13.000 Lebih Anak Yatim- Piatu Di Antara Pengungsi Rohingya

PERCIKANIMAN.ID – – Hingga saat ini para pengungsi Rohingya masih berdatangan ke Bangladesh. Menurut departemen layanan sosial Bangladesh mencatat data itu dalam survei di kamp-kamp penuh pengungsi di sepanjang perbatasannya. Mereka menyeberang ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan di tempat tinggal mereka di Myanmar.

Data tersebut juga menyebutkan, setidaknya ada 13.751 anak yang kehilangan salah satu atau kedua orangtuanya di antara setengah juta lebih pengungsi Rohingya di Bangladesh.

“Mayoritas mengatakan mereka kehilangan salah satu atau kedua orangtua mereka dalam kekerasan di Rakhine,” kata Pritam Kumar Chowdhury, salah satu wakil direktur di departemen sosial, kepada AFP seperti dikutip antaranews, Senin (16/10/2017).

 

BACA JUGA: Kondisi Pengungsi Rohingya Di Bangladesh

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan 536.000 pengungsi yang sebagian besar adalah warga Rohingya tiba di Bangladesh dari negara bagian Rakhine Myanmar sejak 25 Agustus.

promo oktober

Dari para pengungsi yang selamat sampai ke Bangladesh, sebanyak 320.000 di antaranya adalah anak-anak, yang sepertiganya berusia di bawah lima tahun.

“Yang lainnya mengatakan mereka tidak tahu apa yang terjadi pada orangtua mereka, mereka datang ke Bangladesh bersama kerabat,”imbuh Pritam

PBB menggambarkan kekerasan di Rakhine sebagai contoh nyata pembersihan etnis, dengan warga muslim Rohingya yang terlantar di Bangladesh menggambarkan pembakaran desa-desa, serta pemerkosaan dan pembantaian massal. Bangladesh membangun kamp terbesar di dunia di area seluar 1.200 hektare yang bisa menampung 800.000 lebih warga Rohingya.

Chowdhury mengatakan satu rumah yatim akan dibangun untuk anak-anak yang mengungsi sendiri dan mereka yang datang tanpa orangtua akan mendapat bantuan ekstra dan dukungan keluarga. Badan-badan bantuan memperingatkan bahwa anak-anak itu rentan menjadi korban kekerasan atau perdagangan orang.[ ]

 

BACA JUGA: Jumlah Ibu Hamil dan Menyusui Dalam Pengungsi Rohingya

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: reuters

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment