Deteksi Dini Gejala Autisme Buah Hati

anak autis

 

Oleh: dr.Eddy Fadlyana*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Seorang ibu muda yang baru mempunyai anak 3 bulan curhat tentang bayinya kepada penulis. Ia yang saat ini stinggal di sebuah komplek perumahan elit di kota B. Ada tetangganya,yakni anaknya menderita Autisme dan menurut ibu penderita Autis bahwa anaknya menderita autisme dari sejak bayi. Ibu muda ini pun  menjadi takut anaknya juga menderita autis. Ia pun lalu bertanya,apa penyebab autisme. Bisakah Autisme dideteksi sejak bayi?

Sebelum menjawab pertanyaan ibu tersebut dan mungkin yang lain ada keluhan yang sama sebaiknya kita kenali dulu apa itu autis. Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan.

Deteksi dan terapi sedini mungkin akan menjadikan si penderita lebih dapat menyesuaikan dirinya dengan yang normal. Kadang-kadang terapi harus dilakukan seumur hidup, walaupun demikian penderita autisme yang cukup cerdas, setelah mendapat terapi Autisme sedini mungkin, seringkali dapat mengikuti sekolah umum,bahkan bisa  menjadi seorang sarjana dan dapat bekerja memenuhi standar yang dibutuhkan.

Akan tetapi pemahaman dari rekan selama bersekolah dan rekan sekerja seringkali dibutuhkan, misalnya tidak menyahut atau tidak memandang mata si pembicara, ketika diajak berbicara. Karakteristik yang menonjol pada seseorang yang mengidap kelainan ini adalah kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi secara normal maupun memahami emosi serta perasaan orang lain.

promo oktober

Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan yang merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD) dan juga merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung Gangguan Perkembangan Pervasif atau Pervasive Development Disorder (PDD).

Autisme bukanlah penyakit kejiwaan karena ia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autisme. Autisme adalah yang terberat di antara PDD.

Sementara itu mengenai gejala-gejala autisme dapat muncul pada anak mulai dari usia tiga puluh bulan sejak kelahiran hingga usia maksimal tiga tahun. Penderita autisme juga dapat mengalami masalah dalam belajar, komunikasi, dan bahasa. Seseorang dikatakan menderita autisme apabila mengalami satu atau lebih dari karakteristik berikut: kesulitan dalam berinteraksi sosial secara kualitatif, kesulitan dalam berkomunikasi secara kualitatif, menunjukkan perilaku yang repetitif, dan mengalami perkembangan yang terlambat atau tidak normal.

 

Apa Penyebab Autisme?

Penyebab autisme masih belum diketahui secara pasti. Dahulu, diperkirakan bahwa faktor psikologis yang memegang peranan penting dalam timbulnya autisme. Namun, penelitian dalam sepuluh tahun terakhir menunjukan bahwa autisme mempunyai penyebab neurobiologis yang sangat kompleks. Faktor biokimia, metabolisme, imunologi, toksikologi, pencernaan, dan nutrisi merupakan faktor-faktor yang berperan dalam timbulnya autisme. Dengan demikian, cara pengobatannya pun sangat kompleks.

 

Bisakah Autisme didetesi sejak bayi?

Perilaku anak autisme dapat diketahui sejak dini, misalnya sewaktu bayi ia tidak memiliki senyum sosial. Artinya, bayi tidak pernah tersenyum sewaktu diajak bermain. Tidak mempunyai perilaku melekat (perasaan lebih senang apabila berada dekat ibunya). Anak tidak dapat membedakan orang yang paling penting dalam kehidupannya, seperti orang tua, kakak, saudara, dan lain-lain. Apabila di tinggal pergi oileh orang tuanya tidak menunjukan rasa cemas, sejak bayi ngocehnya kurang, perkembangan kemampuan berbahasa umumnya mengalami hambatan.

Setelah bertambah umur, bahasa yang digunakannya sulit dimengerti oleh orang tua, sering kali melakukan aktivitas yang berulang-ulang misalnya menggerak-gerakan anggota tubuhnya tanpa tujuan, bahkan bisa juga membentur-benturkan kepalanya ke dinding. Penderita akan lebih jelas terlihat saat berkumpul dengan anak sebaya.

Saat bermain, ia tidak bisa berinteraksi atau bermain bersama, apalagi dengan alat permainan yang sama. Ketidakstabilan perasaan, perubahan emosi yang tiba-tiba seperti ledakan tawa atau menangis tanpa sebab yang jelas, adalah juga gejala-gejala Autisme. Semoga bermanfaat.[]

 

*Penulis adalah Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

 

BACA JUGA: Tips Tangani Anak Yang Suka Bicara Kasar

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment