Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Gigi Anak 1

 

 

Oleh: Dr. Eddy Fadlyana, SpA(K)., M Kes*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Gigi pertama umumnya akan tampak dalam mulut ketika bayi berusia antara 6 sampai 14 bulan. Jumlah sepasang di bagian tengah depan, di rahang bawah atau di rahang atas. Gigi ini disebut gigi seri susu pertama. Kemudian menyusul geligi lainnya, gigi seri kedua, gigi taring, dan 2 geligi geraham. Keseluruhan geligi susu berjumlah 20 buah, yaitu 8 buah geligi seri, 4 buah geligi taring, dan 8 buah geligi geraham.

 

Yang perlu orang tua cek apabila pada anak usia 9 bulan belum tumbuh gigi, yaitu apakah nutrisi/makanan sehari-hari sudah cukup baik untuk pertumbuhan gigi, periksa juga rongga mulutnya, apakah sudah ada bakal gigi. Namun jika tidak, periksakan ke dokter, dikhawatirkan ada penyebab lain.

 

Nutrisi dan diet yang seimbang, sangat dianjurkan untuk setiap orang, terutama ibu hamil. Kalsium, fosfor, vitamin, dan mineral-mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan gigi bayi, diambil secara otomatis dari aliran darah ibu. Jumlah vitamin dan mineral yang cukup dalam aliran darah ibu, mempunyai kaitan yang erat dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi. Diet yang seimbang mengandung cukup kalsium, fosfor, mineral, dan vitamin yang diperlukan untuk pembentukan dan perkembangan gigi dan tulang, yang diperoleh dari 4 kelompok dasar makanan, yaitu kelompok susu dan telur; daging sapi, daging unggas dan daging ikan; buah-buahan dan sayuran; tepung dan biji-bijian.

BACA JUGA: Tips Agar Anak Bersikap Dewasa

Diet yang baik sangat mempengaruhi pentumbuhan dan perkembangan bayi, tetapi perkembangan geligi tampaknya lebih banyak dipengaruhi oleh gangguan keseimbangan kalsium dan fosfor di dalam aliran darah. Ada 3 hal yang dialami ibu semasa hamil yang akan mempengaruhi gigi anaknya: demam yang tinggi dapat mengganggu kesimbangan kalsium dan fosfor, mengonsumsi antibiotika yang mengandung tetracycline, dan bayi lahir prematur

 

Cara memeriksa apakah ada bakal gigi yang akan tumbuh yaitu dengan menekan jaringan gusi di daerah tersebut dengan ibu jari, kemudian dilepaskan, akan terlihat bentuk gigi dibawahnya. Bila mengalami kesulitan, mintalah bantuan dari dokter.

 

Gejala gigi yang akan tumbuh

 

Gusi akan tampak teriritasi, kemerahan, dan sedikit menggembung, bila diraba akan terasa adanya puncak gigi. Gejala lain yang sering mengikuti adalah meningatnya suhu tubuh, mual, dan anak menjadi rewel, –gejala ini tidak selalu disebabkan akan tumbuh gigi. Sedikitnya 60% bayi akan mengalami gejala lokal dengan tingkat yang berbeda. Anak cenderung menggosok-gosok gusi di daerah tersebut dengan jari atau obyek lain. Air liur keluar berlebihan, kemerahan pada pipi, dan keadaan umum menurun.

 

Pentingnya gigi susu

 

Gigi susu diperlukan bayi untuk membantunya mengunyah, menggigit, dan melembutkan makanan; mempengaruhi bentuk wajah; geligi susu yang sehat akan berpengaruh baik pada geligi penggantinya, masalah pada gigi susu juga akan menimbulkan masalah pada gigi tetapnya; gigi susu yang berlubang dan tidak terawat, lubangnya akan semakin dalam dan luas sehingga jaringan di dalamnya terinfeksi, timbul sakit yang hebat, abses, dan dapat merusak benih gigi tetap penggantinya.

 

Menjaga kebersihan gigi anak

 

Plak adalah penyebab utama terjadinya kares. Plak berupa suatu lapisan film tipis yang transparan, lengket menutupi permukaan gigi yang merupakan tempat tumbuhnya bakteri dan awal terjadinya gigi berlubang. Plak harus dibersihkah secara teratur setiap hari untuk mendapatkan gigi dan gusi yang sehat. Gigi dan gusi yang bersih dari sisa makanan akan mengurangi jumlah dan pertumbuhan bakteri dan juga akan mengurangi pembentukan asam.

 

Cara mudah untuk melakukan ini adalah dengan menidurkan bayi di atas pangkuan ibu sehingga dengan mudah ibu dapat melihat kadaan mulutnya. Ambil sepotong kasa steril 5 cm x 5 cm. Taruh di antara ibu jari dan jari telunjuk, hapuskan pada puncak gusi rahang atas dan rahang bawah, kemudian diberi sedikit pasta gigi yang mengandung Fluoride pada kasa tersebut dan gosokkan pada permukaan gigi, jangan lupa untuk membilasnya dengan air matang. Selanjutnya bayi mulai dilatih dengan menggunakan sikat gigi yang lembut. Bersihkan gigi 2 kali sehari, pagi setelah makan dan malam hari sebelum tidur. Anak juga dilatih untuk bisa berkumur yang benar untuk menghilangkan sisa kotoran sesudah menyikat gigi. Semoga bermanfaat . [ ]

 

*Penulis adalah Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

 

BACA JUGA: Tips Agar Anak Tidak Manja

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment