Agar Tidak Salah Pilih, Ini Yang Harus Diteliti Dari Calon Pasangan (2)

muslimah sendiri

PERCIKANIMAN.ID – – Menikah merupakan sebuah keputusan besar yang bisa jadi menentukan nasib kebahagiaan seseorang, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Itulah mengapa, keputusan menikah bisa sangat menyita pikiran dan pertimbangan, apalagi soal urusan menentukan siapa yang akan dijadikan pendamping hidup. ‘Harus yang seperti apa, ingin yang bagaimana’ menjadi pertanyaan-pertanyaan yang terus muncul di benak setiap orang yang ingin menikah, namun gamang dalam menentukan pilihan.

Islam sangat menganjurkan umatnya agar menentukan pilihan pendamping hidup secara selektif, dan jangan asal pilih. Dalam Islam, hendaknya, calon pasangan dipilih bukan karena kekayaan, ketampanan, atau ketenarannya. Justru, yang harus menjadi standar utama adalah agamanya. Itulah pesan yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. melalui sabdanya,

Dinikahi wanita atas dasar empat perkara: karena hartanya, karena kecantikannya,karena keturunannya, dan karena agamanya. Barangsiapa yang memilih agamanya, maka beruntunglah” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dalam kesempatan lain, Rasulullah Saw. juga pernah memberikan nasihatnya kepada para sahabat, “Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, sebab kecantikan itu akan lenyap dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya, sebab harta itu akan membuat dia sombong. Akan tetapi, nikahilah mereka karena agamanya, sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama” (H.R. Ibnu Majah).

Jauh sebelum Rasulullah Saw. menyampaikan pesan tersebut, Allah Swt. terlebih dulu memberikan peringatan kepada kita melalui firman-Nya,

Perempuan-perempuan keji untuk laki-laki keji, dan laki-laki keji untuk perempuan-perempuan yang keji pula. Perempuan-perempuan baik untuk laki-laki baik, dan laki-laki baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula…” (Q.S. An-Nūr [24]: 26).

Ayat ini menjelaskan bahwa wanita-wanita yang shaleh diperuntukkan bagi laki-laki yang shaleh pula, sedangkan wanita-wanita yang tidak shaleh diperuntukkan bagi laki-laki yang tidak shaleh, dan begitupun sebaliknya. Maksudnya, jika kita menginginkan pasangan yang shaleh, maka tanamkan dalam diri kita untuk menjadi manusia yang shaleh. Akan lebih baik lagi bila tekad tersebut didukung dengan lingkungan yang shaleh, insya Allah kita akan mendapatkan pasangan yang shaleh pula.

Islam memberi jalan ta’aruf bagi mereka yang ingin menikah. Ta’aruf sendiri adalah media untuk mengenal calon pasangan sebelum memasuki gerbang rumah tangga. Ta’aruf perlu dilakukan oleh pasangan yang telah siap untuk menikah. Namun, perlu digarisbawahi di sini bahwa ta’aruf yang dimaksud bukanlah pacaran. Ta’aruf dilakukan oleh dua pihak untuk saling mengenal (dengan tujuan pernikahan), yang kelak menentukan bersedia atau tidaknya mereka untuk menuju gerbang pernikahan. Sementara, pacaran cenderung hanya dilandasi oleh rasa suka, sehingga kerap dibumbui pada hal-hal di luar ajaran Islam, seperti berdua-duaan, cemburu berlebihan, seks bebas, atau bahkan kekerasan.

Kita harus cerdas dan cermat dalam menentukan calon pasangan hidup agar kebahagiaan yang kita dapatkan saat berumah tangga dapat terbawa sampai ke akhirat kelak. Untuk itu, Rasulullah Saw. telah mengajarkan kepada kita tentang standar dalam memilih pasangan hidup, yaitu: 1. Pilihlah pasangan hidup yang shaleh, 2. Carilah calon pasangan dari keturunan orang baik-baik , (Baca: Agar Tidak Salah Pilih, Ini Yang Harus Diteliti Dari Calon Pasangan (1)) maka  berikutnya adalah:

 

  1. Pilihlah yang masih perawan atau perjaka

 

Rasulullah Saw. memberikan nasihat kepada kita melalui sabdanya, “Nikahilah para gadis, sebab dia lebih lembut mulutnya, lebih lengkap rahimnya, dan tidak berfikir untuk menyeleweng, serta rela dengan apa yang ada di tanganmu” (H.R. Ibnu Majah).

Bahkan, Rasulullah Saw. pernah menasihati Jabir r.a. karena menikahi seorang janda. Sabdanya, “Kenapa tidak gadis saja yang kaunikahi, sebab dia bisa kamu cumbui dan dia mencumbuimu” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Menikahi janda itu dibolehkan dalam Islam. Tetapi, pernikahan akan terasa lebih indah jika yang dinikahi adalah perawan.

 

  1. Lihatlah keindahan fisiknya

 

Kecantikan hanyalah kenikmatan sesaat. Yaitu, kenikmatan yang dapat dirasakan di dunia saja dan tidak dapat dibawa ke akhirat. Namun, bukan berarti kita harus menafikan keindahan fisik, karena ketampanan atau kecantikan seseorang akan melahirkan sifat mahabbah (rasa cinta). Kita tentu akan lebih bahagia jika memiliki pasangan yang memiliki keindahan fisik, terlebih jika dibarengi dengan keshalehan pribadi. Karenanya, Rasulullah Saw. pernah berkata kepada Mughirah ketika dia akan mengkhitbah seorang wanita,

Lihatlah wajahnya (perempuan tersebut) karena akan lebih menguatkan hubungan di antara kamu berdua” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Mengagumi kecantikan atau ketampanan adalah fitrah manusia. Bahkan, Allah sendiri memiliki sifat indah dan menyukai keindahan. Tetapi, pernikahan bukanlah sekadar kesenangan mata belaka. Karenanya, Rasulullah Saw. pernah bersabda,

Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, sebab kecantikan itu akan lenyap dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya, sebab harta itu akan membuat dia sombong. Akan tetapi, nikahilah mereka karena agamanya, sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama” (H.R. Ibnu Majah).

 

Rasulullah Saw. juga melarang umatnya memilih wanita cantik yang tumbuh di keluarga yang buruk. Sabdanya, “Waspadalah wanita cantik, tetapi berhati jahat.” Para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud wanita cantik, tetapi berhati jahat?” Beliau menjawab, “Wanita yang tumbuh di keluarga yang buruk” (HR. Dailami dan Daruquthni).

 

Jadi memilih yang cantik atau yang ganteng saja tidak cukup tapi ia harus shalih dan shalihah.Untuk itu jika sudah ada calon yang shaleh atau shalihah lalu  mengapa masih menunda untuk menikah?. [ ]

 

*Disarikan dari buku “Mengapa Menunda Nikah?” Panduan Muslimah Dalam Berumah Tangga.

 

Buku Mengapa Menunda Menikah 1

 

BACA JUGA: Agar Tidak Salah Pilih, Ini Yang Harus Diteliti Dari Calon Pasangan (1)

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment