Yuk Kenali Infertilitas Pada Wanita Yang Sebabkan Susah Dapat Momongan (2)

Suami istri 2

PERCIKANIMAN.ID – – Infertilitas adalah suatu keadaan pasangan suami istri yang sulit memperoleh anak. Pasangan suami istri dapat dicurigai infertil primer bila pasangan tersebut sudah menikah selama satu tahun dan melakukan sanggama bebas jadwal serta tanpa kontrasepsi, tetapi sang istri belum mendapat kehamilan. Selain infertil primer, ada pula yang disebut dengan infertil sekunder, yaitu kesulitan mendapatkan anak dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya saja, Heni mengandung saat usia pernikahannya dengan Hendra baru memasuki bulan ketiga. Ia pun melahirkan anaknya persis satu tahun dari tanggal pernikahannya. Pada saat tersebut, pasangan Heni dan Hendra dikatakan sebagai pasangan subur. Setelah sang anak berusia 3 tahun, mereka menginginkan anak yang kedua, tetapi sampai anaknya berumur 10 tahun, mereka tak juga dapat memenuhi keinginan anak semata wayangnya untuk memiliki adik. Nah, pada kurun waktu tersebut, Heni dan Hendra bisa dikatakan dalam kondisi infertil sekunder.

Sebelumnya telah kita bahas penyebab infertilitas pada wanita yakni keputihan, infeksi saluran telur dan kista ovarium. Berikutnya adalah:

 

4. Mioma

Mioma adalah benjolan/tumor yang disebabkan sekelompok otot rahim yang membengkak akibat pengaruh hormon. Mioma dapat menimbulkan kesulitan hamil karena menekan/menutup saluran telur atau mengganggu penempelan janin bila jatuh di atas mioma tersebut.

promooktober1

Melalui USG, kita bisa melihat ada suatu benjolan yang biasanya berbentuk bulat, dengan gambaran bentuk-bentuk mirip konde atau kumparan pada otot. Sering terjadi pengapuran di sana dengan banyak terdapatnya endapan-endapan kapur. Mioma biasa terlihat dengan batas pinggir benjolan yang tidak jelas. Istilah awamnya sering kita sebut mioma yang belum matang, sudah tumbuh benjolan tetapi belum terpisah/lepas dari otot-otot di sekelilingnya. Mioma berbentuk bulat licin, warnanya keputih-putihan dan biasanya lebih keras daripada jaringan di sekelilingnya. Mioma terlihat hampir sama seperti lemak, hanya saja mioma lebih padat bulat dan permukaannya licin.

Tidak perlu cepat-cepat mengoperasi mioma, karena kalau belum sempurna terlepas dari sekelilingnya, melepaskan mioma akan sangat sulit. Mioma yang sudah matang batasnya jelas dengan lebih banyak perkapuran. Hal ini memudahkan proses pelepasannya pada waktu operasi.

Mioma hampir tidak pernah ada yang ganas. Yang menjadi permasalahan pada mioma adalah pembesarannya bisa mengubah letak rahim. Kalau letaknya di dinding depan rahim, kemungkinan rahim menjadi jatuh ke depan karena diganduli oleh mioma yang berat. Kalau jatuh ke depan dan cukup besar, ia akan menekan kandung kencing. Akibatnya, terjadi gangguan pada proses buang air kecil. Penderita akan sering kencing sedikit-sedikit karena salurannya tertekan dan ini bisa menyebabkan infeksi karena kencingnya tidak lancar atau bahkan tidak bisa dikeluarkan sama sekali.

Kalau mioma terletak di belakang dinding rahim, ia akan menarik ke belakang rahim. Hal ini akan menyebabkan organ yang berada di belakang rahim yaitu usus, bagian alat cerna, atau rektum menjadi tertekan. Akibatnya akan terjadi gangguan berupa susah buang air besar. Mioma juga bisa berada di tengah-tengah dinding rahim. Hal ini menyebabkan perubahan besar rahim serta rongga rahim ikut tertarik membesar. Karena rongga rahim tertarik membesar, lapisan endometrium menjadi lebih luas. Hal ini mengakibatkan perdarahan menstruasi menjadi lebih banyak, dan kadang mengakibatkan kekurangan darah sehingga harus dibantu dengan transfusi.

Mioma ini juga bisa mengganggu kesuburan. Kalau mioma menekan saluran telur (tuba), tuba sering tersumbat sehingga tidak bisa terjadi kehamilan karena sperma tidak bisa masuk. Mioma bisa juga menyebabkan hamil di luar kandungan, karena masih ada lubang masuk untuk sperma, terjadi pembuahan. Akan tetapi lubang tersebut tidak cukup lebar bagi sel telur yang telah dibuahi keluar dari tuba menuju rahim.

Mioma juga bisa mengganggu kesuburan kalau mioma tersebut banyak sekali terdapat pada endometrium. Mioma yang sangat padat dan permukaannya keras mengakibatkan janin sukar menempel membuat ari-ari. Ari-ari ini tidak bisa menembus mioma sehingga mudah tercabut. Hal ini menyebabkan keguguran.

Pada saat terjadi kehamilan, hormon estrogen meningkat cukup tinggi dan mengakibatkan rangsangan pertumbuhan sel-sel mioma meningkat secara signifikan. Kalau mioma membesar pada waktu kehamilan, bisa menyebabkan tekanan pada kantung janin atau pada janin itu sendiri. Kalau mioma tumbuh sedemikian besar, dapat menyebabkan cacat bentuk janin karena tumbuh dalam suatu rongga yang abnormal yang bentuknya tertekan oleh mioma.

 

5. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu penyakit yang dipicu oleh penumpukan sel-sel endometrium (darah mens) di luar rongga rahim. Endometriosis menimbulkan perlengketan-perlengketan di rongga rahim, termasuk di saluran telur, sehingga kehamilan menjadi sulit terjadi. Ada dua macam endometriosis, pertama adalah endometriosis internal, yaitu sel-sel endometriosis menembus ke dalam otot, misalnya ada di lapisan paling bawah, kemudian masuk ke dalam lapisan tengah sehingga mengkibatkan pembengkakan rahim.

Hal yang aneh dari endometriosis jenis ini adalah walaupun sel-sel endometriosisnya berada di dalam rahim, ia tetap hidup dan ikut serta mengalami perdarahan pada waktu menstruasi. Karenanya, pasien yang mengalami endometriosis jenis ini merasakan nyeri sepanjang menstruasinya. Seseorang yang mengalami nyeri menstruasi pada hari pertama atau hari kedua, yaitu ketika darah menstruasi belum keluar banyak, dikatakan sebagai kondisi yang normal. Tapi kalau nyeri itu bertahan sepanjang menstruasi, bahkan kadang-kadang sampai dua hari setelah menstruasi berhenti, harus dicurigai mengidap endometriosis. Pada endometriosis internal, rahim terlihat membesar dan lunak.

Kedua adalah endometriosis eksternal. Endometrium ini berada di luar rahim dan bisa keluar dari saluran telur serta tumpah ke dalam rongga perut menempel pada perimetrium kemudian ikut pada proses menstruasi selanjutnya. Akibatnya, sesuai dengan pola pertahanan tubuh, perimetrium melokalisasi menutup perdarahan yang terjadi. Akibatnya, terjadilah perlengketan antara perimetrium/peritoneum tersebut.

Endometriosis dapat mengganggu proses pembuahan karena perlengketan-perlengketan seringkali menutup jalan masuknya sperma. Endometriosis menutup mulut rahim dari saluran telur yang menghadap ke rongga perut sehingga saluran telur menjadi buntu. Selain itu, endometrium meyebabkan dinding saluran telur saling menempel sehingga tidak bisa lagi bergerak menangkap sel telur yang keluar dari indung telur. Kalau endometriosis tersebut menempel di luar indung telur, pada proses subur sel telur akan dibuang, dipecah keluar dari indung telur.

Kalau endometriosis itu terletak tepat di pinggir tempat sel telur yang pecah, endometriosis sangat mungkin akan jatuh dan masuk ke dalam indung telur. Setelah itu, luka pada indung telur menutup dan endometriosis akan tumbuh di dalam indung telur. Kemudian setiap kali menstruasi akan membentuk darah yang makin lama makin banyak dalam indung telur sehingga akan terlihat seperti kista. Dengan alat USG, akan terlihat partikel-partikel di dalam saluran kista, sehingga kista ini disebut sebagai kista endometriosis atau kista coklat. Disebut kista coklat karena kalau dipecah, kista tersebut akan mengeluarkan cairan coklat kehitaman yang merupakan darah mens.

Endometriosis dapat diobati dengan sejumlah obat yang pada prinsipnya adalah menghambat terjadinya mens. Pasien dibuat untuk tidak mens selama sekitar enam bulan dengan harapan bahwa sel darah putih punya waktu untuk memakan dan menghabiskan sel- sel endometrium yang ada di luar rahim. Sel endometrium tidak bisa menjadi ganas. Namun demikian, sel-sel ini bisa mengurangi kualitas dan kenyamanan hidup karena penderita selalu merasakan nyeri setiap kali menstruasi.

Endometriosis berkaitan dengan hormon perempuan yang meningkat pada saat menstruasi. Karenanya, ia akan sembuh sendiri bila telah masuk dalam fase menopause, seiring dengan berkurangnya hormon-hormon tersebut.

Tak hanya di dalam rahim, endometriosis bisa terjadi di suatu tempat yang jauh dari rahim, seperti otak, paru-paru, atau bahkan lubang hidung. Setiap kali menstruasi, penderita mengalami perdarahan di hidung namun bukan mimisan. Bisa juga setiap kali mens, penderita mengalami sakit kepala yang luar biasa dan setelah diperiksa di dalam otaknya tumbuh endometriosis.

Penyebab endometrium bisa keluar dari indung telur masih menjadi perdebatan. Beberapa sarjana memperkirakan bahwa darah menstruasi masuk kembali ke tuba falopi dengan membawa jaringan dan lapisan dinding rahim, sehingga jaringan tersebut menetap dan tumbuh di luar rahim. Teori lain mengatakan bahwa sel-sel jaringan endometrium keluar dari rahim melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening, kemudian mulai tumbuh di lokasi baru. Permasalahannya kemudian adalah mengapa darah menstruasi yang mengandung sel endometrium itu tidak mati walaupun dia berada pada suatu tempat yang tidak normal? Mengapa dia tetap hidup walaupun tumpah di mana-mana?

Kemungkinan lain terjadinya endometriosis karena dipengaruhi oleh polusi. Hal ini berdasarkan fakta bahwa di kota-kota besar, angka kejadian endometriosis lebih tinggi bila dibandingkan dengan di pedesaan. Diperkirakan, polusi udara dari asap kendaraan bermotor, hujan asam, serta polusi dari pabrik menyebabkan suatu gangguan di dalam suatu sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel endometrium bisa bertahan hidup.

Pendapat lain mengatakan bahwa mungkin sel cikal bakal endometrium berpindah tempat pada waktu janin berusia di bawah tiga bulan. Pada janin yang kira-kira berusia tujuh hari sebelum tanggal menstruasi, dia hanya berbentuk suatu tabung yang terdiri dari tiga lapisan; dalam, tengah, dan luar. Semula sel endoderm ini akan tumbuh menjadi organ-organ dalam janin seperti usus, hati, ginjal, dsb. Mesoderm akan menjadi jaringan ikat, otot dan juga sel-sel darah dan eksoderm akan menjadi kulit, rambut, tulang, dan sebagainya. Karena satu dan lain hal (mungkin pengaruh lingkungan luar atau obat-obatan), sel-sel itu melakukan migrasi atau pindah ke lapisan yang bukan tempatnya. Misalnya, sel yang seharusnya menjadi otak berada pada posisi hidung atau masuk ke dalam rahim.

6. Masalah pada Indung Telur & Faktor Usia

Dengan bertambahnya bilangan usia (dan secara hakikat umur yang telah ditetapkan Allah semakin berkurang), jumlah sel telur yang baik dalam indung telur berkurang secara drastis, sehingga menimbulkan kesulitan hamil. Pada usia di atas 35 tahun, fungsi indung telur menurun dan kualitas sel telur sering tidak baik lagi, sehingga kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan menjadi lebih tinggi.[ ]

Disarikan dari buku “Kehamilan Yang Didamba” karya dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG (K), M.M. dan Dr.H. Aam Amiruddin, M.Si

Buku Kehamilan Yang Didamba 1

 

BACA JUGA: Yuk Kenali Infertilitas Pada Wanita Yang Sebabkan Susah Dapat Momongan (1)

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment