Bolehkah Zakat Penghasilan Ditabung Dulu?

zakat

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa boleh zakat penghasilan ditabung dulu baru akan dibagikan setelah beberapa bulan, agar kelihatan lebih besar atau boleh tidak dibelikan sandang dan pangan sebagai ganti uang? Mohon penjelasannya. (Rita by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Rita dan sahabat-sahabat sekalian, pada prinsipnya kita diwajibkan untuk membersihkan harta dengan zakat. Dan perlu diketahui seluruh ibadah dalam Islam itu mengandung aspek pembersih. Misalnya shalat yang kita lakukan itu adalah pembersih dari dosa-dosa yang kita perbuat. Kalau kita tadi shalat Subuh, itu adalah pembersih dosa kita dari Isya ke Subuh, nah nanti ketika shalat dzuhur itu pun pembersih dosa-dosa kecil kita dari subuh ke dzuhur, dan seterusnya.

Bahkan kata Nabi, Jum’at yang sekarang itu pelebur untuk Jum’at yang sebelumnya. Jadi jika kita shalat Jum’at sekarang itu pelebur dosa kita dari Jum’at ke Jum’at. Dan antara satu Ramadhan ke Ramadhan berikut adalah pelebur dosa. Jadi seluruh ibadah dalam Islam itu punya orientasi tazkiatun nafs atau pembersihan diri dari dosa. Termasuk zakat yang merupakan pembersihan harta kita.

Kita yakin telah mencari harta dengan cara yang halal, tapi jangan salah, disitu ada hak orang lain kalau harta kita sudah mencapai nishab atau batas minimal. Bagaimana cara menghitung batas minimal? Caranya sederhana, 85gr emas dikali harga emas saat ini, lalu dibagi 12 maka hasil nya adalah batas minimal kita untuk membayar zakat.

Kalau kita membersihkan harta dengan zakat, maka zakat itu artinya pembersih atau pensuci. Setelah kita mengeluarkan zakat, zakat itu harus didistribusikan kepada yang berhak. Caranya, silahkan apakah mau perbulan atau ditabung dulu oleh kita. Misal kita menabungnya tiap bulan agar ketika satu tahun sekali dikeluarkannya lebih besar angkanya dan itu bisa lebih maslahat untuk membantu orang-orang yang tidak mampu misalnya untuk sekolah.

promooktober

 

BACA JUGA: Kapan Waktu Tepat Untuk Membayar Zakat? 

 

Prinsipnya, bisa dikeluarkan langsung dan bisa juga disimpan dulu, yang penting nanti yang menerima adalah orang yang berhak. Dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 60, sesungguhnya zakat itu untuk orang-orang fakir, orang miskin, amilin, untuk mualaf, memerdekakan hamba sahaya, membebaskan orang yang berhutang, untuk kegiatan-kegiatan dakwah, dan untuk orang yang sedang melakukan perjalanan di jalan Allah. Itulah orang-orang yang berhak mendapatkan zakat.

Nah selama zakat yang anda kumpulkan untuk mustahiq tersebut maka tidak masalah. Bahkan sebenarnya banyak pengelola zakat itu mengumpulkan zakat dari ummat itu disimpat terlebih dahulu karena perlu evaluasi siapa yang akan menerimanya. Tapi tentu saja jangan sampai lembaga zakat itu jadi seperti bank yang hanya menyimpan uang ummat tapi tidak dikelola. Jadi sebenarnya lembaga zakat itu tidak hanya menerima, tapi juga mendistribusikan. Karena uang yang ada di lembaga zakat adalah titipan ummat.

Jadi bahkan kita boleh memiliki rekening khusus untuk menyimpan zakat penghasilan kita yang sewaktu-waktu bisa kita gunakan untuk membantu orang lain yang kategorinya termasuk dalam penjelasan tadi. Lalu apakah boleh uangnya dibelikan untuk sandang atau pangan. Tentu boleh asal, diberikan pada mustahiqnya. Yang penting itu dari dana zakat. Dan yang harus diperhatikan, kalau kita ingin berbuat baik, jangan pada orang yang jauh. Tapi lihat kerabat kita dan orang-orang terdekat. Kalau kita ingin berbuat baik, lihat lingkaran terkecil kita dulu. Wallahu’alam . [ ]

 

BACA JUGA: Zakat Sebaiknya ke Lembaga atau Orang Langsung?

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment