Bagaimana Waktu Puasa di Negara Empat Musim?

shaum daud

Assalamu’alaykum Pak Aam, bagaimana dengan waktu shaum umat Islam di negara dengan kondisi empat musim? Kalau musim dingin tentu waktu siangnya akan lebih singkat dibandingkan dengan negara tropis seperti di Indonesia. Apakah ada aturan atau keringanan dalam Islam mengenai hal ini? (Gunawan via email)

 

Wa’alaykumsalam. Pertama, yang ingin saya garis bawahi bahwa ibadah itu terikat oleh dimensi ruang dan waktu. Saya sahur di Bandung, lalu saya ke Denpasar maka saya buka puasa mengikuti waktu Denpasar, bukan mengikuti waktu Bandung sekalipun saya sahur di Bandung.

Dengan demikian, rumus yang pertama, ibadah itu terikat oleh ruang dan waktu dimana kita ini berada. Oleh karena itu, shaum pun demikian, kalau di Eropa itu empat musim, ya anda harus mengikuti tempat dimana anda berada. Sekiranya Ramadhan jatuh di musim dingin, waktu siangnya tentu lebih sebentar, itu keuntungan bagi anda mendapatkan shaum yang lebih sebentar.

Tetapi ketika sedang berada di musim panas, konsekuensinya shaum akan lebih panjang. Sekiranya anda kuat, Alhamdulillah, jalani saja. Tapi kalau anda tidak kuat, anda boleh batalkan dan menggantinya di waktu lain yang memungkinkan sesuai dengan kesanggupan anda.

Islam itu tidak memaksakan sesuatu di luar kemampuan kita. Seperti halnya shalat, shalat itu wajib dilakukan sambil berdiri, tapi kalau tidak mampu ya duduk, masih tidak mampu maka berbaring. Bahkan ibadah haji itu wajib, tapi ketika tidak mampu, maka gugur bagi orang yang tidak mampu.

Islam mengajari kita untuk hidup sesuai dengan kadar kemampuan tapi setelah kita berusaha. Anda harus berusaha terlebih dahulu, jika anda betul-betul tidak kuat atau hal itu mengganggu kesehatan anda, ya anda bisa tidak puasa dan anda harus menggantinya (meng-qadha) di musim yang memungkinkan bagi anda untuk berpuasa. Karena puasa itu ada kaitannya dengan fisik, ini yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 184, “Apabila kamu sakit atau bepergian, maka anda bisa mengganti dihari yang lain.”

Ini bagi yang safar atau diam sementara waktu. Tapi kalau yang sudah menetap dan sudah bekerja di negeri orang, berarti anda harus ikhtiar dulu, dan setelah ikhtiar ternyata anda tidak mampu, maka anda boleh menggantinya di hari yang lain. Wallahu’alam bishawab.

Editor : Candra

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment