Penjelasan ICMI Soal Saham Bank Muamalat Dijual

Bank Muamalat 2

PERCIKANIMAN.ID – – Saham mayoritas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) resmi diambil oleh PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI). Sebelumnya, saham mayoritas bank syariah pertama di Indonesia ini dikuasai oleh pemodal asing.

Sebelum dibeli Minna Padi, tercatat sebanyak 32,7 persen saham dikuasai Bank Pembangunan Islam (IDB). Sementara, 19 persen dan 17 persen lainnya dipegang oleh Atwill Holdings Limited dan National Bank of Kuwait.

promooktober1

Bank Muamalat lahir berdasarkan inisiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada 1991. ICMI, kata Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, mendukung kebijakan pemegang saham dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan yang lebh baik.

“Saham kami (MUI dan ICMI) sudah kecil sekali di Muamalat, jadi kami tidak punya kekuasaan untuk mengambil keputusan. Tapi, yang kami harapkan pemegang sahamnya dalam negeri karena sebelumnya dibeli asing,” kata Jimly kepada republika online, Jumat (29/9/2017).

Berbagai aksi korporasi yang dilakukan BMI, kata Jimly, diharapkan dapat mendorong kinerja bank menjadi lebih baik lagi. Ia berharap kinerja BMI yang semakin baik dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan industri keuangan syariah di Indonesia.

“Sejak awal kami inisiasi pembentukan BMI memang untuk dakwah dan membesarkan keuangan syariah,” kata Jimly.

Pada awal pekan ini, Minna Padi secara resmi membeli saham mayoritas Bank Muamalat. Skemanya, Bank Muamalat menerbitkan sebanyak-banyaknya 80 miliar lembar saham baru melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 32/POJK.4/2015.

Skema yang akan disiapkan, Minna Padi baik sendiri maupun bersama-sama dengan investor lain, akan bertindak sebagai pembeli siaga. Sebanyak 80 miliar saham baru yang akan diterbitkan tersebut merepresentasikan porsi kepemilikan saham minimal 51 persen dengan total modal baru yang akan masuk mencapai Rp 4,5 triliun.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya PT Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) Tbk melakukan pembelian saham mayoritas di BMI. Penandatangan perjanjian bersyarat penambahan modal ini dilakukan pada Senin (25/9) lalu. Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (27/9), yang sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Muamalat menerbitkan sebanyak-banyaknya 80 miliar lembar saham baru melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 32/POJK.4/2015.

 

BACA JUGA: Hukum Haji Dari Uang Pinjaman

 

Skema yang akan dilakukan, Minna Padi baik sendiri maupun bersama-sama dengan investor lain, akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Sebanyak 80 miliar saham baru yang akan diterbitkan tersebut merepresentasikan porsi kepemilikan saham minimal 51 persen dengan total modal baru yang akan masuk mencapai Rp 4,5 triliun.

Direktur Bisnis Ritel sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank Muamalat, Purnomo B Soetadi berharap masuknya investor baru dapat mendorong kinerja, meningkatkan size bisnis dan mengembangkan usaha Bank Muamalat kedepan. [ ]

 

BACA JUGA: Hukum Top Up Dalam Transportasi Online

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: infobank

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment