Status Anak Dalam Kehidupan Rumah Tangga

makan bersama keluarga

PERCIKANIMAN.ID – – Kedudukan anak dalam kehidupan sebuah rumah tangga, bukan sekedar pelengkap kebahagian suami istri. Lebih dari itu adalah salah satu wujud cinta kasih suami istri yang akan menjadi penerus orangtua tunyanya. Tentu saja, besarnya cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tidak usah dipertanyakan lagi. Dengan cinta dan kasihnya tersebut, seorang ibu dapat melakukan apa pun demi anaknya. Ya, ketika nyawa saja sudah dipertaruhkan saat melahirkannya ke dunia, apa yang tidak dapat ibu lakukan demi anaknya?

Meski demikian, kita tidak dapat menutup mata bahwa tidak selamanya anak yang dilahirkan dan dibesarkan dapat menjadi penyejuk hati ibu. Terkadang, anak menjadi ujian atas kesabaran seorang ibu. Di sinilah pentingnya kita memahami hakikat hadirnya anak dalam kehidupan kita.

Dalam kacamata Islam, paling tidak ada tiga hal berkaitan dengan status anak dalam kehidupan berumah tangga.

Pertama, Ziinatunatul Hayaat atau perhiasan kehidupan dunia. Maksudnya, keberadaan seorang anak tidak lebih dari sarana pelengkap status sosial seseorang di mata masyarakat. Kalau ditilik dari segi prestasi akademiknya, tipe anak seperti ini tidak terlalu mengecewakan atau bahkan bisa dibanggakan. Jadi, tipe anak seperti ini bisa dikatakan sukses secara duniawi saja.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt. berfirman,

promooktober1

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Namun, amal kebajikan yang dilakukan terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Q.S. Al-Kahf [18]: 46)

 

BACA JUGA: Tips Agar Anak Senang Baca Al Quran

 

Kedua, Fitnatun atau cobaan. Anak tipe ini dapat dikatakan menjadi sumber penderitaan untuk orangtua dan lingkungannya. Ada saja tingkah lakunya yang dapat mencoreng nama baik keluarga di mata masyarakat. Meski ayah dan ibunya telah melakukan beragam cara untuk mengembalikannya ke jalur yang baik, dia akan kukuh pada sikap dan pendiriannya. Kalau sudah begini, tidak ada lagi yang dapat dilakukan oleh orangtua selain mendoakannya agar mendapatkan hidayah dari Allah Swt.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt. berfirman,

“Sesungguhnya, hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu, dan di sisi Allah ada pahala besar.” (Q.S. At-Tagābun [64]: 15)

Ketiga, Qurrata A’yun atau penyejuk hati. Ini adalah tipe anak yang dapat menjadi penyejuk hati untuk orangtua dan lingkungannya. Tipe anak seperti inilah yang diidam-idamkan oleh semua orangtua. Memiliki anak seperti ini dapat menenangkan hati orangtua karena bukan hanya prestasi duniawinya saja yang mumpuni, tapi anak tersebut juga memiliki bekal pemahaman agama yang baik yang tergambar dari kebaikan akhlaknya.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt. berfirman,

“Ya Tuhan, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqān [25]: 74)

Untuk itu berbahagialah bagi Anda yang saat ini Allah telah karuniakan buah hati dalam kehidupan rumah tangga. Namun demikian bagi yang belum dikaruniai putra putri, jangan bersedih dan tetap bersyukur karena Allah sedang memberikan kasih sayang-Nya dalam bentuk yang lain. Demikian juga bagi sahabat-sahabat yang sedang merencanakan mahligai rumah tangga adalah saat tepat untuk memulainya dengan niat ikhlas dan ikhtiar yang maksimal hingga kelak dapat setara menikmati kebahagian kehidupan rumah tangga seperti para pendahulu kita. [ ]

*Disarikan dari buku “Muliakan Ibumu” tulisan Dr.Aam Amiruddin,M.Si 

 

Buku Muliakan Ibumu 1a

BACA JUGA: Tips Agar Anak Dapat Melewati Masa Pubernya Dengan Aman

 

Red: riska

Editor: iman

ilustrasi foto: pixabay

REKOMENDASI

Leave a Comment