Menjadi Dai Juga Politisi, Mungkinkah?

Parlemen 1

Oleh: Aan Hermawan*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Fenomena yang menarik disetiap momen pemilihan umum (pemilu) sebagai bagian dari demokrasi di Indonesia. Di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini, umat Islam bukan hanya menjadi subyek melainkan juga menjadi obyek pemilu. Saudara kita yang bertugas sebagai da’i, guru ngaji, ustadz, pimpinan Ormas, mubaligh kampung, sampai mubaligh kondang ikut meramaikan pencalonan anggota legislatif (caleg) dan juga calon kepala daerah. Muncul beragam pertanyaan dalam benak kita. Pertama, bisakah mereka membawa aspirasi umat Islam pada wadah tersebut? Kedua, bisakah mereka membagi waktu dan pikirannya untuk memperhatikan kepentingan dan kebutuhan umat? Ketiga, mampukah mereka menjaga amanat Allah?

 

Jawaban paling tepat untuk pertanyaan pertama adalah “Harus bisa.” Mereka berasal dari umat dan harus kembali untuk kepentingan umat. Di pundak mereka ada segudang harapan yang dinantikan oleh umat, yakni pemimpin yang adil dan amanah. Tipe pemimpin tersebut diisyaratkan oleh Allah dalam Al Quran surat An-Nisa (4) 58:

 

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

 

Jawaban dari pertanyaan kedua adalah kesanggupan membagi waktu, tenaga, dan pikiran untuk tetap memperhatikan kebutuhan dan kepentingan umat. Sebab masalah yang dihadapi umat Islam semakin hari semakin kompleks. Baik masalah dalam umat sendiri, seperti rentannya perpecahan karena adanya sekat-sekat perbedaan paham, perbedaan Ormas, ditambah terkotak-kotak oleh partai. Sedangkan ancaman dari luar (nonmuslim) adalah semakin meningkatnya program pemurtadan dengan sasaran rakyat miskin yang nota bene umat Islam.

promo oktober

 

Lebih memprihatinkan lagi, adanya upaya untuk memanfaatkan peluang emas ketika umat Islam dalam ancaman perpecahan dengan isu-isu Pemilu milik mereka. Dengan istilah visi dan misi ingin menggolkan pemimpin mereka menjadi penguasa di negeri yang pemeluk Islamnya terbanyak di dunia namun kualitas pemahaman agamanya sangat rendah ini. Konon kabarnya, dari 80% pemeluk agama Islam, hanya 10%-nyalah yang memahami betul agamanya.

 

Target visi dan misi mereka merupakan ancaman sekaligus tantangan bagi politisi Islam untuk menyusun dan membenahi program dan strategi dakwah lewat politik. Jalur yang sudah dijalani oleh Da’i politisi pendahulu kita (alm) Dr. Mohammad Nasir. Beliau merupakan sosok da’i yang sangat andal di segala bidang.

BACA JUGA: Hukum Melakukan Demo Menurut Islam

 

Adapun jawaban dari pertanyaan ketiga adalah menjaga amanah tidak sekadar mengumbar janji-janji. Sebagai Da’i politisi harus ingat akan peringatan Allah Swt.

 

Tidak ada jalan melainkan atas orang-orang yang menzalimi manusia dan membuat kerusakan di muka bumidengan tidak hak (benar). Adalah bagi mereka siksa yang pedih.” (Q.S. Asy-Syuraa: 42) “Dan hendaklah di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran 3: 104).

 

Umat yang diwakili di lembaga Iegislatif sangat mengharapkan kinerja Da’i politisi yang efektif dan efisien dalam memegang amanahnya. Mereka berani mengatakan yang hak, berani menentang yang bathil, meskipun di sekeliling mereka masih banyak yang berambisi dengan pangkat, jabatan, dan kemewahan.

 

Ketiga pernyataan di atas merupakan isi dari nurani yang paling dalam dari sebagian umat yang merasa bahwa dari satu Pemilu ke Pemilu berikutnya hak suaranya dikhianati. Mudah-mudahan pilkada serentak 2018 dan Pemilu (legislatif dan presiden) 2019  ini jauh lebih baik. Konon kabarnya sistem kali ini merupakan kehendak rakyat, benarkah? Mari kita buktikan!. Wallahu’alam. [ ]

 

BACA JUGA: Hukum Menjadi Anggota Parlemen Karena Ingin Berdakwah

 

*Penulis adalah pendidik dan pegiat dakwah.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected]   . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment