Cara Kenalkan Internet Sehat Dalam Keluarga

Gadget Anak 1

Oleh: Yudha Yudhanto*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Dewasa ini peningkatan penetrasi internet di Indonesia baik melalui komputer maupun smartphone disinyalir tidak dibarengi dengan peningkatan mutu dan pemahaman tentang internet itu sendiri. Ibarat memberikan suatu ‘alat’ tanpa disertakan ‘buku petunjuk penggunaan’. Bagi masyarakat awam, internet kemudian menjadi suatu hal yang tabu, negatif, dan sarat pornografi. Hal tersebut disebabkan karena banyak dilansirnya berbagai informasi tentang pornografi di internet oleh media massa, dan sangat sedikit yang berkeinginan memberitakan internet dari sudut pandang pendidikan. Internet sebagai sebuah media baru memang membawa hal-hal segar tentang pornografi. Sebutlah misalnya cybersex dan situs porno. Terang saja, ketika masyarakat membaca headline sebuah berita mengenai pornografi di internet, pikiran mereka akan terkotori dengan anggapan bahwa internet adalah tempat berita pornografi, atau pornografi sejajar dengan internet itu sendiri. Akibatnya, ibu rumah tangga akan melarang anaknya yang akan nginternet. Ini berarti berkurangnya potensi peningkatan penggunaan internet di dalam rumah tangga. Anak yang dilarang oleh ibu tersebut akan semakin penasaran dan mencari jalan keluar. Salah satunya adalah melalui warnet.

promooktober1

 

Seorang ahli Cyber Crimes dari ICITAP (International Criminal Investigative Training Assistance Program) US Department of Justice dalam sebuah seminar menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-3 dalam kejahatan internet, dan para pengguna internet di Indonesia sudah masuk ke dalam daftar hitam para pengusaha bidang e-commerce. Setiap WNI yang melakukan transaksi biasanya dikenai harga lebih tinggi 3-4%. Bahkan ada juga yang tidak mau ber-transaksi dengan Indonesia. Aparat cukup kerepotan menanggulangi kejahatan semacam ini karena kesulitan dalam identifikasi pelaku dan biasanya terganjal masalah pembuktian alias butuh aparat hukum yang lebih ‘jago’ dan jauh dari gaptek serta dibekali payung UU yang kuat

 

Menanamkan budaya Internet Sehat sangat efektif jika dimulai dari keluarga. Berikut beberapa tipsny yang bisa ayah bunda coba kampanyekan dalam keluarga:

 

  1. Menggunakan fasilitas internet secara bersama-sama. Alangkah baiknya fasilitas internet, yakni komputer, ditaruh dalam ruang keluarga atau tempat yang mudah diawasi oleh orang tua. Sambil meluangkan waktu bersama mereka, kita bisa mengajarkan cara menggunakan internet yang aman dan bertanggung jawab. Pelajarilah teknologi dan fasilitas yang ditawarkan internet secara bersama-sama atau dengan cara banyak bertanya kepada yang lebih tahu.

 

  1. Janganlah merasa terintimidasi bila ada anggota keluarga yang lebih paham tentang internet. Lalu tegaskan kepada mereka untuk tidak merespon setiap e-mail ataupun private chat dari orang yang tidak kenal betul, termasuk tidak membuka atau menjalankan file (attachment) demi menghindari ‘paket’ virus.

 

  1. Ajarkan pula untuk tidak gampang memberikan data pribadi (nama, alamat, telp., atau tanggal lahir) mereka atau anggota keluarga lain kepada orang yang dikenal di internet. Ingatlah, meskipun kejujuran adalah segalanya, tidak semua orang di internet melakukan hal tersebut. Ketika sedang chatting, kita tidak pernah tahu ketika ada orang yang mengaku a/s/l (age/sex/location) -nya adalah 19/f/jkt dan mahasiswi, sebenarnya adalah 40/m/somewhere dan pengangguran.

 

  1. Anjurkanlah untuk segera meninggalkan situs-situs yang membuat mereka tidak nyaman atau kurang pantas bagi mereka jika secara kebetulan ditemukan. Secara bersahabat, sekali-kali mintalah kepada mereka untuk menunjukkan atau menceritakan segala sesuatu yang mereka temukan di internet. Yakinkan mereka bahwa kita tidak akan marah terhadap semua cerita mereka, sehingga hal tersebut akan membantu dalam mengembangkan hubungan keluarga, khususnya orang tua dengan anak agar saling percaya dan terbuka.

 

  1. Tegaskan kepada anak-anak untuk tidak merencanakan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenal melalui internet. Jika memang mereka memaksa untuk bertemu, kita harus menemani mereka. Kenalkan kepada anak-anak tentang situs education-entertaintment (edutaintment) atau search engine khusus anak-anak. Jauhi chat room atau mailing-list yang isinya provokatif ataupun berisi hal-hal negatif lainnya.

 

  1. Kalau perlu, berikanlah pra-syarat tertentu untuk menggunakan internet. Misalnya, anak-anak baru boleh menggunakan internet apabila telah mengerjakan PR. Tidak ada salahnya pula menetapkan jam berapa anak-anak boleh menggunakan internet dan memberikan pembatasan lamanya menggunakan internet tersebut. Hal tersebut selain dapat melatih kedisplinan terhadap waktu, juga dapat untuk menghindari melonjaknya tagihan ISP dan rekening telepon bulanan.

 

  1. Beri perhatian khusus jika anak suka pergi ke warnet atau gameonline. Tanyakan dengan bersahabat apakah yang dicari sudah ditemukan atau apakah perlu bantuan. Jika ada indikasi menyimpang dari tujuan ber-internet, lekas beri penjelasan disertai alasan-alasan yang tidak memojokkan mereka. Jangan lupa hargai kejujuran mereka.

 

  1. Bila memungkinkan, pasanglah aplikasi filter internet atau dikenal dengan parental software pada komputer kita. Filter ini berguna untuk mencegah anak-anak mengakses situs yang tidak kita harapkan atau situs dengan isi konten negatif. Meski kita tidak mencari situs tersebut namun dengan adanya pop up maka situs tersebut dapat muncul tiba-tiba pada situs yang tengah kita buka. Biasanya tampilannya mengundang rasa penasaran baik gambar maupun teksnya sehingga membuat anak penasaran untuk membukanya.

 

  1. Hindari atau berhati-hatilah menggunakan e-banking di tempat umum, semisal warnet. Jangan pernah memberikan password apa pun kepada siapa pun di internet. Buatlah minimal 2 alamat e-mail. Satu untuk keperluan pribadi dan satu lagi untuk keperluan berlangganan milis atau layanan internet.

 

Suatu hal yang lumrah apabila sebagai orang yang beriman, kita berusaha menjaga diri dan orang-orang terdekat dari kemaksiatan dan godaan yang menyimpang dari jalan Allah swt. Salah satu godaan tersebut muncul dari aktivitas keseharian dan interaksi kita dengan teknologi yang kita gunakan.

 

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim 66:6). Semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah praktisi teknologi informasi dan pemerhati sosial media.

 

BACA JUGA: Tips Membantu Anak Ketika Stres 

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisan  ke email: [email protected] .Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment