Agar Anak Jadi Dewasa, Begini Caranya

Keluarga Olah Raga

Oleh : Dra. Dewi Purnomosari*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Akhir masa remaja merupakan awal masuknya seorang individu ke dalam tahapan dewasa. Berbeda dengan masa sebelumnya yang relatif singkat, tahapan ini merupakan tahapan perkembangan yang berlangsung cukup panjang. Masa ini dimulai dengan masa yang disebut dewasa awal –18 tahun atau bersamaan usainya pendidikan menengah atas (SMU). Secara fisik, memang tidak terlihat perubahan yang menonjol, tetapi tentunya seorang dewasa awal diharapkan sudah mulai mencapai kestabilan fisik dan hormonal. Kekuatan otot yang semakin baik, menunjang berbagai aktivitas gerak secara optimal, sehingga tak mengherankan beberapa aktivitas olahraga, terutama yang membutuhkan keterampilan motorik, menghasilkan prestasi, seperti tenis, bulutangkis, atau sepakbola.

donasi perpustakaan masjid

 

Kepedulian pada masalah kesehatan pun mulai tumbuh dalam bentuk perhatiannya pada nutrisi, diet, latihan fisik untuk kebugaran, termasuk terhadap obat-obatan (drugs) yang kadang menimbulkan dampak negatif. Perhatian pada kesehatan ini, tidak selalu diaplikasikan dalam perilaku nyata, biasanya seorang dewasa paham mengenai dampak merokok, tapi hal ini tidak otomatis membuat mereka berhenti merokok.

 

Kemampuan seorang dewasa awal dalam berfikir, mulai berkembang ke arah yang lebih kompleks, yaitu berpikir secara lebih sistematis. Adanya kesempatan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memberi peluang mengasah kemampuan berpikir tersebut. Wawasan pengetahuan pun bertambah, sehingga bisa memperkaya referensi guna menunjang pemecahan masalah secara adaptif. Dengan kemampuan berpikir secara komprehensif, seorang  dewasa juga dituntut untuk bisa membuat perencanaan dalam aktivitas atau berbagai aspek kehidupannya. Kreativitas berpikir berpeluang dioptimalkan. Orientasi untuk meraih prestasi juga semakin menguat, sehingga akan mendorong individu dewasa mewujudkan impiannya.

BACA JUGA: Agar Anak Tak Terjebak Gaya Hidup Hedons

Setelah menyelesaikan pendidikannya, seorang individu dewasa akan dihadapkan pada tuntutan mendapatkan pekerjaan. Saat seperti ini, ia mungkin mencoba berbagai bidang sebelum akhirnya mantap memilih satu, yang bisa saja cocok, atau lebih dipertimbangkan dari sisi realistiknya. Tekanan yang kuat akan muncul, jika seseorang yang telah menyelesaikan sekolahnya belum memperoleh pekerjaan.

 

Seiring dengan semakin komprehensifnya kemampuan berpikir, serta kesempatan untuk mengembangkan kreativitas secara optimal, orang dewasa sebenarnya berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Terbatasnya lapangan kerja tentu tidak memungkinkan semua orang dapat tertampung. Karena itu, pemilihan jenis pendidikan atau keahlian yang akan ditekuni merupakan hal yang penting. Perencanaan diperlukan, dengan mempertimbangkan kesesuaian kemampuan, minat, kesempatan, dan prospek di masa depan. Dengan perencanaan seperti itu, peluang memasuki dunia kerja sebagai salah satu tuntutan di masa dewasa, dapat dilalui dengan lancar.

BACA JUGA: Tips Agar Anak Mau Mendengar Nasihat 

Aktif memperluas wawasan, baik secara formal melalui bangku kuliah atau pun informal —kursus, membaca, menyimak berita, atau melalui hobi—, merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai situasi atau problem dalam kehidupan masa dewasa ini. Artinya, tidak melulu berkaitan dengan bidang akademik saja, namun memperluas pengetahuan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan, merupakan sesuatu yang penting. Bagi individu yang beruntung bisa melanjutkan pendidikan, kesempatan menggali berbagai ilmu akan terbuka lebar, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Namun, tidak semua orang seberuntung itu. Kondisi tersebut diharapkan tidak menjadikan patah semangat, karena pengetahuan bisa kita dapatkan dari mana saja, termasuk lingkungan sekitar kita.

 

Menjalin relasi dengan lingkungan secara aktif, dan bila dimungkinkan memperluas pergaulan, dengan tujuan selain bisa menambah ilmu, juga untuk menambah teman. Dengan teman, kita bisa mendiskusikan berbagai hal, sehingga mengembangkan pemikiran kita, sedangkan dengan memperluas relasi, kita berpeluang untuk menjalin hubungan kerja dan bisa menjadi ajang untuk menemukan pasangan yang cocok.

 

Menjalin hubungan yang lebih akrab merupakan ciri pada masa dewasa. Berbeda dengan masa remaja, di mana grup merupakan hal penting, pada masa ini kebutuhan bersama grup mulai berkurang, beralih ke hubungan yang lebih dekat dengan person tertentu, salah satunya lawan jenis. Karena itu, memasuki jenjang perkawinan merupakan tahapan yang biasanya akan dilalui. Mempersiapkan perkawinan, tidak hanya dalam bentuk mencari pasangan saja, namun tentunya perlu dipertimbangkan secara matang aspek-aspek lain, seperti kematangan emosi, kesiapan berperan sebagai suami/istri, menjadi orang tua, kesiapan materi, dan berbagai penyesuaian yang lain. Ini disebabkan bersatunya dua orang yang mempunyai latar belakang, persepsi, nilai, kebutuhan, dan harapan yang berbeda tentang perkawinan. Dengan wawasan yang bertambah luas, kemampuan berpikir yang semakin baik, diharapkan dapat menyikapi setiap problem yang muncul dalam perkawinan kelak secara bijak dan proporsional. Tidak semua orang akan melalui pendidikan, pekerjaan, kemudian baru menikah. Banyak, terutama di pedesaan, seorang yang baru meninggalkan masa remaja, atau bahkan masih remaja, memasuki jenjang pernikahan. Hal ini tentunya memerlukan persiapan yang lebih cepat, yang terkadang berpotensi menimbulkan masalah/tekanan tertentu. Tak dapat dipungkiri, di era modern ini berpeluang memunculkan sikap tidak ingin terikat pada hubungan tertentu, misalnya memilih hidup melajang.

 

Individu dewasa juga perlu mengasah kepekaannya terhadap keadaan di sekitar. Ia diharapkan tidak hanya berkutat pada pekerjaan atau rumah tangganya saja, tapi perlu memberi perhatian pada masalah-masalah sosial di sekitarnya. Sebagai individu dewasa, perlu juga berlajar terbuka terhadap masukan atau umpan balik dari lingkungan, sehingga kemampuan berpikir maupun bertindaknya semakin matang.

 

Tidak ada individu yang bisa begitu saja menjadi dewasa, tetapi diperlukan banyak berlatih, sehingga pada akhirnya mereka tidak hanya akan dewasa secara usia saja, namun pikiran, emosi, dan tindakannya pun matang sebagai individu yang dewasa. Karenanya, peran orang tua/keluarga masih diperlukan, biasanya untuk memberikan dukungan, bimbingan, serta kepercayaan. Dukungan dan bimbingan diperlukan karena kehidupan dewasa sarat dengan berbagai problem, sedangkan kepercayaan diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuannya, sehingga memberi kesempatan mandiri dalam berpikir dan bertindak. Semoga bermanfaat. [ ]

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga dan pendidik

 

BACA JUGA: Tips Saat Anak Minta Dibelikan Gadget

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment