Hukum Mandi Bareng Dengan Teman Sejenis

mandi

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, apa hukumnya mandi bareng dengan sesama perempuan? Soalnya tempat kost kami kamar mandinya sedikit, kadang kalau lagi terburu-buru kami  suka mandi bareng dengan alasan supaya lebih cepat. Mohon penjelasan! (Ida by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya teh Ida dan sahabat-sahabat sekalian. Dalam kehidupan sebagai anak kost seperti yang Anda jalani saat ini memang ini bisa saja terjadi khususnya tempat kost yang penghuninya banyak sementara fasilitas kamar mandinya atau MCKnya sedikit. Lalu bagaimana jika keadaannya mendesak, boleh tidak sesama jenis mandi bersama?

promooktober1

Silakan Anda cermati keterangan berikut dari Abu Sa’id al Khudri r.a. berkata, Rasulullah Saw. pernah bersabda,

Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki dan perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Laki-laki tidak boleh berselimut sesama laki-laki dalam satu selimut tanpa busana dan perempuan tidak boleh berselimut sesama perempuan dalam satu selimut tanpa busana.”  (H.R. Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, jelas diterangkan bahwa Anda tidak dibenarkan mandi bareng walau sesama perempua.  Begitu juga laki-laki dengan sesama teman kostnya. Hal ini karena dikhawatirkan akan saling melihat auratnya masing-masing. Berbeda dengan suami-istri yang melakukan mandi bareng hukumnya tidak dilarang alias boleh, seperti halnya Rasulullah Saw. pernah mandi bareng dengan istrinya. Kalau suami istri kan sudah halal, jangan kan sekedar mandi bareng, berhubungan intim pun boleh atau halal. Tetapi dalam kasus Anda ini berbeda.

 

BACA JUGA: Hukum KB

Ini juga sekaligus keterangan bagi kaum laki-laki yang telah dewasa, bukan hanya berlaku bagi kaum perempuan saja. Hukum mandi bareng sesama jenis adalah terlarang atau haram jika tidak ada hal kedaruratan yang sangat memaksa. Terhadap kasus Anda, menurut hemat saya tidak ada yang sifatnya darurat. Jika alasannya terburu-buru atau antri maka Anda mandinya bisa lebih awal lagi atau kalau pun fasilitas kamar mandinya sedikit dan itu terjadi setiap hari maka Anda bisa pindah kost.

Tentu Anda boleh melihat aurat orang lain kalau dalam keadaan darurat, misalnya Anda seorang dokter kandungan yang sedang memeriksa pasiennya, atau perawat yang membantu memandikan pasiennya. Hal ini diperbolehkan karena ada kaidah hukum yang menyatakan, Adharuuratu tubiihul mahdzuurah (sesuatu yang tadinya tidak boleh, menjadi boleh karena kedaruratan).

Sekali lagi kasus Anda ini menurut hemat saya tidak ada hal yang sifatnya darurat. Anda masih punya banyak cara untuk menghindari hal tersebut. Saya sarankan jangan sampai Anda melakukan kemunkaran atau kemudhratan yang terus menerus karena jelas itu dosa.  Wallahu A’lam.

BACA JUGA: Hukum Operasi Selaput Dara Menurut Islam 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment