Batasan Aurat Laki-laki

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bolehkah kita shalat dengan celana pendek, sejauh mana batasan aurat laki-laki itu? (Malik by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Malik dan sahabat-sahabat sekalian, dalam hal ini setidaknya ada dua pendapat mengenai batasan aurat laki-laki. Pertama, berpendapat bahwa aurat laki-laki itu hanya qubul (kemaluan) dan dubur, berarti paha tidak dinilai aurat. Adapun dalilnya yaitu,

 

Anas r.a. menjelaskan bahwa Nabi saw. pada hari Khaibar menyingkapkan sarungnya hingga pahanya yang putih benar-benar terlihat.” (H.R. Ahmad dan Bukhari).

 

Keterangan ini menegaskan bahwa Rasulullah Saw. pernah menyingkap sarungnya hingga pahanya terlihat. Sekiranya paha itu aurat, tentu Nabi Saw. tidak akan melakukannya. Ini isyarat bahwa paha tidak termasuk aurat bagi laki-laki, alias laki-laki boleh memakai celana pendek saat shalat karena batasan auratnya adalah kemaluan dan dubur. Selama kemaluan dan dubur tertutup, shalatnya sah.

 

Kedua, berpendapat bahwa aurat laki-laki itu dari pusar sampai lutut, berarti paha dinilai sebagai aurat. Pendapat ini berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Muhammad bin Jahsyin dimana ia berkata bahwa Rasulullah Saw. lewat di depan Ma’mar yang kedua pahanya terbuka. Lalu beliau bersabda,

 

Hai Ma’mar, tutupilah kedua pahamu, karena itu adalah aurat.” (H.R. Ahmad, Hakim, dan Bukhari dalam Tarikh-nya).

 

Dari keterangan hadits ini menjelaskan bahwa paha itu aurat, berarti kalau kita shalat dengan celana pendek, tidaklah sah karena auratnya  terlihat.

 

BACA JUGA: Hukum Celana Diatas Mata Kaki Saat Shalat

 

Menghadapi dua pendapat ini mungkin kita bingung, karena kedua-duanya memakai dalil yang sahih. Kita harus memilih yang mana? Untuk menyelesaikannya, kita bisa melakukan apa yang dalam metodologi hukum disebut dengan Thariqatul Jam’i, yaitu kita menggunakan kedua dalil itu sekaligus. Artinya, yang paling afdhal atau utama yaitu shalat harus dilakukan dengan menutup paha, karena dikhawatirkan dia termasuk aurat. Namun, kalau di luar shalat boleh-boleh saja paha itu terlihat khususnya kepada muhrimnya.

 

Kesimpulannya, Anda boleh memakai celana pendek saat sedang tidak shalat, namun kalau sedang shalat, sebaiknya Anda memakai celana panjang atau sarung supaya pahanya tertutup dan akan terlihat lebih sopan. Salah satu filosofi shalat, bukankah Anda akan berdialog dengan Allah Swt.? Menerima tamu saja kita berpakaian sopan, apalagi beribadah, tentu harus lebih sopan lagi.

 

Untuk pembahasan bab shalat ini Anda dan sahabat-sahabat sekalian dapat membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?”. Didalamnya ada pembahasan mengenai shalat yang insya Allah lengkap termasuk yang Anda tanyakan ini. Wallahu A’lam. [ ]

 

BACA JUGA: Adakah Shalat Khusus di Bulan Muharram?

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: merdeka

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

(Visited 43 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment