Tips Menumbuhkan Sikap Sportif Pada Anak

anak main

PERCIKANIMAN.ID – – Berbicara mengenai persaingan, bukanlah berbicara mengenai mau atau tidak mau.  Persaingan adalah sebuah seleksi alam yang harus dilalui demi mencapai predikat unggul.  Beberapa orang terlalu takut untuk bersaing, bahkan menghindari persaingan hanya untuk membuat hidupnya tentram, adem ayem. Tanpa disadarinya, adem ayem yang membuai ternyata sebuah stagnasi yang melenakan.

Ketika orang lain sudah sedemikian jauh melangkah, dia masih asyik dengan fatamorgana yang diciptakannya sendiri. Sungguh sangat disayangkan. Menumbuhkan dan memupuk jiwa sportif ini perlu dilakukan sejak dini pada anak-anak kita. Ia perlu memiliki jiwa dan semangat sportif untuk dapat melewati setiap tantangan dan persaingan dalam hidup ini.  Beberapa langkah yang harus diambil untuk memulai sebuah persaingan adalah sebagai berikut

  1. Percaya diri adalah modal utama

Ketika kita percaya bahwa kita mampu melakukan sesuatu, setengah dari kemenangan berada dalam genggaman kita. Setitik keraguan dalam diri adalah cikal bakal penghambat kesuksesan kita di masa yang akan datang. Anak-anak perlu mempunyai percaya diri sehingga tidak minder dengan temannya.

  1. Kenali potensi diri, pesaing, dan medan persaingan

Eksplorasi ketiga hal di atas akan melahirkan sebuah pemahaman tentang posisi diri serta saingan kita. Dari sini akan lahir berbagai macam strategi yang berguna demi memenangkan persaingan. Perlu diingat, penguasaan medan persaingan yang baik akan semakin memudahkan setiap strategi yang kita lancarkan. Setiap anak adalah istimewa karena ia mempunyai potensi yang berbeda meski ia dari ayah ibu yang sama. Potensi inilah yang mesti dikembangkan setelah dewasa.

  1. Lakukan yang terbaik

Allah hanya memerintahkan kita untuk berikhtiar dengan maksimal sesuai dengan kemampuan kita. Tidak ada tuntutan menang, karena nilai sebuah perjuangan tergantung pada kesungguhan kita dalam menunaikan tugas. Semakin besar tantangan dalam melaksanakan perintah-Nya, semakin besar pula nilai usaha yang kita lakukan.

donasi perpustakaan masjid
  1. Jangan pernah puas ketika berada dalam zona aman

Ingatlah selalu bahwa ketika kita terlena oleh kemenangan yang didapatkan, di luar sana pesaing sedang memperhatikan kita. Mempelajari, mencari celah, serta mengolah sebuah formulasi untuk merebut kemenangan yang kita miliki. Anak-anak perlu ditanamkan jiwa pemberani dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.

  1. Saat kalah adalah saat introspeksi diri

Kekalahan bukan untuk diratapi dan disesali. Terlalu banyak hal yang dapat kita perbuat daripada terus menerus memperpanjang ratap dan sesal. Sebuah pertanyaan yang harus –bahkan wajib– dimunculkan dalam kondisi seperti ini yaitu apakah ratap dan sesal akan mengubah kekalahan yang telah menimpa kita? Sedikit pun tidak. Kalah dan menang adalah hal biasa dalam hidup ini. Jika kemenangan yang diraih tidaklah sombong dan membanggakan diri sementara jika ada kekalahan juga tidak perlu putus asa.

  1. Junjung tinggi nilai sportivitas di semua kondisi persaingan

Sebuah persaingan terlalu indah untuk dicemari oleh picik dan licik yang timbul dari hawa nafsu manusia. Kalau sebuah persaingan diumpamakan sebagai hidangan makan malam khas Indonesia, sportifitas diumpamakan sebagai nasi, salah satu menu. Mengakui kemenangan dan keunggulan orang bukan berarti menjadi rendah diri. Jiwa sportif perlu ditanamkan untuk menumbuhkan jiwa seorang ksatria, bukan seorang pecundang. [ ]

 

BACA JUGA: Tips Agar Anak Bersikap Dewasa

 

Red: sly

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

REKOMENDASI

Leave a Comment