Menlu India Desak Pemerintah Myanmar Harus Kembalikan Muslim Rohingya dari Pengungsian

Rohingya_Pengungsi_Reuters

PERCIKANIMAN.ID – – Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj mengatakan kepada Pemerintah Bangladesh, Myanmar harus mengambil kembali Muslim Rohingya untuk menyelesaikan krisis pengungsi terbesar di Asia tersebut. Sushma menyampaikan pesannya dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.

Sebelumnya, Pemerintah Bangladesh telah memerintahkan penjaga perbatasan mengizinkan orang-orang Rohingya melintasi perbatasan supaya mereka bisa berlindung di kamp-kamp pengungsian yang ada di distrik pesisir Cox’s Bazar.

Sekitar 600 ribu Muslim Rohingya telah meninggalkan negara bagian Rakhine di Myanmar sejak 25 Agustus 2017 untuk menghindari penganiayaan. PBB menyebut penganiayaan tersebut sebagai pembersihan etnis.

“Myanmar harus mengambil kembali warganya, ini adalah beban besar untuk Bangladesh. Berapa lama Bangladesh menanggungnya? Seharusnya ada solusi permanen untuk krisis ini,” kata Sushma sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Bangladesh United News, dilansir dari Bloomberg dan dikutip republika online, Senin (23/10/2017).

India khawatir tentang kekerasan tersebut. Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) telah mewawancarai para pengungsi. Para pengungsi mengatakan, pasukan keamanan Myanmar membunuh tanpa pandang bulu, melakukan pemerkosaan dan membakar desa-desa untuk memaksa orang-orang Rohingya pergi.

promooktober

Yayasan PI rek rohingya 1a

“Kami telah mendesak agar situasi ditangani dengan menahan diri,” ujar Sushma.

Sementara itu kelompok Koordinasi Antarsektor (ISCG) di bawah komando PBB, yang mengarahkan bantuan kemanusiaan, mengungkapkan sekitar 603.000 pengungsi dari Rakhine telah melintasi perbatasan demi mengungsi di Bangladesh sejak 25 Agustus.

“Aktivitas lintas perbatasan oleh lebih dari 14.000 pengungsi tercatat dalam sepekan terakhir,” menurut laporan ISCG. [ ]

 

BACA JUGA: Ada 13 000 Anak Yatim Piatu dalam Pengungsi Rohingya di Bangladesh

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: reuters

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment