Siapakah Ahli Kitab Itu ?

Ahli Kitab

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam dalam Al Quran disebutkan tentang Ahli Kitab. Siapakah yang dimaksud dengan Ahli Kitab? Apakah saat ini masih ada Ahli Kitab? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Warta by email)

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya pak Warta dan sahabat-sahabat sekalian. Ahli Kitab diartikan sebagai orang yang meyakini kitab yang diturunkan sebelum Al Quran, yakni orang yang percaya pada kitab Injil (Nabi Isa as) dan Taurat (Nabi Musa as) maupun Zabur (Nabi Daud as). Karena itu, para ahli menyebutkan bahwa Ahli Kitab yaitu orang yang beragama Kristen dan Yahudi. Hal ini seperti difirmankan Allah Swt dalam Al Quran:

 

“Kami turunkan Al Quran itu agar kamu tidak mengatakan, ‘Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca.’”(Q.S. Al An’am 6: 156).

 

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud dua golongan pada ayat ini adalah Kristen (Nasrani) dan Yahudi. Lalu apakah orang Nasrani dan Yahudi sekarang masih disebut Ahli Kitab? Ada dua pendapat tentang masalah ini.

 

Pendapat pertama menyatakan bahwa Kristen dan Yahudi saat ini sudah tidak bisa disebut sebagai Ahli Kitab, sebab kitab yang mereka yakini keasliannya sudah hilang alias kitabnya saat ini sudah tidak otentik lagi, karena sudah mengalami berbagai penyimpangan dan distorsi.

promooktober

 

Penyimpangan terbesarnya yaitu masalah konsep ketuhanan trinitas, yang berkeyakinan bahwa Isa itu bukan nabi tapi anak Tuhan. Kalau ada orang Kristen yang percaya bahwa Isa itu Nabi, masih disebut Ahli Kitab, tapi kalau mereka berkeyakinan bahwa Isa itu anak Tuhan, mereka tidak disebut Ahli Kitab tetapi orang musyrik. Bukankah meyakini manusia sebagai Tuhan merupakan kemusyrikan yang sangat besar? Coba kita simak penjelasan dalam Al Quran:

 

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan mereka mempertuhankan Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S. At- Taubah 9: 31).

Inilah di antara ayat yang dijadikan alasan oleh pendapat pertama.

 

BACA JUGA: Hukum Menikah Dengan Non Muslim

Pendapat kedua menyatakan bahwa Kristen dan Yahudi sekarang masih tetap disebut sebagai Ahli Kitab, sebab pada saat Allah memanggil mereka dengan panggilan yaa ahlal kitaab (hai Ahli Kitab), sesungguhnya keimanan mereka itu sudah mengalami distotrsi, artinya mereka berkeyakinan bahwa Isa itu anak Tuhan, namun tetap Allah swt. memanggilnya dengan panggilan Yaa ahlal kitaab. Di antara ayat yang menjadi alasannya yaitu,

 

“Katakanlah, ‘Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya dan mereka telah menyesatkan kebanyakan, dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.’” (Q.S. Al Maidah 5: 77). “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.” (Q.S. Al Maidah 5: 15).

 

Dalam Q.S. Al Maidah ayat 77 di atas, yang dimaksud dengan berlebih-lebihan dengan cara tidak benar dalam agamamu, di antaranya yaitu meyakini bahwa Isa itu anak Tuhan. Bukankah meyakini nabi sebagai Tuhan merupakan sikap berlebih-lebihan dalam beragama? Sedangakan dalam Al Maidah ayat 15-nya, terdapat kalimat Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan. Yang mereka sembunyikan di antaranya yaitu konsep ketauhidan murni. Isa a.s. itu seorang nabi, bukan Tuhan. Konsep keimanan ini oleh mereka disembunyikan bahkan diubah, yakni mengubah nabi Isa menjadi Tuhan.  

 

Walaupun Nasrani dan Yahudi itu telah melakukan distorsi pada konsep ketuhanannya, namun pada kedua ayat ini Allah swt. memanggilnya dengan Yaa ahlal kitaab (hai Ahli Kitab), padahal jelas-jelas keimanan mereka telah menyimpang.

 

Bedasarkan alasan-alasan itu, pendapat kedua menyimpulkan bahwa Nasrani dan Yahudi sekarang ini masih disebut sebagai ahli kitab, walaupun keimanan mereka telah menyimpang.

 

Di antara kedua pendapat itu, mana yang paling kuat? Kedua-duanya memiliki alasan yang kuat dan logis. Silakan Anda memilih sesuai dengan rasionalitas dan keimanan masing-masing. Inilah yang disebut dengan medan ijtihad. Artinya, masing-masing memiliki peluang benar. Apabila pendapat pertama salah, akan mendapatkan nilai B (satu pahala), kalau pendapat kedua benar, akan mendapat nilai A (dua pahala). Atau sebaliknya. Namun yang pasti kedua-duanya dinilai lulus alias berpahala. Wallahu A’lam. [ ]

 

BACA JUGA: Hukum Muslim Masuk Gereja

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment