Tips Mengajarkan Shalat Pada Anak

Assalamu’alaikum……. Ustadz, saya mempunyai anak laki-laki berusia lima tahun. Saat ini saya tengah gencar-gencarnya mendidik anak saya agar senang melaksanakan berbagai macam ibadah, termasuk salah satunya adalah shalat berjamaah di masjid. Masalahnya, anak saya tersebut kalau diajak ke masjid suka berkeliaran di shaf saat orang-orang tengah melaksanakan shalat berjamaah. Beberapa orang jamaah bahkan mengaku terganggu dan menyarankan kepada saya untuk tidak lagi mengajak anak ketika shalat berjaah di masjid. Bagaimana ini ustadz, apakah saya menghentikan saja usaha saya membiasakan anak shalat berjamaah di masjid atau saya abaikan saja keberatan beberapa jamaah yang merasa terganggu dengan kehadiran anak saya? Mohon solusinya. (Arfan by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Arfan, niat dan ikhtiar bapak sangat bagus dalam berusaha memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak. Namun, tentunya proses pendidikan dan metodologi yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta efektifitas dari sarana yang tersedia. Jika mengacu pada pola mendidik shalat pada anak, Rasulullah menganjurkan agar dimulai sejak usia tujuh tahun dengan cara lembut.

Memasuki usia 10 tahun, pendidikan shalat pada anak boleh disertai ketegasan secara fisik namun tetap terbatas. Misalnya, memukul secara wajar pada bagian kaki jika anak masih enggan melaksanakan shalat. Berikut haditsnya,

Perintahlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka jika menolak sedang umur mereka masuk sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.” (H.R. Ahmad)

Demikian halnya dengan membiasakan anak pergi ke masjid, khususnya untuk shalat berjamaah. Ketentuan dari Nabi Saw. menyebutkan bahwa anak termasuk kelompok yang tidak wajib (shalat) Jumat seperti halnya perempuan dan kelompok lainnya. Ini dikarenakan kekhawatiran akan mengganggu kekhusuan orang dewasa dalam melaksanakan ibadahnya.

promooktober1

Namun, larangan ini tidak mutlak. Artinya, jika ada maksud lain yang lebih baik, tidak menjadi masalah jika anak dibiasakan pergi ke masjid. Ini sama halnya dengan membawa anak pergi shalat berjamaah. Jika anak bisa diatur dan tidak mengganggu jamaah lain, maka lebih baik anak tersebut dibiasakan pergi ke masjid untuk (shalat) berjamaah.

 

Akan tetapi, jika anak benar-benar sudah tidak bisa dikendalikan, maka sebaiknya yang dilakukan oleh orangtua pertama kali adalah memberi pengertian kepada anak bahwa mengganggu orang shalat merupakan perbuatan yang tidak baik dan berdosa. Setelah anak cukup mengerti dan mau mengikuti arahan kita, maka tujuan mulia bapak untuk membiasakan anak pergi shalat berjamaah dapat aplikasikan lagi.

Tentu proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran serta kerja sama yang baik antara seorang ayah dan ibunya. Ibu bisa juga membantu ayahnya dalam memahamkan dan mendidik sang anak agar tidak bermain-main saat shalat di masjid bersama ayahnya. Media buku-buku bergambar atau video bisa dijadikan sarana untuk mengenalkan cara shalat berjamaah di masjid yang baik dan benar sehingga anak bisa mencontohnya. Wallahu a’lam. [ ]

 

BACA JUGA: Hukum Membawa Anak Ke Masjid

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment