Cara Membayar Fidyah Bagi Ibu Hamil

Hamil 4

Assalamu’alaykum Wr.Wb , Pak Aam. Ada seorang istri yang sedang hamil 4 bulan. Ia mempunyai hutang qodho puasa tahun lalu dikarenakan sakit hampir satu bulan penuh. Ia baru membayar puasa tersebut setengahnya. Mengingat sebentar lagi puasa dan kondisi perempuan tersebut dalam keadaan hamil sehingga tidak memungkinkan untuk meng-qodo, bagaimana solusinya? (Usadi by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb, iya pak Usadi dan sahabat-sahabat budiman yang dirahmati Allah. Dalam bulan Ramadhan sementara seorang ibu dalam keadaan hamil yang tidak memungkinkan untuk puasa maka ia harus mengutamakan kehamilannya tersebut. Allah berfirman yang artinya:

“…Jika di antaramu ada yang tidak berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan, wajib menggantinya pada hari-hari yang lain sebanyak hari kamu tidak berpuasa. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin…” (Q.S.Al-Baqarah:184)

Islam mengajarkan kita untuk lebih mengutamakan kualitas janin. Bagi orang hamil yang bagus itu adalah tidak puasa. Kenapa? Karena saat hamil lalu berpuasa, boleh jadi nutrisi untuk janin itu berkurang. Padahal, saat hamil janin membutuhkan nutrisi yang banyak untuk perkembangannya.  Sehingga, bagi saya yang baik adalah wanita hamil tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Anjuran bagi wanita hamil di dalam Islam ialah menggantinya dengan fidyah kepada orang miskin sebesar dengan apa yang ia makan. Misalnya, ia makan sehari Rp.10.000,- maka ia memberikan sebesar hari yang ia tidak puasa. Ia tidak puasa selama satu bulan penuh, maka Rp.10.000 di kali 30 hari. Mau dibayarkan ketika puasa atau sebelum puasa ataupun sesudah puasa, itu tergantung rezeki anda.

promooktober

Adapaun hutang puasa sebelumnya, dengan kondisi sakit dan sudah membayar setengahnya maka, lanjutkan bayar hutang puasa tersebut setelah melahirkan ataupun setelah menyusui.  Caranya bisa terus menerus sejumlah hari yang ditinggalkan selama tidak berpuasa atau boleh selang-seling hingga jumlah hari dimana ditinggalkan dapat terpenuhi atau tertutupi.Wallahua’alam. [ ]

BACA JUGA: Hukum Membayar Puasa Orang Yang Sudah Wafat

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui  Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment