Hukum Mengeluarkan Sperma Diluar Menurut Islam

Suami istri 3a

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, Alhamdulillah saya sudah menikah namun saat ini, saya dan istri masih kuliah. Kami sepakat  untuk menunda memiliki anak atau hamil. Untuk itu dalam berhubungan intim, kami melakukan coitus interuptus atau menumpahkan sperma diluar. Bagaimana hukumnya dalam Islam apakah boleh?. Bagaimana juga hukum menunda kehamilan (KB) menurut Islam apakah sama dengan menolak takdir? Metode KB apa yang dibolehkan dalam Islam?. Mohon penjelasannya. ( Andri by email)

 

 

Wa’alaykum Wr Wb. Iya kang Andri dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah, secara pribadi saya mengapreasi langkah Anda yang sudah menikah meski masih kuliah. Tentu apa yang Anda lakukan jauh lebih baik dari pada terjebak dalam aktivitas pacaran yang sangat mungkin bisa terseret dalam melakukan kemaksiatan.

 

Begini kang Andri dan sahabat-sahabat sekalian, sebenarnya dalam pertanyaan Anda ada dua persolan yang perlu saya analisis. Pertama, masalah hukum coitus interuptus atau istilahnya azl yakni mengeluarkan sperma diluar rahim, dan kedua, masalah hukum menangguhkan kehamilan atau KB, dengan alasan masih kuliah.

 

Dalam istilah medis coitus artinya hubungan seksual, sedangkan interuptus artinya terputus. Jadi, coitus interuptus artinya sanggama terputus, yaitu sperma dikeluarkan tidak di lubang vagina, tetapi di luar. Jadi, coitus interuptus merupakan salah satu cara atau teknik mencegah kehamilan yang sudah lama dikenal. Jauh sebelum cara KB modern ditemukan dan dipraktekkan maka cara coitus interuptus atau azl ini sudah dilakukan masyarakat.

 

Para peneliti bidang seksologi menyebutkan bahwa cara seperti ini tingkat kegagalannya cukup tinggi, bisa sampai 50%. Disinyalir bahwa teknik ini akan banyak berhasil apabila pihak suami mampu mengendalikan diri, karena dia yang paling tahu kapan sperma itu sudah akan keluar. Biasanya, suami terlena dengan kenikmatan, sehingga sangat besar peluang sperma itu tumpah ke dalam vagina. Menurut para seksolog ini, teknik kontrasepsi ini memiliki risiko kegagalan lebih kecil.

donasi perpustakaan masjid

 

Menggunakan kondom sebenarnya lebih baik untuk mencegah kehamilan dibandingkan coitus interuptus, namun memang tidak semua pasangan menyukai penggunaannya karena dianggap mengurangi kenikmatan. Oleh sebab itu, banyak pasangan yang memilih teknik coitus interuptus, walaupun mereka sadar tingkat kegagalannya cukup tinggi.

 

Sesungguhnya Islam tidak melarang menggunakan teknik coitus interuptus, karena zaman Rasulullah Saw. pun teknik ini dilakukan oleh sejumlah sahabat. Hal ini dijelaskan Jabir r.a. dalam riwayat Imam Muslim,

 

“Dahulu, di zaman Rasulullah Saw., kami melakukan ‘Azl (coitus interuptus) dan Nabi tidak menegurnya.”

 

Makna Nabi Saw. tidak pernah menegurnya, berarti hal ini dibolehkan. Hal penting yang harus diperhatikan suami dalam melakukan teknik ini yaitu kepuasan istri. Nabi Saw memerintahkan agar suami bersungguh-sungguh untuk memuaskan istrinya saat berhubungan intim. Suami jangan egois hanya memikirkan kenikmatan atau kepuasan sendiri. Abu Ya’la meriwayatkan dari Annah bin Malik bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

 

“Jika seseorang di antara kamu berhubungan intim dengan istrinya, hendaklah ia bersungguh-sungguh. Bila ia sedang menyelesaikan kebutuhannya, maka janganlah ia bergesa-gesa untuk mengakhirinya, sebelum kebutuhan istrinya diselesaikan pula.”

 

Merujuk pada keterangan ini, bisa disimpulkan bahwa Anda boleh saja melakukan teknik coitus interuptus, namun hal ini jangan sampai membuat istri menderita, alias istri tidak mencapai kepuasan seksual. Oleh sebab itu, teknik ini boleh dilakukan dengan catatan istri tidak merasa dizalimi, atau dengan kata lain lakukan dengan kesepakatan istri atau istri mengizinkan sperma Anda ditumpahkan diluar. Keputusan menggunakan tehnik ini jangan sepihak, tapi harus disepakati bersama. Wallahu A’lam

 BACA JUGA: Kontrasepsi Dalam Pandangan Islam dan Kedokteran 

Kemudian persolan kedua dari pertanyaan Anda yaitu bolehkah menangguhkan kehamilan (KB) dengan alasan kuliah belum selesai atau belum siap mempunyai anak?

 

Secara prinsip, mengatur kehamilan untuk tidak dulu memiliki anak dengan alasan ekonomi, atau belum siap secara psikologis, tidaklah dilarang oleh agama, yang diharamkan yaitu menolak kehamilan dengan sengaja alias tidak ingin punya anak sama sekali.

 

Allah Swt memerintahkan agar kita berusaha memiliki keturunan yang jauh lebih baik dari diri kita; lebih baik kondisi ketakwaan, fisik, ekonomi, dan intelektualitasnya.

 

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisa 4: 9)

 

Merujuk pada ayat ini, bisa disimpulkan bahwa secara prinsip kita diperbolehkan mengatur kehamilan dengan niat supaya anak-anak kita lebih berkualitas baik secara spiritualnya, kesejahteraannya. Sebab, mempunyai anak bukan sekedar memberi nafkah lahir saja yakni makan dan minum, melainkan juga harus mampu mengasuhnya dan mendidiknya dengan baik dan benar.

 

Terkait dengan metode atau cara KB memang harus ada pembahasan tersendiri. Sebab, saat ini berkembang berbagai metode KB baik dengan suntik, pil hingga pemotongan saluran indung telur (untuk istri) atau saluran sperma (untuk suami). Nah, tentu ini ada pembahasan khusus, sebab tidak semua kasus atau masalah mempunyai latar belakang yang sama.

Untuk menambah wawasan khususnya permasalahan hubungan suami istri, Anda dan sahabat-sahabat sekalian dapat membaca buku saya yang berjudul “CINTA & SEKS Rumah Tangga Muslim” yang saya tulis bersama dr.Untung. Insya Allah buku ini sangat ilmiah karena dibahas secara medis dan syar’i berikut dalilnya sehingga jauh dari kesan jorok.   Wallahu A’lam.  [ ]

Buku Cinta dan Seks 2

BACA JUGA: Hukum KB Menurut Islam

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email: [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment