. H.Aam Amiruddin, M.Si dan dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG (K), M.M.

 

Buku Kehamilan Yang Didamba 1

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment