Dakwah Kepada Ibu Mertua, Begini Caranya

ibu dan anak

PERCIKANIMAN.ID – – Banyak di kalangan aktivis Islam yang merasa kebingungan saat “mendakwahi” orangtua atau mertuanya sendiri. Meski mereka kerap terlibat dalam kegiatan dakwah di luar rumah, tetapi menghadapi orangtua atau mertua mempunyai tantangannya tersendiri. Saya teringat cerita seorang aktivis yang menyatakan bahwa sebentar lagi dia akan menikah. Permasalahannya, keluarga calon suaminya masih melaksanakan tradisi agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan serta bagaimana sebaiknya bersikap nantinya mengingat dia akan tinggal di lingkungan keluarga besar suami.

Prinsipnya, di mana pun kita berada, dakwah tetap harus ditegakkan. Bagaimana caranya?  Semua dikembalikan pada kadar kemampuan kita. Kalau mempunyai kapasitas ilmu dan bisa menyampaikan tanpa menyinggung perasaan keluarga mertua, maka lakukanlah. Jika mereka masih ngoyo dan tetap melakukan hal tersebut, maka Anda sudah terlepas dari dosa. Doakanlah agar keluarga suami diberi hidayah karena berdoa juga masuk dalam kategori dakwah. Itulah yang dikatakan mengubah dengan hati. Kalaupun suatu saat kita tidak bisa menolak ajakan melaksanakan tradisi agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw. tersebut, maka boleh hadir di situ dengan niat untuk silaturahmi.

Allah berfirman,

 

Serulah manusia pada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya, Tuhanmu, Allah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Allah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Naĥl [16]: 125)

 

BACA JUGA: Cara Memuliakan Orangtua Yang Sudah Meninggal

promooktober1

Ayat ini menegaskan bahwa Anda tidak punya otoritas untuk memberi petunjuk kepada siapa pun karena hal itu merupakan otoritas Allah Swt. Tugas kita adalah menyampaikan dan mengajak. Adapun mengenai orang itu akan mendapatkan pencerahan atau tidak, “sesungguhnya Tuhanmu yang Mahatahu siapa yang sesat dari jalan-Nya.”

Jadi, sekali lagi perlu ditegaskan di sini bahwa tugas kita hanya menyampaikan (dakwah). Bagaimana caranya? Sampaikan dengan menggunakan ilmu, bahasa yang santun, dan apabila terjadi perdebatan, maka berdebatlah dengan cara terbaik. Kalau ternyata orang (dalam hal ini ibu mertua) tidak mau mendengar, maka hal itu sudah bukan merupakan wilayah kita.

 

Sungguh, kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Q.S. Al-Qaśaś [28]: 56)

Di samping itu, kita juga harus selalu memperlihatkan akhlak yang mulia serta menampakkan perilaku yang indah sehingga orang tertarik dengan akhlak tersebut. Boleh jadi, kesalehan akhlak, keindahan akhlak, kemuliaan kata-kata, serta keindahan perilaku yang kita tunjukkan akan lebih efektif daripada omongan yang Anda ucapkan. Itulah yang perlu kita perhatikan dalam mendakwahi ibu mertua. Wallahu a’lam. [ ]

 

Disarikan dari buku Muliakan Ibumu karya Dr. Aam Amiruddin,MSi

 

Buku Muliakan Ibumu 1a

 

BACA JUGA: Cara Memuliakan Orangtua Yang Non Muslim

 

Red: riska

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment