Bercerai untuk Kemaslahatan

cincin, cerai, maskawin

Assalamu’alaykum Wr.Wb , Ustadz, mohon maaf saya ingin bertanya, saya sudah sepakat cerai dengan istri saya dan mengajak untuk berbicara dengan kedua orangtua pada bulan Agustus. Tapi, masalah cerai ini belum sampai terdengar oleh mereka. Apakah itu sudah termasuk cerai atau belum? Terima kasih (Pak Komar by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr. Wb, Pak Komar dan pembaca yang budiman. Sebenarnya cerai itu ditentukan oleh niat dan kesepakatan antara suami dan istri, sekalipun kesepakatan itu belum sampai kepada orangtua itu sudah dianggap jatuh talak. Makanya, ucapan talak itu jangan sembarang diucapkan.

Nabi Muhammad Saw berkata bahwa ada ucapan yang tidak boleh sembarang diucapkan sekalipun itu hanya becanda, tidak boleh kata cerai itu keluar karena akan melahirkan konsekuensi apalagi anda melakukan ini dengan kesadaran.

Rasulullah Saw bersabda ; “Sesungguhnya hal yang dimurkai oleh Allah sekalipun halal adalah Talak” (HR.Abu Daud). Maksud hadist tersebut adalah selama kita bisa mempertahankan untuk bersatu ya bersatu, tetapi kalau sudah diusahakan untuk dipertahankan namun menciptakan keburukan, ya bercerai itu boleh jadi salah satu cara mencari kemaslahatan bukan mencari permusuhan.

Perceraian yang sehat itu, mereka menjadi saudara dalam arti hanya menjadi teman baik. Apalagi kalau sudah punya anak, jangan sampai kita menanamkan kebencian kepada anak terhadap Ayah atau Ibunya.

donasi perpustakaan masjid

Sebaiknya kita usahakan untuk menghindari perceraian, karena perceraian itu dimurkai oleh Allah sekalipun itu halal. Namun, perceraian itu menjadi jalan darurat untuk mencari kemaslahatan. Wallahua’lam.

 

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 3 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment