Menghadapi Istri yang Dzalim terhadap Suami

suami

Assalamu’alaykum Pak Ustadz, sejak saya pensiun saya merasa tidak dihargai lagi oleh istri. Sewaktu saya masih aktif, seluruh penghasilan saya serahkan kepada istri karena dia sebagai ibu rumah tangga yang murni dan saya tidak punya tabungan sama sekali. Saya tahu saat ini dia lebih kaya karena banyak tabungan, sedangkan saya sudah tidak berpenghasilan lagi. Semua pekerjaan rumah tangga, saya yang lakukan, seperti masak, beres-beres rumah, kami pun makan sendiri-sendiri bahkan tidur pun masing-masing. Namun istri saya tidak mau cerai dan tidak mengizinkan saya untuk menikah lagi. Apa yang harus saya lakukan sedangkan saya tidak ingin menyakiti hati anak-anak saya jika saya meninggalkan mereka? (Hamba Allah via email)

 

 

Para pembaca sekalian, ini contoh istri yang dzalim, istri yang durhaka, dan kata Nabi ini adalah istri yang tidak akan mencium bau surga.  Ketika suami berpenghasilan, dia mau melakukan kewajiban sebagai istri. Seorang istri yang seperti itu jika ia tidak bertobat memohon ampun pada Allah dan tidak mengubah perilakunya, ia tidak akan pernah mencium baunya surga. Artinya, dia mengeksploitasi suami seperti halnya ada juga seorang suami yang mengeksploitasi istri, membiarkan istrinya bekerja padahal dia sehat wal’afiat. Lain lagi jika si suami dalam keadaan sakit.

Jika pertanyaannya, apa yang harus dilakukan, jika bapak memang ingin pisah itu sudah punya kekuatan. Tidak usah bertanya kepada istri, bapak datang saja ke pengadilan agama. Di pengadilan agama, anda ceritakan pada hakim bahwa istri anda seperti itu. Nanti akan dipanggil saksi. Walaupun istri anda tidak ingin cerai tapi sudah bisa jatuh talak, karena ketika dalam rumah tangga ada kedzaliman, di situlah rumah tangga tersebut boleh dihentikan. Sama dengannya jika terjadi pada istri yang didzalimi oleh suami. Jika benar-benar kedzaliman itu terjadi, maka Nabi mengatakan,

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.” Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim? Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952; Muslim, no. 2584)

Jadi, kalau istri berbuat dzalim pada suami, lalu suami menceraikannya, itu sudah menolong si istri. Artinya, kita sudah membantu ia untuk tidak berbuat dzalim. Hentikan kedzalimannya dengan kita menceraikannya. Dengan menceraikannya itu berarti pula menyelamatkan dia dari perbuatan dosa, karena perbuatan dzalim itu adalah perbuatan dosa. Dan kedzaliman itu akan menjadi kegelapan di hari kiamat. Apakah tidak kasihan jika ia mengalami kegelapan di hari kiamat? Itu solusi kongret yang bisa saya sampaikan. Wallahu’alam bishawab.

Editor : Candra

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

BACA JUGA : Suami Minta Istri Bekerja Bagaimana Menurut Islam

REKOMENDASI

Leave a Comment