Tips Mencegah Ketombe Pada Rambut Berhijab

Oleh: dr.Poppy Diah P, SpKK*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Siapa yang tidak kenal dengan ketombe? Si putih yang sering hinggap di kulit kepala, rambut, dan tak jarang berjatuhan di pundak sehingga dapat menyebabkan seseorang yang mengalaminya merasa terganggu dan kurang percaya diri. Meskipun tidak menular dan bukan suatu ‘penyakit serius’, ketombe sering dirasa memalukan dan tak jarang cukup sulit ditangani.

Selain itu, ketombe sering kali hilang timbul sehingga pada sebagian orang dapat sangat mengganggu dan menyebabkan perasaan stress. Problem lain dapat pula terjadi. Dalam kondisi yang berat, ketombe bahkan dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Hijab dan Ketombe

Belakangan ini, semakin banyak wanita menutup diri dengan menggunakan hijab. Hijab mulai banyak digunakan di kalangan remaja wanita dan wanita muda. Sebagian orang mengeluh mengalami problem pada rambut pasca penggunaan hijab ini seperti rambut rontok ataupun berketombe. Benarkah selalu demikian? Tidak selalu.

kalender percikan iman 2018

Faktanya, ketombe sebetulnya lebih sering terjadi pada kaum pria, hal ini diduga dipengaruhi oleh faktor hormonal dan aktivitas kelenjar sebum (kelenjar minyak) pada kulit.  Namun, ketombe memang termasuk kelainan kulit yang paling sering terjadi dan terutama pada usia dewasa muda. Kondisi-kondisi tertentu dapat menyebabkan rentannya seseorang mengalami ketombe, sehingga dengan perawatan rambut dan kulit kepala yang baik, diharapkan kita tidak akan mengalaminya.

 

Bagaimana Gejalanya?

Ketombe (dandruff) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya sisik-sisik atau pelepasan kulit yang berwarna putih atau sisik berminyak yang sering timbul di kulit kepala. Sisik-sisik tersebut bisa dalam jumlah sedikit maupun banyak, tersebar merata di kulit kepala, dan akan terlihat jelas apabila jatuh di baju berwarna gelap. Sisik-sisik ini dapat pula terlihat di rambut dan bahu, serta dapat menimbulkan keluhan gatal.

BACA JUGA: Bersahabat Dengan Jerawat

Ketombe merupakan bentuk ringan suatu penyakit kulit yang disebut sebagai dermatitis seboroik. Namun, dermatitis seboroik umumnya lebih berat, disertai dengan tanda-tanda peradangan berupa kemerahan dan gatal yang dapat terasa hebat. Dermatitis seboroik ini dapat pula mengenai area kulit lain seperti alis, bagian samping cuping hidung, belakang telinga, bahkan hingga ke punggung dan daerah lipat paha.

 

Apa Penyebab Ketombe dan Faktor Apa yang Dapat Berpengaruh?

Beberapa faktor yang diduga menyebabkan terjadinya ketombe antara lain adanya mikroorganisme (sejenis jamur) golongan Malassezia, aktivitas kelenjar sebum serta adanya kecenderungan pada orang-orang tertentu. Normalnya, Malassezia memang ada di sebagian besar kulit kepala orang dewasa, namun pada kondisi tertentu dapat menyebabkan peradangan pada kulit kepala, mengiritasi, dan menyebabkan kulit mati berlebihan sehingga terjadi ketombe.

Klinik Sammara Sahya 1a

Faktor-faktor lain yang diduga berperan:

  • Perawatan rambut yang kurang tepat misalnya tidak rutin mencuci rambut yang dapat menyebabkan minyak dan sel kulit mati di kepala tidak dapat luruh
  • Faktor imunologis (daya tahan tubuh) yang kurang
  • Kondisi sensitif berlebihan terhadap produk perawatan rambut tertentu dapat pula menyebabkan kulit kepala seseorang mengalami iritasi, peradangan, dan rentan terkena ketombe

Faktor fisik dapat pula berpengaruh. Penggunaan topi terus menerus ataupun hijab dapat mempengaruhi kelembapan, sehingga rentan mengalami ketombe apabila rambut tidak dirawat dengan baik. Faktor nutrisi seperti kekurangan zinc dan vitamin B disebut-sebut pula sebagai faktor yang berpengaruh. Selain itu, seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah akibat penyakit kronik tertentu juga rentan mengalami ketombe.

Tips Mencegah Ketombe Pada Rambut Berhijab…….

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment