Hukum Menunda Tunaikan Nazar

Kejujuran_ilustrasimacet-752x440

Assalamu’alaykum Wr.Wb , Pak Aam. Dulu saya pernah berniat, jika rumah saya terjual maka saya bernazar akan memberikan 2,5% ke masjid. Rumah sudah terjual, saya bereskan dahulu hutang-hutang saya. Kemudian, kerabat saya datang untuk meminjam uang karena suami beliau sakit. Akhirnya, saya memberikan uang untuk nazar tersebut kepada beliau. Pikir saya, jika nanti ia bayar hutangnya akan saya langsung kasihkan ke masjid. Namun, setelah sekian lama saudara saya belum mampu untuk membayar hutang tersebut. Pertanyaannya, dosakah saya yang mendahulukan kerabat saya yang membutuhkan dan  menomorduakan nazar saya? Bolehkah nazar saya dibayar menggunakan uang dari pinjaman koperasi? Jujur saja, saya belum merasa tenang karena belum bisa memenuhi nazar saya, namun keadaan ekonomi saya pun terbatas. Mohon pencerahannya pak? ( Komar by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb, Iya Pak Komar dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Ada dua hal dipermasalahan ini, yaitu niat dan nazar. Keduanya berbeda, nazar itu memang diniatkan sebagai nazar (janji). Tapi kalau tidak diniatkan bernazar, hanya niat baik  karena di dalam hati anda tidak terucap nazar. Maka itu bukanlah nazar. Nah, jika hanya niat saja, berarti tidak kena sanksi apa-apa sekiranya anda tidak mewujudkan niat tersebut. Yang salah ketika anda berniat mau memberikannya ke masjid tapi justru anda memakai uang tersebut untuk membeli motor misalnya. Tapi kalau anda gunakan untuk membantu kerabat anda yang membutuhkan, ya tentu tidak salah. Intinya kita masih menggunakan uang tersebut untuk kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya :

Allah tidak menghukummu karena sumpahmu yang tidak disengaja. Akan tetapi, Allah menghukummu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun” (Q.S. Al-Baqarah:225)

Maksud dari kalimat ‘ sumpahmu yang tidak disengaja’ ini bukanlah nazar, tapi hanya sekedar berniat saja. Intinya, selama niat anda adalah tidak untuk nazar dan niat untuk menggunakan sebagian rezeki anda untuk membantu masjid, sekiranya hal tersebut tidak terlaksana sesuai keinginan, itu tidak menjadi masalah. Tetapi, jika anda niat tersebut sebagai nazar sebagaimana firman Allah yang artinya :

promooktober

Allah tidak menghukummu karena sumpah-sumpahmu yang tidak di-sengaja, tetapi Allah menghukummu karena sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka, kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) adalah memberi makan sepuluh orang miskin dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, memberi mereka pakaian, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Siapa pun yang tidak mampu melakukannya, maka kafaratnya berpuasa selama tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu melanggar sumpahmu. Jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur” ( Q.S. Al-Maidah:89)

Dengan demikian, luruskan kembali niat anda apakah itu nazar ataukah hanya sekedar niat. Sehingga, anda tidak perlu meminjam uang jika membayarnya nanti akan terasa sulit. Lebih baik membayar kifarat puasa selama 3 hari sebagai sanksi dari nazar Anda. Wallahua’lam . [ ]

 

BACA JUGA: Batas Waktu Puasa Qodo Ramadhan 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment