Memahami Wanita Dalam Pernikahan

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Menurut fiqh, pernikahan ialah akad yang membolehkan dan menghalalkan bersenang-senang antara laki-laki dengan perempuan. Sedangkan dalam Pasal 2 Kompilasi Hukum Islam (KHI) disebukan, pernikahan ialah akad yang sangat kuat (mitsaqan ghalizhan) untuk mentaati perintah Allah, dan melaksanakannya merupakan ibadah. Dalam Pasal 3 disebutkan, pernikahan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

 

Al Quran menerangkan, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Q.S. Ar-Rum 21).

 

Dengan akad nikah, timbullah perjanjian antara pria dan wanita dalam berhubungan, menyalurkan naluri biologis, melahirkan dan memelihara keturunan, memunculkan naluri sebagai orang tua, tolong menolong, menjaga kehormatan diri, berdasarkan cinta dan kasih sayang Allah swt.

 

Telah diseru mereka yang sanggup menikah, “Hai para pemuda barangsiapa yang telah sanggup di antaramu untuk menikah, maka menikahlah karena sesungguhnya menikah itu dapat menjaga pandangan yang liar dan lebih menjaga kehormatan.” (H.R. Bukhari Muslim).

promooktober

 

Namun, dalam masyarakat kita banyak orang tua yang memaksakan kehendak dalam menikahkan purinya.

Ayahku mengawinkan aku dengan putra saudaranya (keponakan), padahal aku  tidak menyukainya. Ketika aku adukan kepada Rasulullah saw., beliau  berkata, “Sudahlah terima saja pilihan orang tuamu itu.” Aku menjawab,

 

Tetapi aku tidak menyukainya.” Rasulullah saw. berkata kembali, “Kalau begitu pulanglah! Jangan lanjutkan pernikahanmu. Nikahlah engkau dengan pria yang kamu sukai.” Sesampai di rumah, aku akhirnya rela terhadap keputusan ayahku itu, hanya saja aku ingin mengajar umat manusia setelah kejadian ini bahwa tidak ada hak paksa. (H.R. Bukhari)

 

Harus diingat, tugas orang tua sebatas mencarikan atau memberi masukan. Namun jika larangan orang tua itu berhubungan dengan agama dan akhlak calon suaminya, seharusnya anak menurut pada orang tuanya.

 

Jika datang seorang laki-laki yang kalian ridoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan muncul kerusakan besar.

 

Memahami wanita dalam pernikahan dapat kita maknasi sebagai berikut:

 

  1. Memakai Wali.

Wanita hanya sah menikah jika didampingi walinya. “Tidak ada pernikahan kecuali dengan wali.” (Diriwayatkan semua penulis Sunan dan disahihkan Al Hakim dan Ibnu Hibban). Wanita yang tidak memiliki wali dapat mengangkat wali hakim untuk menikahkannya, karena orang mukmin adalah wali bagi orang mukmin lainnya. Seorang pria yang hendak menikahi seorang gadis harus meminta izin kepada walinya.

 

Wali yang dimaksud adalah ayah kandung, saudara kandung, kakek, paman, dan putra paman –meski hubungannya jauh. Sedangkan seorang janda boleh menyerahkan urusannya kepada siapa saja dari kaum muslimin yang dikehendaki menikahkannya, dalam hal ini wali tidak berhak menentang.

 

 2. Mendapat Mahar.

Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kalian nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (Q.S. An-Nisa: 4). Mahar hukumnya wajib. Rasulullah saw. Bersabda, “Carilah mahar kendati cincin dari besi.” (Muttafaq A’laih). Mahar ditentukan jenisnya oleh pihak wanita. Dapat dibayar kontan atau ditunda, barang ataupun jasa.

 

Wacana yang beredar akhir-akhir ini, yaitu wanita dapat menikah dengan sendirinya tanpa wali, membayar mahar pada pihak suami, adalah tidak benar. Wallahu A’lam . [ bersambung…]

 

BACA JUGA: Haruskah Mapan Baru Menikah ?

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

sasa esa

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

REKOMENDASI

Leave a Comment