5 Penghambat Kemajuan Diri Yang Harus Diwaspadai

putus asa

PERCIKANIMAN.ID – – Tren manajemen sumber daya manusia (SDM) saat ini telah memadukan unsur-unsur spiritulitas religius dengan kaidah-kaidah manajemen modern. Perusahaan tersebut tidak terbatas pada produk dan jasa saja, bahkan militer juga telah menggunakan jasa konsultan religius juga. Demikian juga bukan instansi swasta termasuk sector swasta baik dalam sekali besar (perusahaan) maupun usaha rumahan (home industri)

Salah satu tujuannya adalah untuk memacu kinerja karyawan berubah ke arah yang lebih baik dan produktif. Untuk itu diperlukan tekad yang kuat dari pribadi maupun perusahaan untuk berumah maju dan lebih baik lagi. Tidak mustahil dapat mengubah karakter seseorang selama ia memiliki tekad yang kuat untuk berubah menjadi lebih mudah.

Namun ada hendaknya kita juga mengetahui beberapa hal yang menjadi ganjalan mengubah karakter ke arah yang lebih baik. Ganjalan itu dapat membuat pribadi justru semakin terpuruk jika tidak lekas mengatasinya. Beberapa ganjalan penghambat pengembangan diri itu antara lain:

  1. Visi tidak jelas.

Ibarat pengendara mobil, jika jarak pandang kabur dan tidak jelas, dapat dipastikan mobil yang dikendarai akan menabrak atau melaju dengan kecepatan minimal sehingga memakan waktu lama untuk sampai di tempat tujuan.

2. Pembenaran diri.

promo oktober

Hal ini berbahaya karena menyebabkan kita tidak pernah introspeksi diri. Yang dirugikan adalah kita sendiri, karena perkembangan pribadi dan kematangan jiwa tidak pernah kita temukan.

 

BACA JUGA: Cara  Menjadi Muslim Berprestasi Setiap Hari 

3. Sombong.

Secara umum sombong dimaknai sebagai sikap atau perbuatan yang merendahkan orang lain baik itu dengan perkataan maupun perbuatan. bentuk sombong ada dua, yaitu:

  • Meremehkan orang lain.
  • Menolak kebenaran.

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.” (Q.S. Al A’raf: 146).

 

4. Zalim. Perbuatan ini terdiri atas:

  • Aniaya terhadap diri sendiri dengan tidak memperhatikan kebutuhan tubuh yang memerlukan nutrisi dan istirahat, pikiran yang membutuhkan ilmu dan informasi, hati yang butuh tausiyah dan perenungan.
  • Aniaya terhadap orang lain. Dunia kerja merupakan dunia sosial, pasti gerak-gerik dan tingkah laku kita berhubungan degan orang lain. Karenanya, bisa dipastikan akan ada singgungan dan gesekan antarteman sekerja maupun antara atasan dengan bawahan, sehingga sadar atau tidak, bisa trejadi perbuatan zalim, seperti saat seorang pemimpin hanya memikirkan kemajuan perusahaan, ia mengabaikan nasib karyawan.

 

5. Dusta.

Ketika kita berdusta satu kali, kita akan melakukan dusta lain untuk menutupi dusta pertama. Demikian seterusnya sehingga akhirnya kita akan mengumpulkan dusta tanpa disadari. Jika dusta terus kita lakukan, itu akan menjadi karakter. Setelah menjadi karakter, ia akan menjadi penyakit dalam jiwa kita.

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Q.S. Al Baqarah: 10)

 

Empat sikap yang dapat menghambat pengembangan diri tersebut diatas lebih bersifat sebagai penyakit hati. Untuk mengobati hati yang sakit diperlukan ramuan khusus yang bersumber dari Al Quran dan Hadits. Jauhkan dan obati penghambat kemajuan diri sehingga menjadi pribadi yang sukses dan mulia.[ ]

 

BACA JUGA: Cara Atasi Anak Susah Belajar

 

Red: Sly

Editor: iman

Ilustrasi foto:

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment