Yuk Kenali Infertilitas Pada Wanita Yang Sebabkan Susah Dapat Momongan (1)

muslimah, sendiri

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap pasangan suami istri pastinya mendambakan hadirnya buah hati sebagai salah satu pelengkat kebahagian rumah tangga. Namun terkadang kehamilan yang diidamkan sulit terwujud dimana salah satu pihak (suami atau istri) mengalami infertilitas.

Infertilitas adalah suatu keadaan pasangan suami istri yang sulit memperoleh anak. Pasangan suami istri dapat dicurigai infertil primer bila pasangan tersebut sudah menikah selama satu tahun dan melakukan sanggama bebas jadwal serta tanpa kontrasepsi, tetapi sang istri belum mendapat kehamilan. Selain infertil primer, ada pula yang disebut dengan infertil sekunder, yaitu kesulitan mendapatkan anak dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya saja, Heni mengandung saat usia pernikahannya dengan Hendra baru memasuki bulan ketiga. Ia pun melahirkan anaknya persis satu tahun dari tanggal pernikahannya. Pada saat tersebut, pasangan Heni dan Hendra dikatakan sebagai pasangan subur. Setelah sang anak berusia 3 tahun, mereka menginginkan anak yang kedua, tetapi sampai anaknya berumur 10 tahun, mereka tak juga dapat memenuhi keinginan anak semata wayangnya untuk memiliki adik. Nah, pada kurun waktu tersebut, Heni dan Hendra bisa dikatakan dalam kondisi infertil sekunder.

Penyebab Infertilitas pada Wanita

Hal-hal yang dapat menyebabkan infertilitas pada wanita antara lain:

kalender percikan iman 2018

1. Keputihan
Keputihan sering dihinggapi kuman dan menjadi infeksi. Bila infeksi di alat kelamin wanita masuk ke dalam rahim, dapat menimbulkan kesulitan untuk hamil. Keputihan itu adalah keluarnya lendir yang berlebih dari dalam alat kelamin wanita atau dari liang sanggama.

Keputihan ini bisa terjadi karena kelemahan tubuh yang diakibatkan oleh stres berat, kelelahan, atau baru sembuh dari sakit. Keputihan seperti ini merupakan keputihan normal. Ciri-cirinya, cairan encer dan bening, tidak gatal, tidak berwarna, serta tidak berbau.
Keputihan menjadi sumber infeksi dan kalau dibiarkan, lama kelamaan akan masuk melalui mulut rahim menuju rongga perut, sehingga bisa menimbulkan perlengketan dan bisa menyebabkan kemandulan dan infeksi.

2. Infeksi Saluran Telur

Dikarenakan saluran telur sangat kecil, infeksi akan menimbulkan perlengketan dan mengganggu transportasi sel sperma menuju sel telur, sehingga menyebabkan kesulitan untuk hamil. Infeksi saluran telur terjadi karena kuman, bakteri, virus, atau jamur. Penularannya bisa lewat jalur bawah (dari vagina: lewat hubungan seksual, luka akibat persalinan, keguguran, atau keputihan hebat yang tidak diobati dengan baik) atau dari jalur atas (lewat darah, seperti kuman TBC, typhoid, dll).

Penularan dari bawah lebih sering daripada penularan lewat darah. Tubuh wanita mempunyai suatu mekanisme pertahanan dari penularan yang dapat masuk lewat liang sanggama. Rongga perut wanita yang banyak berisi organ tubuh vital dan bersifat suci hama (steril), mempunyai hubungan dengan dunia luar lewat alat kelamin dalam yang merupakan satu saluran (rongga). Alat kelamin bawah (liang sanggama) sangat sering terkena infeksi, yang kita kenal dengan istilah keputihan. Keputihan tersebut gatal, perih, atau berbau disertai dengan peningkatan suhu tubuh.

Akan tetapi, infeksi alat kelamin dalam jarang terjadi. Pelindung alat kelamin dalam dari infeksi adalah lendir yang kental dan banyak mengandung sel darah putih yang terletak pada mulut rahim. Lendir ini akan dibuang tubuh sesaat sebelum menstruasi dan dibentuk kembali setelah menstruasi berhenti.

Dalam statistik, kemandulan pada wanita yang mengidap infeksi saluran telur masih menempati urutan penyebab tersering (sekitar 40%). Hal ini disebabkan rongganya yang sangat halus, berdiameter setipis rambut dan struktur bulu-bulu getar yang sangat halus, yang melapisi permukaan dalam saluran telur yang fungsinya sangat penting untuk menghantarkan sperma ke dalam, ke arah indung telur, untuk menemui sel telur yang dilontarkan oleh indung telur ke dalam ujung saluran telur dan menghantar zygote atau calon janin kembali ke dalam rongga rahim.

Kemungkinan untuk hamil pada keadaan ini tentu saja ada, tidak ada yang mustahil bagi Allah, tinggal bagaimana kita sebagai hamba memohon perkenan-Nya. Bila infeksi kandungan telur mengakibatkan terjadinya penyempitan saluran telur, pengobatannya adalah sebagai berikut. Bila infeksi masih berlangsung, tentunya dokter akan mempergunakan antibiotik untuk membunuh kuman penyebab. Bila infeksi sudah berlalu dan tinggal perlengketannya, dokter akan melakukan foto HSG (Hysterosalpingografi) atau pemotretan rahim dan saluran telur dengan menyemprotkan larutan kontras ke dalam rongga rahim. Dengan HSG ini, dapat ditentukan lokasi dan bentuk perlengketan.

Syarat HSG adalah baru selesai menstruasi dan belum berhubungan seks. Syarat ini sangat penting untuk dipatuhi, karena bila berhubungan seks sebelum dilakukan HSG, proses kehamilan mungkin saja terjadi. Bila proses kehamilan tengah terjadi dan dilakukan HSG, tentunya janin akan menjadi rusak karena HSG menggunakan sinar radioaktif.

Bila perlengketan atau penyumbatan tidak bisa diatasi dengan penyemprotan, ada dua kemungkinan tersisa. Pertama, operasi untuk membuang perlengketan. Kedua, dengan jalan bayi tabung (invitro fertilization) yang biayanya saat ini relatif masih sangat mahal (lebih dari 40 juta rupiah) dengan kemungkinan sukses sekitar 15-20% saja.

3. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah penimbunan cairan abnormal dalam jaringan indung telur. Bila kista itu besar, jaringan indung telur akan tertekan dan terganggu fungsinya sehingga sulit menghasilkan telur.
Kista bisa terjadi di mana saja dalam organ tubuh wanita. Namun, yang paling sering tentu saja pada indung telur. Hal ini dikarenakan pada indung telur terjadi proses subur serta perkembangan dan pematangan telur yang juga merupakan suatu bentuk kelenjar. Selain pada indung telur, kista juga bisa terjadi di otak, hati, ginjal, dan sebagainya.

Kista di dalam saluran indung telur ini bermacam-macam. Ada kista yang berisi cairan jernih yang disebut dengan kista serosa. Ada kista yang berisi mulsin atau lendir yang disebut juga kista mulsinosa. Ada juga kista yang berisi jaringan-jaringan janin seperti gigi, rambut, tulang, yang disebut kista dermoid. Dan, yang terakhir adalah kista yang berisi darah mens yang berwarna coklat atau endometriosis di indung telur. Kista coklat ini dapat menimbulkan infeksi dan perlengketan-perlengketan sehingga sering mengakibatkan kemandulan.

Kista perlu dibedakan dengan telur subur. Kista dan telur subur akan tampak sama pada saat dilakukan satu kali pemeriksaan dengan menggunakan USG. Perbedaan antara keduanya akan tampak pada pemeriksaan serial. Telur subur akan berubah ukurannya dari hari ke hari dengan sangat cepat, dan biasanya setelah terjadi ovulasi atau telur suburnya pecah, bentuk bangunan mirip kista itu akan hilang. Mudahnya, kita bisa membedakan kalau telur subur tidak akan pernah lebih dari 6 cm (ukuran jeruk lemon). Jadi kalau bangunan tersebut lebih dari 6 cm, kemungkinan besar itu adalah kista.

Kista sendiri dibagi menjadi dua kelompok, non neo-plastik dan neo-plastik. Kista non neo-plastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan. Sedangkan kista neo-plastik adalah jenis kista yang pada umumnya harus dioperasi, namun hal itu tergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak.

Bagi kaum hawa tidak usah terlalu khawatir terhadap kista serta tidak perlu langsung meminta operasi cepat-cepat karena bisa saja kista dalam tubuh kita tersebut tergolong kista dorman/kista yang ‘tidur’. Bisa saja kita mempunyai kista yang berukuran 6 cm seumur hidup dan ukurannya tetap 6 cm saja sampai kita mati. Jadi tidak terlalu menghawatirkan. Kista seperti ini hanya perlu kita awasi saja.

Berikutnya adalah faktor: mioma, endometriosis dan masalah pada indung telur [ Bersambung]

 

Disarikan dari buku “Kehamilan Yang Didamba” karya dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG (K), M.M. dan Dr.H. Aam Amiruddin, M.Si

Buku Kehamilan Yang Didamba 1

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment